
Rania masih setia duduk menemani Intan yang sedang memberikan asi pada bayinya.
Ia memperhatikan secara detail bagaimana cara Intan menggendong bayi yang baru lahir.
Rania merasa semakin gemas ketika melihat si baby mulai minum asi dengan lahapnya.
"Isssshhh...lucu banget sih.Jadi gemes deh."Rania mengusap pipi gembul bayi yang baru lahir dua hari yang lalu itu.
"Iya nih,udah kehausan kayaknya.Kamu gak pengen Ran punya beginian?"Intan mulai memprovokasi Rania.
"Duuuhhh...pengen banget."Kembali Rania mengusap-usap pipi bayi Intan.
"Ya udah,cepetan hamil makanya..."
"Hamil apanya,orang aku aja masih perawan."Rania hanya mampu bicara dalam hati.
"Doain aja deh Tan."Hanya itu yang mampu ia ucapkan pada Intan.
"Kalian nikah udah hampir empat bulan lho,masak belum jadi sih.Kamu gak menundanya kan?"Selidik Intan.
"Enggak kok.Eh,bobok lagi dia."Rania melihat si baby mulai melepas asi nya lalu tidur kembali.
Sekaligus sengaja ingin mengalihkan pembicaraan soal kehamilan.
"Kok tidur lagi sih,aku kan pengen lihat dia bangun..."Dengan gemasnya Rania mencium pipi gembul si baby.
"Namanya juga bayi baru lahir Ran...bisanya ya cuma minum asi terus bobok lagi."
"Emang iya?Terus kapan bangunnya dong?"
"Ya bangunnya paling kalau pipis,atau pup,atau kehausan...dia bakalan nangis,terus setelah itu bobok lagi."Intan merasa lucu melihat Rania yang masih sangat lugu.
"Masak sih...enak banget sih kamu baby.Kerjaannya cuma bobok doang.Pantesan pipinya embul."Menoel pipi gembul itu lagi.
Karena Intan sudah selesai memberi asi jadi Rania membuka korden yang tadi digunakan sebagai penutup.
__ADS_1
Melihat kedua lelaki tadi masih saling diam akhirnya Rania memanggil Arya.
"Mas,sini deh lihat,masak habis minum asi baby-nya bobok lagi."Rania meminta Arya untuk kembali mendekat.
"Namanya juga baby sayang,ya wajar dong kerjaan dia bobok terus."Arya mendekat pada Rania dan sengaja merangkulnya mesra.
"Cih,sok romantis!"Dery mulai merasa kesal melihat sikap Arya yang sok mesra terhadap Rania.
"Lucu banget tau mas,aku cium-cium,aku colek-colek masak dia gak merasa terganggu sama sekali."Rania tak hentinya mengganggu si baby yang masih asyik tidur itu.
"Iya ya,lucu.Jadi pengen punya anak deh sayang."Celetuk Arya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dery.
"Iya,tadi aku tanya Rania juga pengen cepet-cepet hamil pak."Sengaja Intan membumbui ucapan Arya.
Rania hanya bisa mendelik malu ketika kedua orang itu justru membicarakan soal kehamilan.
"Pastinya kita sudah pengen dong mbak...kita lagi usaha,doain aja ya supaya istriku secepatnya hamil."Ucapan Arya membuat Dery semakin muak.
Tak bisa lagi ia sabar akhirnya Dery menyambung ucapan Arya.
Arya menatap tajam lalu menjawabnya dengan tegas,"Sudah hampir empat bulan yang lalu kita sah jadi suami istri!"
Dery tertegun.Ia masih belum mau percaya jika Rania benar-benar sudah menikah dengan lelaki yang duduk di sebelahnya itu.
"O iya,hampir saja lupa,kita kesini sekaligus ingin mengundang kalian untuk datang ke acara resepsi kami dua Minggu lagi."Undang Arya sekaligus ingin membuktikan bahwa mereka benar-benar sudah menikah.
"Beneran nih Ran?"Tanya Intan sekalian memastikan.
"Iya,makanya kamu harus cepet sehat,tar harus dateng lho ya.Ajak juga si baby."
"Jangan lupa datang ya Dery."Tak ingin melihat Dery,Arya hanya bicara sambil meliriknya saja.
"Jadi mereka beneran sudah menikah?"Dery hanya diam tak ingin menjawab undangan Arya.
"Pasti!Kita pasti datang kok."Intan yang menjawabnya.
__ADS_1
"Kalau benar sudah nikah hampir empat bulan,kenapa baru dua minggu lagi di adakan resepsinya?"Pertanyaan Dery membuat hawa memanas meski berada di ruangan yang ber AC.
"Kemarin kita sibuk,jadi baru bisa mengadakan acara sekarang.Dan dua Minggu yang lalu kita juga sibuk membuat acara syukuran pernikahan di desanya Nia.Iya kan sayang?"Arya menarik wajah Rania agar melihatnya.Sengaja ingin pamer kemesraan di depan Dery.
"I-iya."Rania merasa semakin tegang dengan perdebatan dingin dua pria tersebut.
"Dua-duanya sama-sama kayak anak kecil.Gak ada yang mau ngalah."Rania memutar bola matanya sambil menarik nafas panjang.
"Ya terserah mereka dong mas,kan mereka sama-sama sibuk,jadi wajar saja sih kalau baru bisa bikin resepsi,toh yang penting sudah sah."Intan ikut memberi pendapat.
"Nah,itu istri kamu pintar.Masak kamu yang sudah jadi pak dosen mesti harus dijelasin."Arya membenarkan ucapan Intan.
Ia merasa menang melihat Dery yang sudah kalah telak.
"Kalau aku jadi kamu,setelah ijab Qabul langsung bikin acara besar-besaran.Mengumumkan bahwa Rania sudah sah jadi milikku.Masak pengusaha terkenal masih nunda-nunda buat acara sepenting itu.Atauuu....mungkin dulu terpaksa menikah karna ada suatu hal."Dery tak mau kalah,ia sengaja mencari cara untuk menjatuhkan Arya.
"Apa maksud kamu?"Arya langsung berdiri dari duduknya dan ingin mendekat pada Dery yang menurutnya bicara keterlaluan.
"Wowowo....Sabar pak Arya,itu hanya asumsi saya saja.Tapi gak mungkin dong ya kalau menikahnya karna saling cinta harus disembunyikan..."Tak berhenti sampai disitu saja,Dery sengaja mencari tau hal apa yang membuat mereka menikah secara tiba-tiba dan diam diam.Padahal dari berita yang beredar dulu Arya akan menikah dengan seorang artis.Tapi berita itu hilang bagai di telan bumi.
Dipikirnya Arya menikah secara privat atau mungkin batal menikah.Tapi beberapa bulan setelahnya justru Arya mengaku sudah menikah dengan Rania.
Dan tentang berita itu,tak ada seorangpun yang tau.Jadi Dery menangkap keanehan dari hal-hal kecil tersebut.
"Jaga ucapan anda pak dosen yang terhormat!"Berdiri tepat di depan Dery dengan menunjuk jari di depan mulut Dery.
"Kenapa anda harus tersinggung kalau memang tidak ada yang sedang kalian tutupi dari semua orang?!"Dery kembali menyerang Arya.
"Memangnya kenapa?Apa anda sedang cemburu pak dosen?Bukankah Anda sudah menikah dan anak anda baru saja lahir?Sedangkan Nia hanyalah mantan?"Arya menyerah balik dengan ucapannya yang cerdik untuk membalikkan keadaan.
Dery merasa geram.Arya tak mau memberitahukan alasan mereka.
Dery mencengkeram erat kedua tangannya.
"Mas,kita pulang yuk,tiba-tiba kepalaku pusing."Rania mendekat pada Arya dan menariknya menjauh.Satu tangannya memegang kepala mendengar perdebatan sengit tadi.
__ADS_1
"Intan,kita pamit dulu ya,kamu sama baby semoga cepet sehat."Memeluk Intan kembali sebelum mereka memutuskan untuk keluar dari ruang rawat.