Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Mengikuti Rania


__ADS_3

Dari gelagat aneh Rania selama beberapa hari ini membuat Intan semakin curiga.


Intan penasaran,setiap kali Intan menanyakan tentang hal yang sedikit lebih pribadi selalu saja Rania menghindar untuk menjawabnya.


Intan punya rencana yang sudah ia pikirkan sedari pagi.


Sore ini Intan berencana akan mengikuti Rania sepulang kerja.


Tiba saatnya pulang seluruh karyawan mulai berhamburan keluar area pabrik.


Tempat dimana seharian sudah mereka melakukan tanggung jawab dalam sebuah pekerjaan.


Mereka semua sudah tak sabar untuk sampai di rumah.


Ingin segera melepas penat dari kegiatan rutinitas seharian penuh.


Dengan berbagai masalah dan resiko setiap pekerjaan.


Intan berjalan santai sambil sesekali melihat kebelakang.


Lewat ekor matanya ia mencoba mencari sosok Rania.


Tak lama setelah mencari-cari akhirnya ia menemukan Rania.


Intan menelusup masuk ke barisan para karyawan yang juga sedang berjalan kaki untuk pulang.


Ia masih memperhatikan Rania yang terus berjalan.


Tak ingin Rania curiga,Intan ikut ngobrol bersama teman yang berjalan di sampingnya.


Rania terus saja berjalan tanpa melihat Intan.


Sedangkan Intan masih terus memperhatikannya.


Diam-diam Intan terus mengikuti jauh di belakang Rania.


Intan mulai heran saat Rania berhenti di pinggir jalan.


Rania terlihat sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri.


Intan heran,karna letak kost'an Rania berada di gang kecil sebelum jalan raya.


Tapi kenapa ia berjalan sampai ke pinggir jalan raya?


Dan sepertinya ia terlihat seperti sedang menunggu seseorang.


Intan masih terus memantau dari jarak yang tak terlalu jauh namun cukup aman dari jangkauan.


Ia harus berhati-hati supaya Rania tak melihatnya.


Tak lama setelah itu datang sebuah mobil mewah.


Mobil itu menepi dan berhenti tepat di samping Rania.Lalu Rania masuk ke mobil itu.


Intan seperti merasa familiar dengan mobil hitam mewah tersebut.


Ia merasa sudah pernah melihat mobil itu,tapi ia lupa dimana dan milik siapa.


Pasalnya tak terlihat ada orang yang keluar dari mobil atau sekedar memunculkan wajahnya untuk mempersilahkan Rania masuk.


Melainkan Rania yang membuka pintu dan masuk sendiri ke dalam mobil tersebut.


Intan segera menyadarkan diri dari lamunannya saat melihat mobil yang Rania naiki mulai berjalan.


Tak ingin ketinggalan jejak Intan segera berjalan cepat menuju tempat pos ojek yang kebetulan berada di sampingnya.

__ADS_1


"Pak,bisa minta tolong anterin saya."


"Bisa mbak,pakai helm nya dulu."Tukang ojek memberikan helmnya untuk dipakai Intan.


Dengan segera Intan meraihnya dan memakai helm itu.


Secepatnya naik sepeda motor yang sudah dinyalakan mesinnya.


"Pak,bisa tolong ikutin mobil itu pak."Intan menunjuk mobil hitam yang berada beberapa meter di depannya.


"Yang itu mbak?"Ikut menunjuk mobil yang tadi ditunjuk Intan.


"Iya pak betul.Agak cepet ya pak.Jangan sampai ketinggalan."


"Tapi mbak sedang hamil,Bapak gak berani terlalu kencang ya mbak."


Ah iya,Intan sampai melupakan perutnya yang terlihat sudah besar.


"Tapi usahakan jangan ketinggalan jejak ya pak.Tapi hati-hati juga."


"Baik mbak."


Beruntung mobil itu berjalan cukup santai.


Apalagi dalam keadaan sore hari di jam pulang kerja seperti ini.


Macet menjadi kendala mobil tersebut tak bisa berjalan dengan lancar.


Untuk itu Intan tak perlu khawatir akan kehilangan jejak.


Sambil masih terus penasaran Intan terus fokus melihat arah mobil itu berjalan.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mobil itu berbelok arah masuk sebuah jalan menuju perumahan yang terkenal cukup mewah.


Mobil itu akhirnya berhenti di sebuah perumahan.


Intan meminta berhenti dan melihat dari samping sepeda motor.


Meski di tutupi pagar tinggi masih jelas terlihat sebuah rumah besar dan mewah yang berdiri dengan kokoh.


Rumah yang sangat besar dan berlantai tiga.


Tak lama setelah mobil itu berhenti di depan gerbang,pintunya mulai terbuka.


Seorang satpam menunduk hormat setelah membuka gerbang dan mempersilahkan masuk.


Intan masih bertanya-tanya dalam hati.


Rumah siapa yang sedang Rania datangi?


Dan untuk apa Rania kesini?


Disaat pintu gerbang terbuka lebar mobil itu mulai masuk.


Dari pintu gerbang yang terbuka itu terlihat jelas halaman rumah yang luas.


Setelah mobil itu masuk pintu gerbang kembali di tutup.


Intan yang sudah sangat penasaran jadi tidak sabar untuk mencaritahu semuanya.


"Pak,terimakasih sudah mengantar saya.Ini ongkosnya."Intan menyodorkan uang pada tukang ojek yang tadi sudah mengantarkannya.


"Gak ditungguin dulu mbak?"Tanya tukang ojek memastikan.


"Gak usah pak.Ditinggal saja,saya mau ketemu teman dulu."

__ADS_1


"Ya sudah mbak kalau gitu saya tinggal dulu."


"Iya pak."


Tukang ojek itupun pergi.Dan Intan berjalan mendekat ke arah pos satpam yang ada di depan rumah megah tadi.


"Maaf pak,Rania nya ada?Saya mau ketemu bisa gak pak?"Intan bertanya pada penjaga pos.


"Oh...mbak Rania ya.Baru saja pulang.Mbak siapa ya?"Pak satpam balik bertanya.


"Pulang?Rania pulang.Itu artinya Rania tinggal disini?Tapi ini rumah siapa?"Intan bertanya-tanya dalam hati.


"Mbak..."Pak satpam melambaikan tangan di depan wajah Intan.


"Eh,iya pak.Saya temannya."


"Saya telpon pak Arya dulu ya mbak."Mengambil hp lalu menelpon seseorang yang sepertinya di panggil pak Arya tadi.


"*Apa?Pak Arya,pak Arya siapa maksudnya?Tapi bukan pak Arya pemilik Adiyasa grup kan?"


"Tidak tidak.Pasti bukan.Tapi kenapa ini sangat membingungkan*."Intan terus berpikir keras.


"Nama mbak siapa mbak?"Pertanyaan pak satpam mengagetkan Intan.


"Eh,Intan pak.Bilang saja Intan sahabatnya Rania."


Pak satpam kembali berbicara ditelpon.


Selesai bicara kemudian mematikan tombol di layar hp nya.


"Mbak di suruh masuk mbak."Pak satpam mempersilahkan Intan masuk.


Membuka pintu gerbang sedikit lalu mengantar Intan sampai di depan rumah mewah itu.


Jarak antara pos satpam di pintu gerbang sampai dengan teras rumah cukup jauh.


Terbentang taman yang lumayan luas di halaman rumah.


Setelah dipersilahkan masuk pak satpam kembali ke tempatnya bekerja menjaga pintu depan.


Rania masih terus berpikir keras.


Tak sengaja ia melihat mobil yang tadi di naiki Rania.


Mobil itu terparkir di samping teras.


Setelah ia amati kembali ternyata memang mobil itu sudah familiar.


Mobil mewah berwarna hitam itu ia lihat hampir setiap hari di parkir khusus CEO di pabrik tempatnya bekerja.


Jadi benar,mobil itu adalah mobil pak Arya.


Pak Arya yang tadi juga di sebutkan oleh satpam penjaga di rumah ini.


Baru saja menerka-nerka Intan kembali dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang sangat tidak asing baginya.


"Mbak mencari Rania?"


"Pak Ar-ya.Eh,maksud saya iya pak,saya boleh ketemu Rania?"


Ya,orang itu ternyata benar Aryabima Adiyasa.


Pemilik pabrik tempatnya bekerja.


Tapi apa hubungan pak Arya dan Rania.

__ADS_1


Kenapa Rania berada di rumah pak Arya.


Semua itu masih sangat membingungkan untuk dipahami Intan.


__ADS_2