Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Sarapan bersama


__ADS_3

Pagi harinya Rania terbangun dengan keadaan yang sudah lebih baik.


Ia tak menggigil lagi,meski masih sedikit panas.


Rania menyingkap selimutnya.


Ia baru teringat akan hp nya.


Saat berdiri ia melihat hp nya berada di nakas samping ranjang.


Ia segera mengambil dan menyalakannya.


Saat hp di nyalakan ia melihat beberapa pesan dari Intan dan juga Dery.


Sayangnya hp tersebut mati sebelum Rania membuka satu persatu chat yang masuk.


Semalam ia lupa untuk men cas hp nya.


"Aduh...mana gak bawa charger lagi.Gimana nih...pasti Intan khawatir bgt."Rania bergumam sambil berpikir.


"Apa pinjam saja ya sama nenek..."Pikir Rania.


Rania berjalan keluar dari kamar.


Baru membuka pintu kamar sudah di sambut oleh nenek.


"Eh...Rania...sudah bangun nak...?"Tanya nenek bahagia melihat Rania sudah tak sepucat semalam.


"Iya Nek..."Jawab Rania.


"Gimana,masih panas,pusing atau kedinginan?"Tanya nenek secara beruntun.


"Enggak kok nek...Alhamdulillah sudah sembuh..."Jawabnya.


"Terus ini mau kemana?"Nenek kembali bertanya karna melihat Rania hendak keluar kamar.


"Emm..Rania boleh pinjam charger gak Nek...batre hp Rania habis...ini hpnya mati...kasihan Intan pasti khawatir sama Rania nek..."Rania memberanikan diri meminjam pada nenek.


"Oh...ada,tunggu sebentar,nenek ambil dulu ya..."Nenek kembali masuk kamar.


Rania pun kembali masuk kamar yang semalam ia tiduri.


Tak berselang lama nenek masuk sambil membawa charger.

__ADS_1


"Ini nak..."Nenek menyerahkan charger nya.


"Makasih ya nek..."Rania segera men cas hp nya.


"Nek...emm...baju Rania gimana nih Nek..."Rania memegang bajunya.


"Baju kamu lagi di cuci sama mbak di belakang..."Jawab nenek.


"Terus Rania pulangnya gimana ya."Pikir Rania.


"Ya...nanti tunggu kering dulu aja."Dalam diam nya nenek tersenyum.


Sebenarnya mama Anita sudah menyiapkan baju baru buat ganti Rania.


Tapi jika nenek mengatakannya pasti Rania akan cepet pulang.


Jadilah nenek membohongi Rania.


"Duhh...gimana ya nek...Rania kan jadi gak enak ngrepotin semua."Rania termenung memikirkan jalan keluar.


Kemudian pintu kamar di buka dari luar.


Dan munculah mama Anita.


"Sudah kok buk...makasih ya...maaf sudah ngrepotin..."Rania merasa sudah banyak berhutang Budi pada keluarga Adiyasa.


"Iya,gakpapa.Biar lebih akrab panggil Tante saja."Mama Anita duduk di samping Rania.


"Emm...i-iya Bu..eh Tante."Rania tersenyum,masih terasa sungkan.


"Iya....gak usah sungkan.panggil mama juga boleh kok...hihihi..."Nenek tertawa menggoda Rania.


"Nenek...Rania malu tuh...ya udah yuk,kita sarapan dulu.Sudah di tunggu di meja makan."Ajak mama Anita.


Rania benar-benar merasa sungkan.Tapi nenek dan mama terus saja begitu perhatian.


Dan memaksa Rania untuk mau makan.


Akhirnya Rania pun menurut.


Mereka berjalan ke ruang makan bersama.


"Rania,sudah baikan nak?"Tanya pak Adiyasa.

__ADS_1


"Sudah pak."Rania menunduk.


"Ya sudah,yuk kita mulai sarapan."Ajaknya.


Mama Anita duduk di samping pak Adiyasa,nenek pun berada di jajaran yang sama.Sedang Rania berada di depan meja nenek.


Mereka saling berhadapan.


Saat akan mengambil nasi,Arya datang.


Dan ia langsung duduk di samping Rania.


"Pagi pa,ma."Sapa Arya.


"Pagi."Jawab pak Adiyasa.


"Pagi sayang,ayo sini piringnya,mama ambilin nasinya."Mama Anita meminta piring Arya.


Arya melihat Rania sekilas.


Sedikit senyum terukir di bibirnya.


Ia merasa lega,melihat Rania sudah baikan.


Mengingat keadaan Rania semalam membuatnya tak bisa tidur.


Ia teringat wajah Rania yang begitu pucat.


Hingga sampai malam ia terus saja mondar mandir di kamar,sesekali ia keluar dan berjalan di depan kamar Rania.


Meski hal itu ia lakukan dengan sembunyi-sembunyi.Tetap saja tak luput dari pantauan papa dan mama nya.


Meski begitu papa dan mama Arya tetap diam seolah tak melihat apa-apa.


Cukup mereka tau kalau sebenarnya Arya memiliki rasa ketertarikan pada Rania.


Mereka akan tetap memantau,meski sepenuhnya terserah Arya.


Namun kedua orang tua tersebut tetap mendoakan yang terbaik untuk anaknya.


Dan mereka berharap Rania lah yang akan menjadi jodoh Arya.


Anak semata wayangnya.

__ADS_1


__ADS_2