
Hari yang di nanti pun akhirnya tiba.
Para tamu undangan mulai berdatangan.
Rania yang selesai di makeup segera turun ke bawah.
Ibu Rania datang menjemput anaknya untuk turun ke acara pelaminan.
"Kamu cantik banget nduk..."Ibu tersenyum dan mengusap bahu Rania.
Ibu tak menyangka jika anaknya akan secantik bidadari saat menjadi pengantin.
Dulu saat Rania melangsungkan acara ijab Qabul,semua berderai air mata.Hingga tak sempat memperhatikan wajah Rania yang saat itu pun juga di makeup.
Namun sekarang,kebahagiaan terpancar dari wajah Rania.
wajahnya terlihat ayu dan berseri.
Ibu bahagia melihat hal tersebut.
Rania tersenyum mendengar pujian dari sang ibu.
"Iya ya buk,mbak Nia cantik banget.Nanti kalau Nabila menikah juga pengen di dandani secantik mbak Nia buk."Nabila tak mau kalah.Ia terus memperhatikan kakaknya yang terlihat anggun.
Rania dan ibu tertawa bersamaan mendengar celotehan dari Nabila.
"Iya dek...sekarang saja dek Nabila sudah cantik lho.Apalagi nanti pas menikah,pasti akan jauh lebih cantik."Mendengar ucapan Rania,Nabila kembali berkaca di depan cermin besar di kamar Rania.
Ia memutar tubuhnya berulang kali.
Ia pun sangat senang karna sekarang ia juga sudah di make-up dan memakai kebaya yang sangat indah.
Rania di tuntun bersama mama Anita dan juga ibu dari Rania sendiri.
Mereka menuruni tangga sambil memegang Rania.
Nabila beserta beberapa saudara Arya berjalan di belakang Rania sambil memegangi gaun pengantin yang menjuntai panjang.
Menuruni tangga menuju tempat diadakannya acara resepsi.
Acara resepsi di gelar di halaman belakang rumah.
Mengambil tema outdoor di samping taman yang penuh dengan bunga bermekaran.
Semua tamu yang hadir takjub melihat pengantin wanita yang begitu cantik.
Riasan make-up yang terlihat sangat cantik dengan tema modern tersebut.
__ADS_1
Rania berbalut dengan gaun panjang yang bergaya modern.
Semua mata tertuju pada kecantikan pengantin wanita yang begitu anggun.
Rasa penasaran tentang istri dari CEO tampan dan kaya raya itu seolah terobati dengan mereka melihat langsung pengantinnya.
Para kolega dari keluarga Adiyasa begitu menikmati acara.Mereka adalah kolega dari berbagai bisnis milik keluarga Adiyasa.
Sedangkan para anggota karyawan di pabrik tempat Rania bekerja,semua ternganga melihat pengantin wanita yang sedang berdiri di pelaminan.
Sebagian dari mereka tidak menyadari jika pengantin wanita itu adalah karyawan di pabrik itu juga.Karna penampilan Rania terlihat sangat berbeda dari kesehariannya yang nampak polos dan natural.Setelah di makeup mereka semakin tak mengenali jika ternyata itu Rania.
Namun berbeda halnya dengan orang-orang yang dekat dengan Rania.
Yang awalnya mereka tidak mengenali,tapi semakin diperhatikan mereka jadi sadar jika itu adalah Rania teman mereka bekerja.
"Eh,bener gak sih itu Rania?"Wisnu menepuk bahu Aan yang sedang berdiri disampingnya.
"Ah,yang bener kamu.Masak iya pak Arya menikah dengan Rania?"Aan meragukan hal itu.
"Tapi itu benar Rania deh.Coba perhatikan."Wisnu menarik lengan Aan.
"Kalau di perhatikan lagi sih sepertinya iya.Tapi masak sih itu Rania."Aan masih tak percaya.
"Jadi...waktu itu pak Arya panggil Rania sayang ternyata ini jawabannya."Maya kembali mengingat kejadian waktu bekerja beberapa hari yang lalu.
Mereka belum mendapatkan penjelasan dari Rania,karna setelah itu hingga sekarang tiba-tiba saja Rania ambil cuti beberapa hari.
"Entahlah."Wisnu mengangkat kedua bahunya.
"Untuk memastikan,bagaimana kalau kita kesana.ya...setidaknya memberikan ucapan selamat."Ajak Aan.
"Ide bagus.Gimana,kalian ikut gak?"Tanya Wisnu pada kedua teman ceweknya.
"Ok...lebih baik kita memang harus memastikan."Alya pun menyetujui ide Wisnu.
Mereka berempat mencoba mendekati pengantin dan ingin mengucapkan selamat pada kedua pengantin sambil meyakinkan jika yang mereka lihat itu adalah Rania sahabatnya.
Mereka masuk dalam antrian para tamu yang sangat panjang.
Setelah beberapa waktu mengantri akhirnya tinggal beberapa antrian lagi di depannya.
Tibalah giliran Bu Teti yang mengucapkan selamat pada kedua pengantin.
Bu Teti mendekat lalu memeluk Rania.
"Rania,ini beneran kamu?Budhe sempat gak percaya waktu melihat undangan.Budhe gak nyangka kalau kamu yang jadi istrinya pak Arya."
__ADS_1
"Em...iya Budhe..."
"Bagaimana ceritanya Rania...?Budhe benar-benar kaget."Tanya Bu Teti sambil berbisik di telinga Rania.
"Ceritanya panjang budhe..."Rania tersenyum malu.
"Ah iya,tapi apapun itu alasannya,Budhe ucapkan selamat ya...Semoga langgeng sampai maut memisahkan."Doa dan ucapan dari Bu Teti.
"Aamiin...makasih budhe..."Rania mencium tangan Bu Teti.
"Iya."Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin bu Teti tanyakan,namun urung ia ucapkan melihat banyaknya antrian di belakangnya.
Mau tak mau bu Teti harus maju untuk mengucapkan selamat pada mempelai pria dan lalu pergi dari barisan tersebut.
"Selamat ya pak Arya."Ucap bu Teti sambil bersalaman dengan Arya.
"Terimakasih bu Teti.Terimakasih juga sudah membawa Rania masuk ke dalam perusahaan kita."Ucap Arya.
"Ah,iya pak Arya.Sama-sama."Bu Teti tak menyangka jika ternyata Arya mengetahui asal usul Rania masuk ke perusahaan milik Adiyasa.
"Jika bu Teti mau,saya bisa menaikkan jabatan bu Teti."Tawar Arya.
"Tidak pak Arya,terimakasih sebelumnya.Tapi saya sudah nyaman di posisi sekarang.Dan untuk Rania,saya membawanya masuk ke dalam perusahaan karna memang melihat nilai-nilai ujiannya yang bagus waktu sekolah.Dia anak yang pintar."
"Iya,Nia ku memang pintar,dan juga sangat cantik."Puji Arya.
Bu Teti tersenyum.Ia tak menyangka ternyata Arya sudah bucin pada istrinya.Tak lama kemudian bu Teti undur diri.
Kini tiba giliran Intan untuk bersalaman.
Ia langsung memeluk Rania begitu erat.
"Rania...selamat ya...mulai sekarang dunia sudah tau kalau kamu istri pak Arya.Kamu harus bahagia,karna kamu pantas bahagia.Dan semoga secepatnya isi.Biar Devan ada temennya."Intan mencium pipi kiri dan pipi kanan Rania.
"Aamiin...makasih ya Tan doanya.Eh,tapi kok Devan nya gak di ajak.Kalian berdua aja?"Rania hanya melihat Intan dan Dery saja,tanpa adanya Devan.Si ganteng dan gembul baby Intan.
"Enggak Ran...Devan lagi panas,makanya aku tinggal di rumah,di jagain kakek neneknya."
"Uuuhhh...padahal aku pengen gendong di gembul."Rania cemberut.
"Main ke rumah aja kalau kangen."
"Ok deh kapan-kapan."
"Kamu cantik banget deh,pantesan pak Arya bucin banget sama kamu."Puji Intan masih berpelukan dengan Rania.
"Apa sih Tan..."
__ADS_1
"Beneran deh."
Belum juga mereka melepas rindu,Rania sudah di tarik oleh Arya.Seolah Arya tak terima jika istrinya di peluk orang lain.Meskipun itu oleh Intan sahabatnya sendiri.