
"Mas,kita beli kado dulu yuk."Ajak Rania setelah mobil yang mereka kendarai mulai berjalan di antara kepadatan kendaraan di jalan raya.
"Ok!Mau beli dimana?"Tanya Arya sambil melirik Rania.
"Ke mall aja,cari baby shop."
"Siap sayangku..."Arya tersenyum namun masih menatap lurus ke depan.
Sesuai keinginan Rania,Arya melajukan mobilnya menuju mall terbesar di daerah itu.
Setelah mobil terparkir dengan rapi mereka pun segera masuk mall tersebut.
Berjalan mencari baby shop yang ada di mall.
Setelah menemukannya mereka pun berjalan memasuki toko tersebut.
Rania sibuk memilih beberapa barang yang kiranya cocok untuk bayi laki-laki.
Ya,dari kabar yang Rania terima kemarin jika anak Intan berjenis kelamin laki-laki.
Memilih beberapa pernak pernik yang menurutnya bagus dan bermanfaat untuk si baby.
"Mas,yang ini bagus gak?"Menunjukkan baju panjang berwarna biru.Meminta pendapat dari sang suami.
"Bagus kok,ambil aja."Arya melihatnya sekilas.
"Sayang,lihat deh,ini lucu banget buat baby cewek."Arya mengambil bandana kecil yang berwarna pink dan merah.
"Iya,memang kalau baby cewek banyak banget mas yang lucu-lucu.Jadi gemes kan."Rania ikut-ikutan memegang dress bayi yang sangat menggemaskan.
Arya mendekat pada Rania lalu memeluknya sambil berbisik di dekat telinganya.
"Nanti kalau kita punya anak,kamu mau cewek dulu atau cowok duluan?"
Melirik pada Arya yang masih memeluk sambil mengusap perut Rania,"Apaan sih mas..."Sedikit menghindar dari pelukan Arya.Merasa malu karna mereka mulai di lirik oleh ibu-ibu yang juga sedang berbelanja keperluan bayinya.
"Mesra banget...udah hamil berapa bulan mbak...kok perutnya belum kelihatan."Tanya ibu-ibu yang sedang hamil besar.
"Emm...hehehe...belum kok Bu..."Rania merasa malu dan bingung mau jawab apa.
"Lho...kok belum,lalu beli perlengkapan bayi buat siapa?"Tanya ibu itu lagi sambil melihat keranjang belanjaan Rania yang sedang di bawa Arya.
"Kita pengantin baru Bu....do'ain ya semoga istri saya cepet hamil."Arya kembali mengusap perut Rania.
"Oh...pengantin baru...iya deh...saya doain semoga cepet isi ya...kalian serasi sekali.Yang satu cantik,yang satu ganteng,kalau punya anak pasti bakalan cantik dan ganteng juga."Ibu tersebut tersenyum sambil mengusap perutnya sendiri.
"Aamiin..."Jawab Arya dan Rania serempak.
__ADS_1
"Makasih ya Bu doanya...semoga lancar persalinannya nanti,sehat semuanya."Rania pun mendekat dan ikut mengusap perut ibu tadi.
Di saat sedang mengusap perut ibu tadi tiba-tiba perutnya bergerak-gerak.Rania kaget dan keheranan.
"Eh,adek gerak-gerak.Merespon mbak cantik deh kayaknya."Ibu itu tersenyum senang.
Yang tadinya merasa kaget dan bingung akhirnya Rania baru tau bahwa bayi yang berada di kandungan bisa bergerak begitu jelasnya.Rania jadi semakin gemas dan mulai membayangkan jika perutnya suatu saat nanti juga akan bergerak seperti tadi.
Arya tersenyum melihat Rania yang sedang melamun sambil mengusap perutnya sendiri.
Arya pun sudah tak sabar ingin melihat perut istrinya membesar.Pasti akan sangat menggemaskan.
Setelah dirasa cukup mereka segera mengakhiri acara belanja perlengkapan bayi.
Memilih beberapa dan di bungkus rapi lalu segera di bayar.
Sesampainya di rumah sakit Rania segera mencari kamar rawat Intan.
Setelah bertanya pada bagian depan Rania berjalan sesuai arahan yang sudah di tunjukkan oleh petugas yang tadi di tanya.
Melewati beberapa lorong sepi lalu naik ke lantai atas dengan menaiki lift.
Kamar rawat Intan akhirnya sudah di temukan setelah berjalan cukup jauh.
Rania berdiri di depan kamar Rania.
Dari dalam pintu itu dibuka perlahan.
Munculah Dery dari balik pintu.
"Assalamualaikum..."Salam dari Arya dan Rania secara bersamaan.
Dery terkejut melihat kedatangan Rania.
Dan lebih terkejut lagi saat mendapati Arya berada di belakangnya.
"Waalaikumsalam...masuk Ran."Dery membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan Rania masuk.
"Rania..."Seru Intan saat melihat kedatangan Rania.
"Intan..."Rania mendekat lalu memeluk sahabatnya yang sedang duduk bersandar di ranjang rumah sakit.
"Makasih ya udah mau datang jenguk aku..."
"Iya..maaf ya baru bisa jenguk sekarang..."
"Gakpapa,kamu datang kesini aja aku udah seneng banget."
__ADS_1
"Gimana,masih sakit?"Tanya Rania saat mendapati Intan yang masih terlihat pucat.
"Sudah lumayan kok.Tadi sudah mulai belajar jalan."
"Kenapa sampai harus di caesar sih Tan?"
"Iya,soalnya kondisi bayinya sungsang kata dokter."Intan menjelaskan alasan dia yang terpaksa harus oprasi caesar.
"Oh...ya udah,yang penting semuanya sehat."
"Iya,Alhamdulillah aku sama dedek bayi sehat kok.Tinggal proses pemulihan.Perkiraan besok sudah boleh pulang."Jelas Intan.
"Alhamdulillah kalau gitu."Rania ikut lega mendengar penjelasan Intan.
Saat kedua cewek itu sedang asyik ngobrol ternyata kedua cowok yang mendampingi mereka sedang adu pandang lewat tatapan dingin.
Rania dan Intan mulai menyadari hal tersebut.
"Mas,mana kadonya tadi."Rania memanggil Arya yang masih berdiri bersebelahan dengan Dery.Sengaja memanggil untuk mengalihkan perhatian keduanya.
"Eh iya,ini sayang."Arya memberikan kado yang dari tadi dia bawa pada Rania.
"Intan,ini ada sedikit kado buat si dedek baby,semoga bermanfaat ya."Rania menyerahkan kado tersebut pada Intan.
"Duuuh...kok malah ngrepotin sih.Kamu jenguk aja aku udah seneng banget,beneran deh.Tapi makasih banget ya..."Intan menerima kado dari Rania dengan senang hati.
"Iya...Mana sih Tan adek bayi nya?"Rania melihat kesana kemari namun tak menemukan si baby.
"Lagi di ruang bayi Ran...paling sebentar lagi diajak kesini.Setiap dua jam sekali kan harus ngasi."Intan melihat jam di dinding.Sudah dua jam yang lalu dia mengasihi anaknya,jadi pasti sebentar lagi waktunya asi lagi.
Dan benar saja,tak berselang lama seorang suster datang mengantarkan bayi Intan.
"Ibu...saatnya adek bayi minum susu dulu ya..."Suster tersebut menyerahkan bayi Intan yang diangkat dari bok bayi.
"Iya suster...terimakasih ya...sini adek sayang..."Intan mengulurkan tangan menyambut si bayi.
"Aku ngAsi dulu ya."Ucap Intan.
"Iya,mas tunggu di sana dulu ya."Rania menyuruh Arya untuk duduk di sofa tunggu lalu ia segera menarik korden sebagai penutup Intan saat sedang memberi asi pada baby nya.
Kedua lelaki tadi duduk berdua di sofa yang sama namun masih sama-sama memberikan tatapan dingin.
Sedangkan Rania asyik menemani Intan yang sedang sibuk memberikan asi.
Rania ingin belajar dari Intan,bagaimana rasanya jadi ibu baru.
Ia sudah sangat penasaran ingin bertanya banyak hal tentang kehamilan pada Intan.
__ADS_1