
Malam ini Rania berencana mengajak Intan untuk makan di luar.
Sedikit traktir makan sebagai rasa syukur sudah menerima gaji pertama dari jabatan barunya.
Sebenarnya Intan enggan untuk ikut.
Intan akan terluka melihat kemesraan Rania dan Dery.
Namun ia tak tega menolak ajakan sahabat baiknya.
Akhirnya Intan berusaha mengesampingkan perasaannya demi kebahagiaan teman baiknya.
Disinilah mereka berdua.
Dimana lagi kalo bukan di warung tenda ayam bakar kesukaan mereka.
Rania duduk bersama Intan,sedang Dery memesan makanan.
Tak lama kemudian Dery menyusul keduanya.
Mereka duduk bertiga.Dery di samping Rania,dan Intan berada di depan meja Dery.
Tiga gelas minuman tersaji di meja setelah di antar oleh salah seorang pegawai.
Mereka menikmati minum sembari menunggu menu makan mereka datang.
Sesekali mereka terlibat obrolan ringan.
"Maaf ya...baru bisa traktir kalian sekarang...nunggu gajian dulu soalnya...hehehe..."Rania berceloteh.
__ADS_1
"Duuhhh yang naik jabatan...makin sibuk aja dong.Sekarang dah punya temen-temen baru...tar lupa ma aku nih lama-lama."Intan tertawa sambil menutup mulutnya.
"Apaan...ya gak lah..."
"Ya buktinya sekarang kamu dah gak ke kantin.Kita gak bisa makan bareng lagi."Intan cemberut.
"Ya maaf...lha kan aku dah dapat jatah makanan...udah di anter ke ruangan.Kan gak enak kalo mesti turun ke kantin..."Rania tak perlu lagi berdesakan antri ambil jatah makan di kantin.
"Iya deh...iya..."Intan mencubit pinggang Rania.
"Kamu betah gak di tempat yang baru sayang?"
Seketika Intan terdiam ketika mendengar kata yang begitu romantis dari Dery.
Namun sayang,kata itu bukan untuknya.
"Betah mas,aku nyaman kok.Mereka semua baik sama aku.Gajiku juga naik.Lumayan mas buat tambahan nabung."Rania tersenyum dan memandang Dery.
Derypun menatap mata Rania.
"Senengnya...banyak dong tabungannya...jadi bisa cepet-cepet nikah deh."Sambil mencubit pipi Rania.
Lagi-lagi Intan merasakan hatinya begitu sakit.Bukan tak rela,tapi Intan tak menyangka.Ternyata Dery begitu mencintai Rania.
Bahkan mereka sudah berencana untuk menikah.
"Intan....kamu harus lupakan Dery.Biarkan dia bahagia bersama orang yang dia cinta."
Intan terdiam.Ia merasa sungkan,harus ada di antara dua orang yang sedang jatuh cinta.
__ADS_1
"Intan...harusnya tadi kamu gak ikut..."Intan menoleh ke samping.Hatinya masih merasa sakit melihat dua sejoli itu.
"Intan,kamu setuju gak kalo aku sama Rania segera menikah?"
Seketika Intan melihat Dery,Ia memandang lekat wajah Dery yang sedang sibuk memperhatikan Rania.Ia melihat kesungguhan dari kata-kata Dery.
Lama Intan termenung.Memandang wajah Dery.Wajah yang sudah lama hadir dalam mimpi indahnya,sikapnya yang ramah,sopan,serta menghargai semua orang tanpa melihat profesi.
Hingga tak lama kemudian ia tersadar dari lamunannya ketika wajah Dery berpaling dari Rania dan balik melihat Intan.
"Gimana Tan?"Dery kembali bertanya.
"Eh,apa mas Dery?"Intan berpaling untuk menyembunyikan kegugupannya.
"Kamu setuju gak kalo aku segera menikah dengan Rania?"Lagi-lagi Dery memandang Rania penuh puja.
"Setuju banget dong.Kalian emang pasangan yang serasi kok."Intan berharap kata-katanya datang dari lubuk hatinya.
"Tuhh...kan sayang,Intan aja setuju lho..."
"Nanti mas Dery ku sayang...ok!"Rania menarik jempol tangannya.
"Makan dulu yuk.Jangan bercanda terus.Udah laper banget ini."Rania menerima makanan yang di antar ke meja.Lalu menggeser untuk Dery dan Intan.Dan yang terakhir untuknya sendiri.
Mereka makan sambil sesekali bicara.
Yang di iringi oleh canda tawa antara Dery dan Rania.
Sedang Intan,ia lebih banyak diam dan menikmati makan malamnya.
__ADS_1