Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
ruangan baru


__ADS_3

Sesampainya di ruang baru,Rania segera duduk.Ia membersihkan meja terlebih dahulu.


Dalam ruangan tersebut ada beberapa pekerja.


Mereka di pisahkan oleh sekat-sekat pendek.


Masih dalam keadaan tanpa semangat tiba-tiba budhe nya Dewi yang dulu merekomendasikannya kerja disini masuk ke ruangan Rania.


"Rania...selamat ya...gak nyangka kamu bisa di posisi ini...tapi budhe ikut senang.Semoga kamu betah ya..."Budhe Teti memegang pundak Rania.


"Budhe...makasih ya budhe...tapi Rania takut...takut tidak paham cara kerjanya..."Rania melihat budhe Teti.


"Kamu kan gak sendirian...di sini ada beberapa teman dalam satu tim kamu...kalo ada yang kamu gak pahami,tanya saja sama mereka."Pesan Bu Teti.


"Mbak...mas,nitip ponakan ku ya...tolong bimbing dia..kalo ada yang dia gak paham tolong di ajari ya..."Bu Teti memandang pada empat orang yang duduk satu ruang dengan Rania.


"Iya Bu Teti...tenang aja...bakal kita temenin kok..kita bimbing Sampek paham deh.."Kata salah seorang staf laki-laki.


"Kalo liat cewek bening dia cepet banget Bu...cepet buat mepet..."Canda satu temen cewek yang duduk di sebelah Rania.


Mereka tertawa bersama.


Melihat mereka yang tampak bersahabat,membuat rasa takut Rania sedikit berkurang.


"Tuh kan Ran...mereka pada asyik kok orang-orangya.Kamu tenang aja.Lagian Dewi dah cerita kok.Pas sekolah kamu dapat beasiswa karna kamu selalu juara.Budhe yakin kamu bisa cepet beradaptasi."Budhe Teti mengusap pundak Rania.


"Makasih ya budhe....berkat budhe Rania bisa Sampek disini..."Rania menunduk,ia sudah banyak berhutang Budi pada budhe Teti.

__ADS_1


"Rania...budhe cuma rekomendasikan kamu masuk aja lho ya...selebihnya ya itu berkat kinerja kamu sendiri...mana bisa budhe narik kamu ke bagian ini..."Budhe tersenyum.


"Semoga dengan ini kamu bisa bantu biaya sekolah Adek kamu...budhe bangga bisa melihat kamu Sampek disini."Kembali budhe menepuk-nepuk pundak Rania.


"Budhe...makasih ya..."Mata Rania sudah berkaca-kaca.Ia tak menyangka,budhe Teti begitu baik padanya.


"Kok malah sedih,lagian makasih terus...udah mulai kerja,semangat ya..."Budhe mengepalkan tangan dan di angkat ke atas.Memberi semangat baru untuk Rania.


"Mbak...ini kerjaan Rania mana?"Tanya budhe pada teman-teman baru Rania.


"Ini Bu Teti,baru kita bikinkan.Mau di ajari yang mudah dulu."Jawabnya.


"Kalian udah kenalan belum?"


"Hehehe...belum Bu..."Tersenyum sambil garuk-garuk kepala.


Mereka berempat berjalan mendekati meja Rania.


"Kenalin,aku Wisnu"


"Aan."


"Alya"


"Maya."


Mereka masing-masing memperkenalkan diri sambil bersalaman.

__ADS_1


"Rania.Mohon bimbingannya ya mbak,mas.Maaf kalo merepotkan kalian."Ucap Rania.


"Sama kita santai aja Ran..."Sambung Alya.


"Yoi...disini kita sama-sama kerja kok.Gak usah sungkan,kalo ada yang kamu belum paham,tanya kita aja..."Kata Aan.


"Ya udah,budhe kembali ke tempat kerja budhe ya.Kamu baik-baik disini.Selamat bekerja..."Pamit budhe Teti sambil melambaikan tangannya.


"Ya budhe...makasih..."Rania membalas lambaian tangan budhe Teti.


"Bismillah..."Rania memulai pekerjaan barunya.


Tak ingin terjadi kesalahan,setiap Rania belum paham ia selalu bertanya pada teman-temannya.


Namun ia lebih banyak hal yang paham daripada hal yang tidak ia pahami.


Ternyata bekerja di bagian baru tak semenakutkan seperti bayangan Rania sebelumnya.


Teman-temannya juga baik-baik semua.


Mereka menganggap Rania adik kecil mereka.


Karna umur yang terpaut sekitaran empat sampai lima tahunan di bawah mereka.


Rania merasa hidupnya selalu beruntung.


Ia di kelilingi orang-orang baik di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2