Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Ungkapan hati


__ADS_3

Saat Rania jalan kaki,ia merasa seperti di ikuti sepeda motor dari belakang.Karna laju motor itu tidak kencang.Rania merasa takut.


Jantungnya berdegup kencang.


Dalam benaknya ia sudah berpikir macam-macam.Padahal jalan raya masih lumayan jauh.Dan sekarang ia justru sedang berada di tempat yang sepi.


Sambil mempercepat jalanya Rania melirik motor itu.Ia akan berusaha lari ke tempat yang ramai orang.


Tin tin tin...


Suara klakson motor yang sudah berada di sampingnya.


Rania tak berani menoleh,telapak tangannya berkeringat.Ia semakin takut.


"Rania."Panggil pengendara motor itu.


Seketika Rania kaget dan menoleh.


Samar-samar ia melihat wajah orang itu meski sebenarnya ia takut.


"Hei Rania,berhenti dulu."Sambungnya lagi.


Akhirnya Rania berhenti sejenak dan melihat orang itu.Ternyata dia adalah Dery.


Rania menghembuskan nafas panjang sambil berkata."Mas Dery...duh ngagetin aja sih mas."


"Hahaha...kamu kira siapa sih Ran?"Dery bertanya sambil mematikan mesin motor.


"Rania takut tau mas...Rania kira orang jahat."Rania memanyunkan bibirnya.


"Pantesan aku panggil-panggil kamunya malah makin kenceng aja jalannya,hahaha..."Dery berkata sambil tertawa..


"Emang mau kemana sih,kok sendirian."Tanya Dery lagi.


"Eh-mm...mau ke ATM sekalian belanja mas."Jawab Rania malu-malu.

__ADS_1


Dery melihat Rania sendirian lalu bertanya"Kok sendirian,biasanya kemana mana sama intan."


"Intan pulang sore tadi mas,Bapaknya masuk rumah sakit katanya."Jawabnya.


"Oh...gitu.Ya udah yuk aku anterin."Dery menghidupkan kembali mesin motornya.


"Eh,gak usah mas makasih,jalan kaki aja gak papa."Tolak Rania.


"Udah ayo gapapa.malem malem jalan sendirian bahaya lho."Dery menarik tangan Rania.


"Gak ngerepotin mas Dery nih?"Tanya Rania.


"Gak...ayo cepetan naik,keburu kemaleman lho."Ajak Dery.


Akhirnya Rania di antar Dery.Setelah dari ATM mereka lanjut ke mol.


Dery menunggu di depan mol.


Ia sedang tak ingin masuk mol.


Belum lama Dery menunggu terlihat Rania sudah keluar.


"Besok aja deh mas belanjanya,takut mas Dery nunggunya kelamaan."Rania tersenyum.


"Santai aja kali,terus habis ini mau kemana lagi?"Tanya Dery.


"Mm..balik aja mas."Jawab Rania."


"Laper nih,makan dulu mau gak?"Tawar Dery.


Rania memang sebenernya laper,ia juga berfikir mau traktir Dery sebagai tanda terimakasih.


Rania mengangguk"Boleh deh mas."


🌼🌼🌼

__ADS_1


Mereka duduk berdua sambil menunggu pesanan datang.


Dua porsi ayam bakar akhirnya sampai.


Mereka makan di warung lesehan pinggir jalan.Diam-diam Dery terus memperhatikan Rania.


Senyumnya,sopannya,serta keceriaannya akhir-akhir ini selalu membuat Dery tak bisa tidur.


Entah kenapa sejak pertama bertemu waktu tak sengaja tertabrak dulu,ada rasa ingin lebih dekat dengan gadis cantik dengan model rambut bergelombang itu.


Dery tak bisa lagi menyimpan rasa itu.


Entah apa nanti jawaban Rania,yang jelas ia ingin mengungkapkan rasa.


"Rania,maaf.apa kamu sudah punya pacar?"Jantung Dery berdebar menanti jawaban Rania.


Rania kaget dengan pertanyaan Dery.


Tapi ia berusaha bersikap santai."Belum mas."Rania menjawab singkat.


"Aku tau pasti kamu kaget,karna ini terlalu cepat mungkin buat kamu.Tapi aku pengen bilang.Aku sayang sama kamu.sejak pertama aku lihat kamu...aku sudah mulai jatuh cinta sama kamu."Dery diam sejenak sambil menarik nafas panjang.


"Maukah kamu jadi pacarku?"Lanjutnya.


Seketika Rania mematung.


Nafasnya seolah ikut berhenti sejenak.


Ia kaget,bingung harus berkata apa.


Karna jujur hatinya belum begitu yakin dengan Dery.


Ia masih belum bisa merasakan debar jantung jatuh cinta.


Yang ia tau Dery sosok lelaki yang baik,dewasa,dan dari tingkah lakunya akhir-akhir ini memang sudah disadari oleh Rania.Bahwa ada yang berbeda dari sikap Dery.

__ADS_1


Bukan Rania tak tau.Ia hanya tak mau terlalu percaya diri.


Dery mengibaskan tangannya di depan wajah Rania.Membuat Rania tersadar dari lamunannya.


__ADS_2