Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Bukan mimpi


__ADS_3

Setelah minuman Tarisa datang,mereka segera minum masih dengan sesekali ngobrol.


"Ok,sekarang kita bicara masalah intinya saja ya."Bu Herman mulai bicara serius.


"Kamu Rania,kenalkan,gadis cantik di sebelah ibu ini namanya Tarisa."Bu Herman memegang pundak Tarisa.


Tarisa pun tersenyum sambil mengangguk.


"Dan Tarisa ini adalah calon istri Dery."Lanjut Bu Herman.


Duarr!


Bagaikan tersambar petir di siang hari.


Rania begitu kaget dengan ucapan Bu Herman.


"Ma-maksud ibu...?Rania ingin memperjelas semuanya.


"Iya,dia calon istri Dery yang sesungguhnya.


Mereka sudah sepakat untuk kita jodohkan.


Dan hanya Tarisa mantu yang paling cocok menemani Dery.Karna dia juga seorang guru."Dengan bangga Bu Herman mengungkapkannya.


"Ta-tapi mas Dery gak pernah bilang soal ini."Rania masih mencoba untuk sabar.

__ADS_1


"Mungkin Dery masih menyembunyikan semua ini dari kamu."Kini giliran Desy yang bicara.


"Untuk itu,saya harap kamu tidak usah bermimpi untuk jadi istrinya Dery.Lupakan Dery dan putuskan hubungan kalian segera."Bu Herman berkata tanpa merasa berdosa sedikitpun.


"Iya Rania...kasihan si Dery.Pasti dia belum tega putusin kamu.Karna Dery itu orangnya suka kasihan sama orang-orang yang miskin dan lemah..."Desy berkata dengan nada mengejek.


"Maaf ya...saya sama Dery saling cinta...bahkan kemarin kita jalan bareng.Dery juga sudah kerumah saya."Wanita yang bernama Tarisa itu ikut bicara.


"Dengar sendiri kan,jadi untuk apa lagi kamu sama Dery.Karna hanya Tarisa satu-satunya orang yang kami restui untuk jadi pendamping Dery.Segera putuskan dia dan jika perlu pergi dari tempat kost saya."Bu Herman kembali mengulang ucapannya.


"Dan saya mohon...segeralah pergi dari hidup Dery.Supaya ia tidak lagi merasa kasihan sama kamu.Supaya kita bisa secepatnya menikah.Kamu mau kan Rania?"Mohon Tarisa.


Sedang Rania masih terus diam.


Mencerna setiap kata yang keluar dari mulut mereka.


"Benarkah semua ini?Begitukah penilaian mas Dery sama aku?Dia hanya kasihan sama aku,bukan cinta?"Rania ingin menolak keras ucapan mereka.


Namun ia tak mampu jika suatu saat mendengar semua itu langsung dari mulut Dery.Orang yang selama ini ada di hidup Rania.


Yang selalu ada dan menjaga Rania.


"Kenapa lagi,apa kamu masih belum percaya?"Desy mengagetkan lamunan Rania.


"Kamu masih berharap untuk bisa jadi mantu pak Herman?"Tambah Bu Herman.

__ADS_1


"Perlu kamu ingat,sekalipun Dery memilih kamu,saya sebagai ibunya tetap tidak akan pernah merestui kamu.Karna kamu tak sepadan dengan kami."Ucap Bu Herman lagi.


"Dan sayangnya...Dery lebih milih aku."Tarisa pun tak mau kalah.


Air mata Rania meluncur.Tak dapat lagi di bendung.


Semua terasa membingungkan.


Ia ingin berusaha tak percaya,namun kenyataan sudah ada di depan mata.


Apa ia harus menutup mata dengan keadaan ini?


Tanpa berkata lagi,Rania segera berlari keluar dari tempat itu.Tempat yang membuatnya sesak.


Ia pergi dengan membawa luka serta air mata yang terus mengalir deras.


Dan seketika turunlah hujan.


Rania tak peduli dengan keadaanya yang mulai basah kuyup.Ia terus melangkahkan kakinya tanpa tujuan.


"Ya Allah...apa semua ini bukan mimpi?Aku harus bicara apa sama bapak ibuk di rumah..."Batin Rania sambil menangis sesenggukan.


"Kenapa mas Dery bisa Setega itu sama aku...?"


Rania berhenti di pinggir jalan.Ia duduk di sebuah bangku taman.

__ADS_1


Masih enggan untuk kembali pulang.


Hatinya hancur menerima semua kenyataan pahit yang selama ini tak pernah ia bayangkan.


__ADS_2