
Selesai dengan urusan bunga,Rania baru teringat akan baju nya.
Ia bergegas pergi ke tempat cucian.
Melihat kanan kiri tapi Rania tak menemukan orang disana.
"Rania...kok masih disini...bukanya istirahat lagi..."Mama Anita menegur.
"Eh,itu Tante,Rania mau ambil baju Rania yang kemarin.Mungkin sudah kering,mau Rania pakai."Ucapnya.
Mama Anita tersenyum mengingat kelakuan nenek yang ingin mengusili Rania hanya karna ingin supaya Rania tidak segera pulang.
"Rania...gak perlu cari baju kamu.Sini ikut Tante."Mama Anita menarik tangan Rania.
Rania bingung,namun ia tetap mengikutinya.
Mereka berhenti di depan kamar tamu yang di gunakan Rania.
"Sini Tante tunjukin sesuatu."Membuka pintu dan berjalan menuju lemari besar di sebelah ujung kamar dekat kamar mandi.
Mama Anita membuka pintu lemari tersebut.
Seketika mata Rania terbelalak melihat deretan pakaian yang di susun rapi.
Dan ternyata semuanya masih baru.
Karna semua masih terpasang bandrol harganya.
"Ini baju siapa tante?"Tanya Rania.
__ADS_1
"Ini baju khusus buat persediaan kalo ada yang nginap disini.Dan kamu boleh pilih baju sesuka kamu.Masih baru kok."Mama Anita menunjukkan beberapa baju untuk dipilih Rania.
"Tapi Tante...Rania kan ada baju kemarin."Tolaknya.
"Gak boleh nolak ya...Kamu pilih beberapa boleh.Sebagian di bawa ke kost buat ganti."Paksa mama Anita.
"Ya udah,Rania ambil satu saja ya Tante.Rania pakek sekarang."Rania tak berani menolak.
"Ya sudah deh kalo gitu."Pasrah mama Anita.
"Tante tunggu di ruang santai ya."Berjalan keluar kamar.
"Iya tante."
Rania segera masuk kamar mandi dan berganti pakaian.
Selesai ganti baju dan sedikit menata penampilannya,Rania keluar dari kamar.
"Rania...kok sudah rapi."Nenek melihat penampilan Rania dari atas sampai bawah.
"Iya Nek...Rania mau pamit pulang dulu.Takut Intan khawatir..."Menghampiri nenek dan mama Anita yang sedang bersantai.
Nenek menyambut dengan pelukan.
"Kok pulang sih sayang..."
"Iya,kok pulang.Sudah sehat beneran kamu Rania?"Mama Anita pun ikut memeluk Rania.
"Sudah kok Tante.Makasih banget untuk semuanya.Maaf Rania selalu repotin semua."Rania mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Gak boleh gitu...kita semua sayang kamu.Kamu mesti jaga diri baik-baik."Meski mama Anita tak tau persis apa yang sedang terjadi dengan Rania.Tapi dari kejadian kemarin dapat di perkirakan kalo sekarang Rania sedang ada masalah serius.
Namun mama Anita tak ingin menanyakan hal itu sekarang.Karna selain tidak ingin Rania kembali bersedih,Mama Anita juga berpikir mungkin itu salah satu dari privasi Rania.
Biarkan dia tenang dulu.
Yang terpenting sekarang adalah kondisi kesehatan Rania terlebih dahulu.
"Kapanpun kamu mau,kesini lagi ya nak...nenek pasti akan sangat merindukan kamu."Nenek memegang erat tangan Rania.
"Iya Nek...nenek sehat terus ya..."Mengusap punggung tangan nenek.
"Biar di anterin Arya,tunggu disini sebentar."Mama Anita hendak pergi mencari Arya.
Langkah mama Anita terhenti ketika melihat anak dan bapak yang baru datang.
Mereka tak lain adalah papa jaya dan Arya.
"Kalian dari mana?"Tanya mama Anita.
"Dari teras depan ma...ada apa?"Jawab papa Jaya.
"Arya di suruh nenek anterin Rania pulang."
"Hah,sekarang ma?Emang udah beneran sembuh?"Arya takut Rania masih sakit.
"Katanya sih sudah,makanya anterin gih.Biar bisa cepet istirahat."
Mereka bertiga berjalan ke ruang santai guna menemui Rania dan mengantarkannya pulang.
__ADS_1
Sebenarnya Rania ingin menolak,mengingat ia sudah sangat merepotkan keluarga Adiyasa.
Namun ia juga tak bisa berbuat apapun jika nenek sudah berkeinginan.