Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Bahagia bersama


__ADS_3

Dery tertegun melihat Rania dari dekat.


Seseorang yang sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang masih ada di hatinya.


Menjadi satu-satunya yang bertahta penuh di relung hatinya.


Kini...ia sudah bersanding dengan pria lain.


Pria yang jauh lebih segalanya daripada dia.


Sudah bisa dipastikan jika dirinya akan tergeser di hati Rania.


Wajahnya yang anggun,teduh dan penuh dengan senyum.


Begitu cantik,bahkan jauh lebih cantik saat wajahnya berseri menampakkan kebahagiaan baru bersama suaminya.


Ya,Rania bahagia bersama Arya,sedangkan dia...hidup bersama Intan,namun hatinya masih berhenti di tempat.


Masih terus berharap padahal sudah jelas bahwa harapannya sudah tak mungkin lagi terjadi.


Bertahan sakit,pergi pun enggan.


"Ehm!"Suara Arya mengagetkan Dery dari lamunannya.


Dery tak sadar jika ia berdiam diri cukup lama di depan Rania.


Hal itu membuat Arya merasa muak melihatnya.


"Bisa lebih cepet gak mas,yang antri masih banyak nih."Celetuk Wisnu yang berada di deretan setelah Dery.


Tak sabar rasanya melihat Dery yang hanya diam mematung di tempat.


"Ah iya,maaf!"


Dery mengulurkan tangan di depan Rania.


Namun Rania tak membalasnya melainkan mengatupkan kedua tangan didepan dada.


Rania melakukannya bukan tanpa alasan.


Ia ingin menjaga hati.


Menjaga hati suaminya dan juga menjaga hati Dery.


Namun rasa yang dimiliki Dery yang masih begitu besar,membuatnya melupakan jika ia sedang di perhatikan banyak orang.


Ia justru memeluk Rania.


Rania yang tak mengira bahwa Dery akan senekat itu pun kaget.


Ia mencoba melepaskan pelukan itu,namun Dery semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Bagi orang yang tidak tahu menahu soal hubungan mereka yang sudah lalu,mereka mengaggap itu hal biasa.


Hanya mengira jika itu pelukan biasa dari seorang sahabat.


Namun tidak bagi Arya.Ia sudah meremas kedua tangannya hendak memukul lelaki yang tak tau sopan santun itu.


Namun ia masih memikirkan begitu banyak tamu yang hadir.Tidak mungkin jika ia akan melampiaskan amarahnya,karna itu akan merusak acara.


"Dery,tolong lepaskan saya."Mohon Rania.


"Biarkan begini sebentar saja Rania.Hingga aku ikhlas melepasmu.Karna mungkin ini yang terakhir kalinya aku bisa memelukmu.Namun sampai kapanpun,cinta ini tak kan pernah mati dalam hatiku."Dery meluapkan rasa yang ada di dadanya.


"Tolong Dery,jangan buatku malu di acara resepsi pernikahanku sendiri!"Ucap Rania dan kembali mencoba melepaskan diri dari pelukan Dery.


Arya pun tak tinggal diam.Dia menarik Rania dari dekapan Dery.


"Jangan macam-macam bro.Dia adalah istriku!"Arya melerai pelukan itu dengan amarah yang tertahan.


Dery pun lantas menyudahi pelukannya sambil tersenyum miring.


Ia mendekat pada Arya dan mengulurkan tangannya.


"Selamat pak Arya."


"Terimakasih,silahkan anda pergi sebelum saya panggilkan satpam!"Ucap Arya sambil menyalami Dery dengan sekilas saja.


Jujur dia sangat malas membalas uluran tangan Dery,tapi ia tak ingin membuat ribut di acaranya sendiri.


"Baiklah,tolong jaga Rania baik-baik.Jika kamu bosan dengannya,kembalikan padaku."Perkataan Dery yang seolah menantang membuat Arya semakin geram.


"Perlu anda tau pak dosen Dery,Nia milik saya.Dan dia sudah jadi milik saya sepenuhnya.Jadi sampai kapanpun saya tak akan pernah melepaskannya.Apalagi membiarkannya kembali pada anda.Maaf,tapi anda jangan bermimpi!"Arya membalas ucapan Dery.


Dery termenung mendengar ucapan Arya.Mereka sudah menyatu,jadi itu artinya Dery harus benar-benar mengubur dalam-dalam rasa di hatinya.


Ia lantas turun dari tempat kedua pengantin.


Pergi dengan membawa kekalahan dalam cintanya.


Ia mencoba tersenyum meski hatinya begitu sakit.


Intan mengajaknya duduk untuk menikmati makanan yang sudah di sediakan.Namun Dery menolaknya.


Ia memilih pergi dari tempat itu demi menjaga hatinya agar tetap baik-baik saja.


Intan pun mengikuti keinginan Dery untuk segera pulang.Dengan alasan takut jika Devan menangis.


"Segitunyakah perasaan kamu padanya mas,hingga aku tak pernah kau anggap sama sekali.Padahal aku sudah ikhlas menemanimu yang masih belum bisa melupakannya,tapi nyatanya semua itu tak mampu merebut hatimu."Intan pun ikut pulang bersama Dery.


Begitu kepergian Dery keempat teman Rania mendekat dan berebut menyalami pengantin wanita yang ternyata adalah teman satu ruangan dengan mereka itu.


"Ah,benarkan kalau ini Rania.Aku tidak salah lihat."Wisnu memperhatikan wajah Rania dari dekat.

__ADS_1


Rania menunduk malu.Karna sampai sekarang ia belum menceritakan pada teman-temannya.


Hingga mereka tau dengan sendirinya.


Rania merasa takut jika mereka salah paham dengannya.


"Emmm...maaf ya.Rania belum jadi cerita sama kalian."Rania mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintamaafan.


"Sudahlah Rania,kita yakin kamu punya alasan tersendiri sehingga belum menceritakan hal ini pada kita.Ya kan teman-teman?"Tanya Wisnu pada ketiga sahabatnya.


"Iya Rania...kamu tenang saja...itu privasi kamu.Kamu berhak bercerita ataupun enggak pada kita."Sambung Maya.


"Tapi kita sih berharapnya kamu menganggap kita teman,jadi mau cerita pada kita.Karna kita kan jadi penasaran..."Imbuh Alya.


"Kalian apaan sih...kalian semua udah aku anggap sahabat dan saudara,bahkan kalian seperti kakak-kakakku saat bekerja.Tapi kemarin memang belum ada kesempatan buat cerita.Nanti deh aku ceritain."


"Tapi...memangnya kamu masih akan bekerja bareng kita?Kan sekarang kamu istrinya pak Arya."Aan ikut bicara.


"Kalian...aku kan bisanya pekerjaan seperti yang biasa aku kerjakan."


"Emang pak Arya masih ngijinin kamu kerja?"Tanya Maya ingin tau.Melihat sekarang Rania sudah di persunting oleh bos pemilik perusahaan.


"Boleh kok.Iya kan mas?"Rania melihat Arya.


Keempat temannya sama-sama penasaran dengan jawaban yang akan di berikan Arya.


Sehingga mereka menunggu dan tak mengalihkan pandangan dari wajah Arya.


"Boleh kok,asal Nia bisa membagi waktunya."Jawab Arya.


Dan jawaban itu membuat keempat orang itu merasa lega.Karna sepertinya Rania sudah sukses masuk ke dalam hatinya bos dingin mereka.


Jika biasanya Arya terlihat cuek,diam dan dingin,tapi berbeda sekali sikapnya saat bicara dengan Rania.Terlihat sabar dan juga sayang sama Rania.Hal tersebut membuat keempat teman kerja itu merasa senang.


Mereka tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Rania.Karna biasanya bos besar akan bersikap semena-mena jika tidak suka.


Tapi sepertinya hal itu tidak terjadi pada Rania jika melihat sikap suaminya yang terlihat mulai bucin dengan istrinya itu.


Mereka asyik ngobrol karna melihat antrian di belakang mereka sudah tinggal beberapa orang.


Setelah mengucapkan selamat kepada Rania dan Arya mereka bersiap untuk turun dan menikmati hidangan yang sudah berjajar rapi di stand makanan.


Namun Alya belum ingin turun.Sebab ia ingin berfoto dengan sang pengantin.


"Rania,boleh foto bareng gak?"Alya memberanikan diri bertanya pada Rania.


"Oh iya,Rania lupa.Boleh banget dong...yuk semuanya."


Mereka berjajar rapi di sebelah Rania dan Arya.


Beberapa model mereka berfoto.Dari model yang formal hingga model bebas.

__ADS_1


Semua tersenyum bahagia mengiringi kebahagiaan Rania dan Arya.


__ADS_2