Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
kembali dari awal lagi


__ADS_3

"Ta-tapi apa mas Arya yakin?"Rania masih tak percaya jika Arya ingin memulai kembali semuanya dari awal.


"Apa kamu keberatan?"Arya kembali bertanya.


"Bu-bukan begitu maksudku.Ta-tapi....apa mas yakin akan memulai semuanya dari awal dengan aku?A-apa mas Arya tidak malu?"Menundukkan wajahnya sambil tangannya memegang erat mukena yang sudah dilipat kembali.


"Malu?Maksud kamu?"Arya menatap wajah Rania.


"A-aku hanya karyawan mas di pabrik."Bicara dengan sangat pelan,takut Arya marah.


"Apa maksud kamu?Kamu tau bukan jika keluarga Adiyasa tak pernah memandang seseorang dari status dan kedudukan!"Arya bicara pelan namun dengan nada penekanan.


Tangan Rania mulai gemetar di balik lipatan mukena yang di pegangnya.


"Bukan begitu maksudku mas,aku paham betul dengan kebaikan keluarga mas Arya,baik itu dari nenek,papa,mama semuanya baik sekali sama aku mas.Mereka sayang sama aku.Tapi bagaimana dengan penilaian orang lain?Dengan rekan bisnis keluarga Adiyasa?"


"Peduli apa dengan omongan orang.Lagipula hubungan bisnis tidak ada hubungannya dengan hal pribadi.Kita semua bekerja secara profesional."


Keduanya diam untuk sesaat.


Arya pun kembali bertanya."Apa kamu masih belum yakin?"


Rania melihat mata Arya,ingin tau seberapa kesungguhannya.


Untuk beberapa saat keduanya saling beradu pandang,dan Rania melihat ketulusan dari ucapan Arya lewat sorot matanya.


"Baiklah jika mas Arya sudah yakin."Pada akhirnya Rania memutuskan untuk mencobanya.


Arya tersenyum bahagia mendengar jawaban pasrah dari Rania.


Hatinya merasa sangat lega mendengar jawaban Rania.


"Mas,Rania mau ke dapur dulu ya."Pamitnya sambil berdiri.


"Tunggu,aku juga ingin turun.Kita turun berdua."Arya melepaskan sarung yang di gunakan untuk sholat lalu melipatnya asal.


Melihat itu Arya mengambil sarungnya dan melipatnya rapi lalu kembali disimpan.


Arya memperhatikan setiap gerakan Rania.


"Kalau capek tidak perlu ikut masak di dapur,ingat kamu bukan pembantu di sini,tapi kamu istriku."


Rania menoleh pada Arya,"Aku memang bukan pembantu,tapi aku ingin belajar masak dari koki di sini supaya aku bisa masak."Jawabnya sambil tersenyum manis.


"Untuk apa,di sini kan ada koki.Kamu tinggal bilang apa yang kamu mau."


"Mas,aku ini seorang istri,setidaknya aku ingin bisa masak buat suamiku maupun anak-anakku nanti."


"Duuhh apaan sih Rania..."Rania malu sendiri dengan ucapannya barusan.

__ADS_1


Ia segera berbalik badan lalu berjalan hendak keluar kamar.


Arya yang mendengar hal itu pun merasa sangat senang.


Ia tersenyum dan berjalan di belakang Rania untuk ikut turun.


Mereka berjalan menuruni tangga bersama.


Arya masih terus menampakkan raut bahagianya.


Mama dan papa yang melihat kebersamaan kedua pasangan pengantin baru itupun jadi merasa heran.


Mereka ikut merasakan bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Arya.


"Ehem!Tumben gak sholat subuh di mushola?"Papa Jaya sengaja menggoda Arya.


"Kayaknya papa bakalan sering sholat subuh sendirian deh pa."Mama Anita tak mau kalah.


"Apaan ma,orang papa sholat subuh gak sendirian kok.Kan masih ada pak satpam sama yang lainnya."Mereka biasa sholat bersama satpam,tukang kebun,dan juga sopir keluarga Adiyasa.


"Iya iya...papa juga gak masalah kok.Tapi tadi gak melewatkan sholat subuh kan?"Kembali papa Jaya meledek Arya.


"Ya sholat lah pa..."


"Hahaha...."Papa sama Mama sama-sama tertawa melihat Arya yang masih dengan sikap percaya dirinya.Sedangkan Rania terlihat sangat malu.Ia hanya bisa tersenyum sambil menunduk,tak berani melihat kedua mertuanya.


🌼🌼🌼


Mulai sekarang sudah mulai diberlakukan sistem lima hari kerja.Jadi pada hari Sabtu dan minggu seluruh karyawan libur.


Arya bisa santai untuk beberapa jam kedepan sebelum pergi menemui klien siang nanti bersama asisten Roy.


"Mas,hari ini mumpung weekend aku mau nemenin nenek jalan-jalan boleh?"Rania minta ijin sambil menyirami bunga mawar di taman.


Arya yang sedang merapikan bunga krisan pun menoleh pada Rania.


"Mau pergi kemana?"


"Emm...aku sendiri belum tau mas.Terserah nenek aja mau kemana."


"Memang nenek gak bilang mau ajak kamu kemana?"


"Enggak,kemarin cuma bilang minta ditemenin jalan-jalan gitu doang."


"Jam berapa berangkatnya?"Arya melihat jam tangan yang dikenakannya.


"Mungkin sekitar jam sepuluhan mas."


"Nanti biar aku antar sekalian berangkat meeting dengan klien."

__ADS_1


"Apa gak ganggu waktunya mas Arya?"


"Gak kok.Nanti bisa di atur."


Baru saja mereka selesai membicarakan nenek,tiba-tiba saja nenek datang dan memanggil Rania.


"Rania,buruan gih siap-siap.Jadi nemenin nenek kan?"Nenek berjalan mendekati Rania dan Arya.


"Lhoh,katanya berangkat jam sepuluhan.Ini kan baru jam delapan nek."Arya menunjukkan jam tangannya.


Rania pun ikut bingung mendengar ajakan nenek,"Iya nek,ini kan baru jam delapan."


"Kita berangkat jam sembilan.Kamu belum mandi kan?"Tanya sang nenek.


"Ya udah,mandi,siap-siap sana gih.Arya,pinjam Rania ya."Nenek beralih menoleh pada Arya.


"Iya..."Jawab Arya.


"Cepetan ya sayang,nenek juga mau mandi dulu."


"Iya nek."Rania meletakkan selang penyiram tanaman lalu mematikan kran air.


"Aku duluan ya mas."Rania masuk ke dalam rumah.


Rania segera mandi supaya nenek tidak kelamaan menunggunya.


Selesai mandi ia kaget ketika mendapati Arya yang sudah duduk santai di sofa depan tv.


"Mas,kok disini!"Rania tak tau harus bagaimana.


Ia merasa sangat malu,karna ia keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk saja.


Serta handuk rambut yang ia lilitkan di kepalanya karna baru saja selesai keramas.


Tadinya Rania berfikir kalau Arya masih bersantai di taman,mengingat tadi dia bilang akan berangkat meeting jam sepuluh pagi.


Bukannya segera pergi justru Rania berdiri mematung di tempat.


Arya yang melihat hal itu justru tersenyum geli melihat Rania yang salah tingkah.


Namun untuk beberapa menit selanjutnya tatapan Arya pun berubah.Yang tadinya fokus melihat wajah Rania yang terlihat lucu,kini fokusnya beralih pada tubuh sang istri.


Selama dua bulan menikah Rania tidak pernah menampakkan tubuhnya.Jangankan tubuh,rambut saja selalu ia tutupi dengan jilbab instan sekalipun hanya berdua.


Namun kali ini Arya bisa melihat tubuh Rania yang setengah telanjang dan hanya tertutup handuk saja.


Yang tadinya Rania yang terlihat kaget dan gugup,kini giliran Arya yang terkagum serta salah tingkah.


Menyadari akan hal itu Rania segera berlari menuju ruang ganti.

__ADS_1


"Rania...kenapa kamu ceroboh sekali...."Merutuki keteledorannya sambil tangannya sibuk mencari baju ganti di lemari.


__ADS_2