Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Bertemu lagi


__ADS_3

Saat mereka bertiga sedang ngobrol,terdengar suara pintu diketuk.


Tok...tok...tok...


"Masuk!"Arya melihat ke arah pintu.


"Maaf pak Arya,bagian staf ada yang akan menyerahkan berkas."Roy masuk.


"Biarkan langsung masuk."Ucap Arya.


"Baik pak,saya permisi dulu."Roy kembali keluar.


Arya menjawab hanya dengan anggukan kepala.


Tak lama setelah itu munculah Rania dari balik pintu.


"Maaf pak,ini berkas yang Bapak minta kemarin."Rania menyerahkan berkas tersebut.


"Baiklah,tunggu sebentar,saya cek dulu."


"Baik pak."


Sang nenek yang tadinya sedang membaca buku merasa seperti mengenal suara itu.


Lalu ia menoleh melihat wajah karyawati yang barusan masuk.


Ia mendekat sambil menduga-duga.


"Kamu...Rania kan?"


Mama Anita yang tadinya sedang sibuk dengan ponselnya pun ikut melihat pada gadis itu.


Rania kaget,dan ia melihat wajah seorang nenek yang sudah memegang pundaknya.


"Nenek..."


Arya dan mama Anita sama-sama heran.


"Bagaimana mereka bisa saling mengenal?"


Begitulah kira-kira isi dari benak mereka.


Namun mereka masih tetap diam dan menunggu penjelasan nenek.


"Kamu bekerja disini nak Rania?"Tanya nenek antusias.


"Iya Nek,nenek sendiri?"Rania bingung kenapa nenek yang waktu itu ada di taman bisa berada di ruangan Arya.

__ADS_1


"Iya,dia cucu nakalnya nenek,yang waktu itu ninggalin nenek sendirian di taman."Sambil menunjuk Arya dengan ekor matanya.


"Maaf Bu...Rania tidak tau."Rania menunduk.


Ia takut jika ia di bilang sudah tidak sopan pada nenek dari bosnya.


"Kenapa panggil Bu....tetep panggil nenek dong...nenek seneng banget bisa ketemu kamu disini.Dan tau ternyata kamu kerja disini..."Nenek menggenggam tangan Rania.


Nenek merasa senang sekali.Karna ia tak perlu susah-susah mencari anak yang baik hati itu.


"Nenek kenal?"Mama Anita ikut mendekat.


"Iya,kemarin pas di taman nenek hampir saja jatuh.Untungnya ada gadis baik hati ini yang nolongin nenek."Nenek menceritakan pertemuan mereka.


Mama Anita memperhatikan gadis itu..


"Bukankah...?


"Yang pas Arya tinggal sebentar itu Nek?"Arya ikut penasaran.


"Sebentar kamu bilang?Sebentar cari toiletnya,tapi lama telponannya sampek-sampek lupain nenek!"Jawabnya ketus.


Nenek masih mengusap dan memegang tangan Rania.


Nenek sangat antusias mengajaknya ngobrol.


"Ya sudah,ini...sudah saya tanda tangan."Arya menyerahkan berkas itu kembali pada Rania.


"Baik pak,saya permisi dulu."Merasa sudah tidak ada kepentingan ia segera pamit.


"Nenek...Bu...Maaf Rania permisi dulu."Rania memegang tangan nenek dan juga menoleh pada Bu Anita.


"Yah...kok pergi sih...nenek kan masih pengen ngobrol..."


"Maaf nek...Rania mesti kembali bekerja...insya Allah kapan-kapan bisa ngobrol lagi di taman."Usul Rania.


"Ah,iya...baiklah kalo begitu."Nenek menemukan ide supaya bisa lebih dekat dengan Rania.


"Nenek minta nomer kamu ya.Nanti nenek hubungi.Kita bisa jalan-jalan di taman lagi."


Lalu Rania memberikan nomer ponselnya pada nenek.


"Rania kembali bekerja dulu ya nek..."


"Iya deh,nanti nenek hubungi kamu.Selamat bekerja ya nak..."


"Baik Nek...terimakasih..."

__ADS_1


Rania keluar dari ruang kerja Arya.


Mama segera berjalan mendekat pada Arya.


"Arya,bukannya gadis itu dulu di bagian finishing?"Tanya mama Anita.


"Iya mah,semenjak sekertaris pak Broto resign,tatanan aku geser.Roy aku angkat jadi sekertarisku dan ya...begitu bergeser."


"Lalu...dia naik jadi staf."Lanjut mama Anita.


"Heem."


"Kenapa kamu pilih dia?"Mama Anita melirik Arya,ingin tau apa alasannya memilih dia di antara ratusan karyawan.


"Ya karna kinerjanya bagus lah ma..."


"Lalu?"Tak terima hanya karna alasan itu.


"Ya...dia profesional mungkin."


"Mungkin."Mama Anita mengulang kata yang Arya ucapkan.


"Arya mau ke toilet dulu ma."


Karna tak mau ketahuan grogi akhirnya ia buru-buru pergi ke toilet.


Mama Anita menangkap sesuatu yang berbeda dari sikap Arya barusan.


Ia hafal betul dengan anak semata wayangnya.


Ia tersenyum kecil lalu membuka ponselnya dan menulis pesan pada sang suami.


"Pah,segera cari tau tentang salah satu staf yang bernama Rania."


Dan pak Jaya Adiyasa pun membalasnya.


"Ada apa dengannya mah?"


"Udah,cari tau aja dulu.Nanti di rumah mama ceritain."


"Ok mah..."


"Yang lengkap."


"Baik ibu ratu..."


Mama Anita semakin penasaran dengan gadis itu.Ia ingin memastikan yang terbaik untuk Arya.

__ADS_1


__ADS_2