
Saat di jalan,Rania lebih banyak diam.
Ia bingung dengan keadaan ini.
Dery ikut pulang bersamanya.
Takut akan tanggapan orang-orang di sekitarnya tentang Rania.
"Kok nglamun aja sih sayang.Mau beli sesuatu dulu gak,atau kita makan dulu?"
"Jangan mas,gak usah makan dulu.Tar Sampek rumah kesorean lho."
"Ini baru jam tiga sayang.."
"Iya,tau...tapi kalo makan dulu tar lama.Terus Sampek sana mas belum istirahat dah mesti pulang.Kalo mas kecapek'an gimana.Perjalanan jauh lho mas."
"Sayangku perhatian banget sih.Ya udah deh..."
Setelah Rania pikir-pikir ada baiknya dia mampir dulu beli makanan.
Dery pasti laper.Dan karna acara dadakan,pasti ibu tidak ada persiapan.
"Eh mas,mampir dulu juga boleh deh..."Rania tersenyum.
"Katanya tadi gak usah...Mau makan dulu?"
"Enggak,mau beliin makanan buat di rumah."
"Gitu....siap tuan putri..."Dery melirik Rania sambil memainkan kedua alis matanya.
"Iih genit..."
"Hahaha...."Mereka tertawa.
Setelah menemukan warung makan tenda di pinggir jalan,Rania segera turun dari mobil.
Rania membeli satu ekor ayam bakar.
Selesai makanan di bungkus Rania segera kembali ke mobil.
"Mas Dery kemana ya?"Rania melihat sekeliling mobil tapi tak menemukan Dery.
Tak lama kemudian Dery datang.Ia membawa dua bungkusan plastik.
__ADS_1
"Dari mana mas?"
"Ini,beli oleh-oleh buat calon Adek sama calon mertua."Dery tersenyum sambil memperlihatkan dua plastik di tangannya.
"Kok malah ngrepotin mas Dery sih."
"Gak repot kok."
"Biar Rania bayar aja mas.Berapa harganya?"Rania hendak mengambil uang di dompetnya.
"Lagi banyak uang nih..."Ledek Dery.
"Bukan gitu maksudnya mas.Mas Dery gak marah kan.Aku cuma gak mau ngrepotin mas Dery..."
"Gak papa.Ini cuma kue aja kok Ran."
"Yuk masuk.Katanya keburu malem."Mereka masuk dan mobil mulai berjalan lagi.
"Tapi beneran lho mas.Ini Rania punya uang.Kan habis gajian.Dapet bonus lagi."
"Kok dapat bonus."Dery menatap curiga.
"Apaan sih mas...Ini semua juga dapet kok.Kan kemarin acara syukuran.Pergantian CEO baru.Terus juga karna pencapaian target.
"Emang bonusnya banyak?"
"Kalau buat aku sih lumayan mas."
"CEO barunya tua apa muda?"
"Emm,masih muda kok."
"Dah punya istri?"
"Kayaknya sih belum."
"Ganteng gak?"Interogasi Dery.
"Ya cakep lah...namanya juga bos..."Rania sengaja menggoda Dery.
"Kamu gak boleh deket-deket lho Ran.Ingat ya,ada aku yang nungguin kamu."Dery berkata dengan nada cemburu.
"Hehehe...apaan sih mas...Dia itu bos.Ngapain juga deket-deket."Rania tertawa.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam,akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Rania.
"Turun yuk mas.Dah Sampek nih."Rania segera membuka pintu mobil.
Rania segera turun dan di susul Dery dari belakang.
Mendengar ada suara kendaraan parkir di halaman rumah,Bapak segera keluar.
"Nia."Panggil Bapak.
"Iya pak,Nia pulang."Rania mencium tangan Bapak sambil kemudian memeluk.
"Pulang kok Gak kasih kabar dulu."
"ini tadi juga mendadak kok Bapak..."
Terdengar suara ibuk dari dalam rumah.
"Siapa pak...?"
"Ini buk...Nia pulang..."
Ibuk berjalan menghampiri Rania.
Ibu merasa kaget begitu tau Rania pulang naik mobil dan bersama seorang lelaki.
"Lhoh,kamu sama siapa Nia?"Tanya ibu.
"Ini mas Dery buk..."Kata Rania.
Dery segera mendekat kepada kedua orang tua Rania.
"Sore Pak...Bu...Perkenalkan,saya Dery."Dery mengulurkan tangan dengan sopan.
Meski Bapak dan Ibu masih bingung,tapi mereka mempersilahkan Dery untuk masuk rumah.
"Ayo nak,kita masuk.Ngobrolnya di dalam saja."
Kemudian mereka semua berjalan ke dalam rumah.
"Lho,adek-adek pada kemana Buk?"Rania tidak melihat kedua adiknya.
"Jam segini mereka lagi ngaji Nia,...biasa..."
__ADS_1
"Oh,iya.Nia lupa.hehehe...."