Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Menjelaskan


__ADS_3

Sesaat setelah Rania dan Intan selesai makan,dari luar terdengar suara orang yang sedang memanggil.


Tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke kamar Rania.


"Rania..."Panggilnya dari depan pintu.


Rania gugup.ia belum siap untuk bertemu Dery.


Intan segera mendekati Rania dan coba menenangkannya.


"Kamu tenang dulu.Setelah itu keluar temui Dery,dan bicara baik-baik.ok!"Intan menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk lingkaran.


"Tapi aku belum siap sekarang Tan...bisa gak suruh mas Dery pulang aja..."Rengeknya.


"Kalo kamu terus menghindar begini...gak akan tau kebenarannya Rania...."Intan kembali menasehati Rania.


Sementara itu dari luar Dery kembali memanggil Rania dan mengetuk pelan pintu kamar.


"Sayang,kamu di kamar kan?"Dery mencoba mendorong pintu yang sudah sedikit terbuka.


Intan membuka pintunya dan berdiri di depan Dery.


"Mas Dery,tunggu sebentar ya...Rania baru selesai makan.Aku permisi dulu."Intan segera pergi dari kamar Rania setelah tadi kembali membujuk Rania.


"Iya,makasih ya."Melihat sekilas Intan yang keluar dari kamar Rania.


Dery mengintip pintu.Ingin melihat sedang apa Rania di dalam kamar.Ia khawatir dengan keadaan Rania.Karna dari kemarin hpnya sulit sekali di hubungi.Ia ingin segera masuk ke kamar Rania,tapi mengingat perkataan Intan bahwa Rania akan segera keluar,ia pun mengurungkan niatnya dan tetap berdiri di depan pintu kamar menunggu Rania keluar.


Tak berselang lama Rania terlihat sedang membuka pintu.


Dery mendekat.Memandang wajah Rania yang terlihat seperti kelelahan dan matanya terlihat sedikit bengkak.


"Rania,kamu kemana saja,kenapa hp kamu sulit di hubungi.Kemarin aku kesini kamu gak ada.Kamu baik-baik aja kan?"Dery khawatir.


Dipegang nya kedua tangan Rania.


Di genggam se erat mungkin,seakan takut kehilangan.


Sedang Rania,ia masih terus teringat kata-kata kemarin.


"Mas,kita harus bicara."Ditepisnya kedua tangan Dery lalu berjalan ke ruang tamu.


Dery pun mengikuti Rania.


Mereka duduk kursi ruang tamu.

__ADS_1


"Sayang,ada apa?kenapa sama kamu,kok aneh."Dery bingung melihat perubahan sikap Rania yang terlihat berbeda dari biasanya.


"Mas,aku mau putus."


Jeduarrrr.....


Dery begitu kaget mendengar ucapan Rania.


Untuk sesaat ia terdiam.Tak percaya dengan apa yang Rania katakan.


Hening sesaat,lalu Dery pun tersadar dari keterkejutannya.


"Rania,apa yang kamu katakan?"Kembali ingin meraih tangan Rania,namun Rania segera menarik tangannya.


"Bukannya mas Dery sudah di jodohkan?"Melipat kedua tangan di bawah dada.


"Maksud kamu?"Dery menarik kursi menghadap Rania.


Rania masih diam.Ia enggan menjawab.


"Dari mana kamu tau?"Tanya Dery.


"Dari mana aku tau itu gak penting mas,yang aku gak nyangka mas Dery tega bohongin aku."Mata Rania mulai berkaca-kaca.


"Rania,aku bisa jelasin semuanya."Memandang wajah Rania,ia terlihat begitu sedih.


Maaf jika aku salah mengartikan kebaikan mas Dery.Mas Dery gak usah kasihan sama aku.Aku sadar diri kok."Berusaha terlihat tegar namun sambil terus mengusap lelehan air matanya.


"Rania,apa yang kamu katakan,kamu masih belum percaya dengan keseriusanku?"Dery memegang pundak Rania.


"Ingin sekali aku percaya sama kamu mas,tapi semua itu tak kan merubah segalanya."Rania hanya mampu berkata dalam hati.


"Aku memang dijodohkan dengan Tarisa.Tapi aku tidak menyetujui nya.Aku cinta nya sama kamu dan hanya akan menikah sama kamu."Tegas Dery.


"Bohong!"Potong Rania dengan nada yang cukup tinggi.


"Kamu hanya kasihan sama aku.Nyatanya kamu jalan sama dia.Dan kalian memang pasangan yang cocok!"Rania memalingkan wajahnya.Tak ingin melihat Dery.


"Itu gak seperti yang kamu lihat Ran,aku memang jalan sama dia.Tapi aku gak ada rasa sama dia.Sama sekali!"Menekankan akhir kata dari ucapannya.


"Aku memang jalan sama dia,tapi untuk bicara baik-baik sama dia kalau aku sudah punya kamu.Aku menolak perjodohan itu karna memang aku tak menyukainya."Dery menjelaskan panjang lebar.


"Tapi dia memang cocok buat kamu mas.Lebih baik kamu lupain aku dan menikah sama dia.Karna sampai kapanpun kita gak akan bisa bersama."Rania menarik nafas panjang.Mencoba menutupi isak tangisnya.


"Kenapa Rania?"Tanya Dery tak percaya dengan keputusan Rania.


"Karna kita memang beda mas,mas gak seharusnya sama aku.Dan orang tua mas Dery tidak akan pernah bisa merestui hubungan kita."Jeda sejenak sebelum kemudian Rania melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Apa arti sebuah hubungan jika tanpa restu dari orang tua."Imbuhnya lagi.


Dery termenung.Ia memang masih berusaha meyakinkan ibunya yang masih bersikeras tidak merestui mereka.


"Untuk itu aku mohon sama kamu Rania,kita berusaha berjuang bersama untuk meyakinkan ibuk bahwa hanya kamu yang aku inginkan jadi istriku."Dery kembali meraih tangan Rania.Di genggamnya se erat mungkin.


"Kamu percaya kan Ran sama aku,aku sangat mencintai kamu.Untuk itu aku ingin segera menikahi kamu.Mau kan Ran kamu berjuang sama aku.Kita berjuang bersama."Dery mengungkapkan kesungguhannya.


Di tatapnya mata Dery.Rania tak melihat kebohongan didalamnya.Ia melihat ketulusan yang selama ini selalu Dery berikan padanya.


Seketika hati Rania tersentuh.Ia tak tega melihat kesungguhan yang Dery berikan.


Namun ia tak yakin akan kedepannya.


Jalan yang akan di tempuh kedepan tidaklah mudah.


Karna terhalang oleh restu orang tua.


"Ran...aku mohon.Aku benar-benar mencintai kamu.Dan aku hanya ingin menikah sama kamu.Pliisss..."Mohon Dery sambil mencium punggung tangan Rania.


"Tapi mas..."Belum selesai Rania berkata,Dery sudah dulu menutup bibir Rania dengan kedua jari tangannya.


"Aku mohon."


Akhirnya Rania mengangguk.


"Makasih ya."Dery tersenyum sumringah.


Semangatnya kembali terisi.


"Kamu tenang aja,Bapak merestui kok.Kita hanya perlu meyakinkan ibuk."Dery yakin jika semuanya tak akan sesulit yang ia bayangkan.


"Tapi kita akan berhenti jika ibu tetap kekeh pada pendiriannya."Usul Rania.


"Kamu jangan khawatir,aku rasa ibuk gak akan sesulit itu,kita hanya perlu lebih meyakinkannya lagi saja."


"Tapi bagaimana dengan cewek itu?"Rania teringat Tarisa,seorang guru cantik.


"Kemarin aku jalan sama dia karna bicara soal itu.Aku bilang kalo aku sudah ada kamu.Dan ia mengerti."Jelas Dery.


Rania baru sadar jika ia sudah di bohongi oleh Bu Herman,mbak Desy dan Tarisa.


Mereka hanya ingin memisahkannya dari Dery.


Untung saja ada Intan yang menasehatinya.


Jika tidak,mungkin tanpa pikir panjang hubungannya berakhir dengan Dery.

__ADS_1


__ADS_2