Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
semangat pagi


__ADS_3

Pagi yang cerah.Saatnya beraktifitas seperti biasa.Rania memulai hari dengan penuh semangat.


Hubungannya dengan Dery semakin dekat dan baik-baik saja.


Meski ia masih menyembunyikan dari semua orang.Sekalipun Intan juga belum tau tentang hubungan mereka.


Bukannya Rania ingin menyembunyikan hal itu dari sahabatnya.


Tapi ia berfikir mungkin belum saatnya Intan tau.


Tak terasa mereka jadian sudah hampir dua bulan.


Seperti biasa,pada hari Senin pagi selalu rutin di adakan rapat.begitu juga pagi ini.


Pak Anton sudah keluar dari ruang rapat.


Ia kembali ke ruang kerjanya dan mencari Rania.


"Rania,kita adakan briefing pagi.Segera kumpulkan semua karyawan bagian finishing.Ada yang harus kita bahas."Perintah pak Anton.


Rania segera keluar dari ruang kerjanya dan segera mengumpulkan semua karyawan seperti perintah pak Anton.


Setelah semua berkumpul,Rania segera memanggil pak Anton.


"Semua sudah berkumpul pak."


"Baik,kita kesana sekarang."


Rania segera mengikuti pak Anton.


Pak Anton memulai briefing pagi.


"Pagi semua."


"Pagi pak..."Serentak menjawab.


"Saya akan sampaikan sesuai hasil rapat pagi ini."


"Dalam jangka sebulan kita harus bisa selesaikan pengiriman dari produk A dengan total pengiriman sekian ribuan per style.Dan semua harus bisa selesai sebelum gajian bulan depan."Pak Anton menjelaskan.


"Setelah gajian akan ada jeda sehari untuk acara syukuran."Lanjutnya.

__ADS_1


"Syukuran apa pak?"Tanya salah seorang karyawan.


"Oh iya,syukuran pengangkatan pimpinan baru."


"Ooow...."


"Ya,jadi kita harus kerja keras,supaya bisa mencapai target.Paham semua?"Tanya pak Anton.


"Paham pak..."Jawab mereka.


"Semua harus bekerja dengan sungguh-sungguh.Jika tak ada kepentingan mendesak usahakan tidak ijin.Kemungkinan sejak nanti sore kita mulai lembur.Paham?"


"Baik pak,paham..."


"Baik,kalau begitu semua bisa lanjut kerjanya"Pak Anton menyudahi acara briefing paginya.


"Rania."Panggil pak Anton.


"Ya pak."


"Segera fotocopy data ini ya,kamu bisa ke lantai atas.Di sana sudah ada mesin fotocopy."Pak Anton menyerahkan berkas pada Rania.


"Baik pak,"


Sesampainya di lantai atas Rania melihat mesin fotocopy.


Namun ia bingung cara menggunakannya.


"Waduh...gimana caranya ya?"Rania melihat mesin itu sambil membacanya.Mungkin ada petunjuk.


Tapi karna memang Rania belum pernah menggunakan alat tersebut sebelumnya,ia jadi ragu.Takut jika salah menggunakan dan alat itu rusak.


"Waduh...bisa di pecat kalo rusak."Rania bicara sendiri,pasalnya di tempat itu ia tak menemukan seorang pun.


"Balik ke bawah lagi aja deh."


Rania memutar badan hendak kembali ke lantai bawah.Tiba-tiba di belakang Rania sudah berdiri seorang lelaki.Postur tubuhnya yang tinggi tegap membuat Rania harus mendongak untuk melihat wajah pria itu.


"Astaga!"Jantung Rania serasa hampir copot.


"Kenapa kamu?"

__ADS_1


"Ma-maksud pak Arya?"


"Iya,kenapa kamu disini,bicara sendiri.


"Ma-u ini,ta-tadi di suruh pak Anton buat fotocopy."


"Terus,kenapa cuma bengong?"


"Em-mm.Saya belum tau cara menggunakan mesin ini pak.Takut salah."


Tiba-tiba Arya menarik tangan Rania.Ia mengajari cara mengoperasikan mesin tersebut.


Ya,dia adalah Arya.Bos baru yang dingin.


Rania merasakan detak jantungnya yang semakin kencang.


Jarak yang begitu dekat dengan seorang bos.


Sejenak waktu serasa berhenti.


Wangi tubuhnya,wajah tampannya,dadanya yang bidang mampu menyembunyikan tubuh mungil Rania.


"Benar-benar seorang pangeran."Batinnya.


Kedua mata mereka saling bertemu pandang.


Membuat Rania semakin tak bisa mengontrol debaran jantungnya.


Sesaat setelahnya membuat Rania tersadar dari rasa kagumnya.


"Sudah paham?"


"Su-sudah pak.Terimakasih."Rania menundukkan pandangannya.


Arya berlalu dari tempat itu.


Sedang Rania,ia segera mengusap dadanya untuk menormalkan kembali detak jantungnya.


"Cakep banget emang.


Duuh...apaan sih.Sadar Rania...sadar..."

__ADS_1


Sementara itu,dari kejauhan Arya kembali menoleh pada Rania.Ia melihat gadis itu mulai mengoprasikan mesin fotocopy.


"Gadis aneh.Wajahnya semakin lucu kalo lagi kaget."Arya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.


__ADS_2