Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Percakapan keluarga


__ADS_3

Malam ini Rania ingin segera tidur.


Ia sudah sangat merindukan kamarnya.


Meskipun sederhana tapi itulah tempat ternyaman nya selama di rumah.


Kini ia hanya bisa tidur di tempat itu seminggu sekali.


Itupun kalo dia bisa pulang di hari minggu.


"Rania tidur dulu ya pak,buk."Pamitnya.


"Tunggu dulu Nia,Bapak pengen ngobrol dulu sama kamu."Cegah Bapak.


"Iya Nia,kamu mesti jelasin dulu sama bapak ibuk."Imbuh ibu.


"Jelasin apa sih buk..."Rania menghela nafas.


"Lho...ya jelasin hubungan kamu sama nak Dery tadi...Kamu pacaran sama dia?"Tanya ibu.


"Emmm...iya buk..."Rania menunduk malu.


"Sudah berapa bulan kamu jadian sama nak Dery?"Ibu kembali bertanya.


"Baru tiga bulan buk..."Jawabnya.


"Tadi nak Dery bilang sama bapak,kalo sebenarnya dia punya niat serius sama kamu.Tapi kamu nya belum siap.Benar begitu Nia?"Bapak ingin memastikan perkataan Dery.


"Benarkah pak,nak Dery bilang begitu ndok?"Ibuk menoleh pada Bapak sekilas,lalu melihat Rania.


"Yaa...gitulah pak."Rania tak bisa menyembunyikan hubungannya dari bapak dan ibu.


"Apa alasan kamu Nia?"Raut wajah bapak terlihat serius.


"Ya...karna Nia masih kecil pak,Rania masih pengen nikmatin masa muda dulu."Rania beralasan.


"Yakin itu alasan kamu?"Bapak menangkap kebohongan dari perkataan Rania.

__ADS_1


"Emm-emm..."Rania bingung mau jawab apa.


"Ndok...orang jaman dulu banyak yang nikah muda.Seumuran kamu sudah punya anak malah.Waktu itu cuma ibuk yang nikahnya paling tua di antara teman-teman ibuk.Jadinya sekarang kamu masih muda,bapak sama ibuk sudah tua."Cerita ibuk.


Karna waktu itu ibuk sibuk kerja di rantauan.


Untuk membantu biaya ke lima adiknya.


Karna waktu itu mereka sudah tidak punya bapak.Bapak sudah meninggal sejak adik yang ke enam baru berusia satu tahun.


Jika mengenang masa itu,membuat ibuk merasa sedih.


Sedangkan Bapak,beliau pernah gagal di pernikahannya yang pertama.


Namun belum ada anak dengan pernikahan yang sebelumnya.


Sehingga bapak sama ibuk menikah di usia yang terbilang sudah cukup tua untuk masa itu.


"Jika memang itu alasan kamu,lalu...kapan kamu siap menikah?"Bapak masih tidak percaya dengan alasan Rania.


Akhirnya mau tak mau Rania menceritakan keinginannya.


Ibuk kaget,Ibuk gak nyangka kalau ternyata Rania mengutamakan adik-adiknya daripada dirinya sendiri.


"Ndok...gak seharusnya kamu mikirin adik-adik kamu...masih ada bapak sama ibuk...Kami pasti akan mengusahakan sekuat tenaga buat mereka."Ibuk terlihat sedih.


"Buk...gak gitu...Nia ikhlas bantu bapak ibuk...Nia pengen liat adik-adik sukses ke depannya..biar bisa ngangkat derajat orang tua...kalo Nia nikah sekarang gimana mereka?Nia gak mungkin bawa beban masuk dalam keluarga baru Nia.Meski sebenarnya mas Dery manawarkan untuk membantu."Rania mengungkapkan perasaannya.


Bapak hanya bisa diam dan menghela nafas,saat mendengar penuturan anak sulungnya.


Bapak merasa terharu sekaligus malu.


Sudah seharusnya itu menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.


Namun keadaan yang sudah tak memungkinkan.


Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

__ADS_1


Karna bapak bekerja jika ada yang menyuruhnya.Itupun tidak setiap hari.


"Maafkan bapak,Nia..."Ucap Bapak dalam hati.


"Tapi ndok...apa Dery bersedia menunggu...?Setelah sama-sama terdiam ibu kembali bertanya.


"Iya buk..."


"Sebenarnya jika sudah ada lelaki baik yang datang berniat serius,maka tak boleh seorang wanita menolak.Jika terlalu lama di tunda,takut terjadi hal yang tidak di inginkan.Bisa jadi hal buruk,atau mungkin nak Dery yang pergi dari kamu."Bapak berkata serius sambil melihat Rania.


"Bapak harap kamu bisa menjaga diri.Jika nanti kalian tidak berjodoh,tidak akan jadi kerugian dalam diri kamu."Pesan bapak.


Rania yang mengerti arah pembicaraan bapak pun mengangguk.


"Insya Allah Nia akan terus jaga diri pak.Doakan Nia terus."


"Iya,jangan sampai kelewat batas ya ndok...kelihatannya Dery baik dan sopan."Lanjut ibuk.


"Sampai sekarang memang mas Dery selalu jaga Nia buk..."


"Keluarga Dery sudah tau tentang hubungan kalian?"Kali ini bapak yang bertanya.


Rania menggelengkan kepalanya sambil menunduk.


"Sebenarnya mas Dery pernah ngajak Nia buat main ke rumah orang tuanya pak...Tapi Nia masih belum siap."Nia menjelaskan.


"Jika sudah siap,berkenalanlah dengan keluarganya.Biar mereka tau tentang kamu.Tentang kita.Jangan ada yang di tutup-tutupi."Ucap bapak.


"Baik pak..."


"Ya sudah,tidur sana.Sudah malam."Perintah bapak.


Lalu Rania segera beranjak.


Ia segera masuk kamar.


Sementara itu,di balik kamar sebelah,Tomi mendengar semua percakapan antara orang tuanya dan Rania kakaknya.

__ADS_1


Tomi merasa bangga dengan mbak Rania.


Ia berjanji dalam hati,akan belajar sebaik mungkin dan akan membanggakan orang-orang yang mereka sayang suatu saat nanti.


__ADS_2