Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Dery meminta restu


__ADS_3

Setelah Dery duduk,Rania segera ikut ibuk ke dapur.


"Rania,ini kuenya."Dery menyerahkan kue yang tadi sudah di beli.


"Eh iya.Makasih ya mas."


"Buk,ini oleh-oleh dari mas Dery."Rania memberikan kuenya pada ibu.


"Nak Dery,lain kali kalau kesini gak usah repot-repot."Suara ibu dari dapur.


"Gak apa Bu...cuma sedikit kue."


"Makasih ya nak..."


"Sama-sama Bu..."


Ibu kembali melanjutkan kegiatan di dapur.


"Nia,bikinkan teh buat nak Dery sama Bapak.Ibuk bingung mau masak apa."Ibuk berpikir keras.Karna semua dadakan.Ibuk tidak punya persiapan apa-apa.


"Buk....gak usah masak.Nih Nia tadi udah mampir beli lauk."Rania menyiapkan ayam yang tadi sudah di beli.


"Syukurlah....Kok kamu kepikiran beli lauk ndok?


(ndok dalam bahasa Jawa yang artinya anak perempuan.)


"Iya buk...Nia sudah mikir,pasti ibuk bingung mau suguhin apa.Soalnya mendadak.Tadi Nia juga gak rencana ajak mas Dery.Ternyata pas Nia nunggu bus di halte malah ketemu mas Dery."Bibir Nia manyun.


"Kok gitu,kayak gak seneng gitu.Sebenernya Dery siapa kamu to nduk?Pacarmu?"Tebak ibu.


"Ya gitu deh buk.Nanti aja ceritanya.Mau ngantar minum dulu buk."Rania mengangkat nampan berisi minum dan kue yang tadi sudah di beli Dery.


"Ya udah sana.Ibuk tak nyiapin nasi sama sayur dulu.Tapi sayur tadi pagi gak papa kan Nia.Dery mau gak ya."Ibuk takut Dery gak suka.


"Gak papa buk...Sayur daun singkong malah enak kok.Lagian kan ada lauk ayam.Nanti kalo gak mau sayur biar sama ayam aja."Rania berkata sambil berlalu.


Sementara itu Bapak sama Dery sedang asyik ngobrol di ruang tamu.

__ADS_1


"Maaf ya nak Dery,rumah orang tua Rania seperti ini.Maklum di kampung.Kerjanya cuma buruh tani."Bapak memulai percakapan.


"Gak papa pak.Yang penting nyaman."Jawab Dery.


"Nak Dery rumahnya dimana?


"Rumah saya dekat dengan pabrik tempat kerja Rania pak.Kebetulan kost yang di tempati Rania punya Bapaknya Dery."


"Jadi kamu anak pemilik kost?"


"Hehehe ya begitulah pak."


"Kok bisa anterin Nia pulang,nak Dery gak kerja?"


"Ngajarnya gak tiap hari pak.Kebetulan sabtu libur."


"Nak Dery guru?"Bapak penasaran.


"Emm...ngajar di kampus pak.Dosen."


"Wah...masih muda sudah jadi dosen.Hebat kamu nak.Umur berapa kamu?"


"Sudah nikah?"


"Belum pak.Yang mau di ajak nikah belum siap kayaknya pak."Dery sengaja ingin jujur sama Bapak.


"Maksud nak Dery?"


"Emm,sebenarnya Dery pengen serius sama Rania pak.Tapi sepertinya Rania belum siap.Mungkin masih belum percaya sama saya pak."Aku Dery.


"Kalian sudah dekat sejak kapan?"Tanya Bapak.


"Baru tiga bulan lebih pak."


"Nak Dery harus sabar ya.Rania baru berumur 19 tahun.Mungkin masih pengen menikmati masanya dulu."


"Iya pak.Untuk itu Dery mohon ijin sama Bapak.Tolong restui kami ya pak.Dery bakal nunggu sampai Rania siap."

__ADS_1


"Nak Dery sudah yakin sama Rania?Rania berasal dari keluarga pas-pasan yang tinggal di kampung seperti ini.Pasti berbeda dengan keluarga nak Dery."Bapak mengungkapkan kekhawatirannya.


"Dery terima Rania apa adanya pak."


Bapak mengangguk anggukkan kepala.


"Semua keputusan ada di Rania.Dan jodoh gak akan ada yang tau kedepannya.Tapi Bapak mohon sama nak Dery,tolong jaga Rania.Pacaran sewajarnya saja."Bapak menghela nafas.


"Rania gadis polos.Dia selalu memikirkan orang lain dulu daripada dirinya sendiri.Mungkin ada sesuatu yang menjadikan alasan Rania belum siap nikah secepatnya."Lanjutnya.


"Iya pak,Dery paham.Untuk itu tolong restui kami."


"Bapak hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kalian.Selebihnya serahkan pada yang kuasa.Tolong jaga dan lindungi rania.Jangan merusaknya."


"Baik pak,Dery janji.Dery akan selalu jaga Rania.Sampai tiba saatnya nanti."Janji Dery.


Tak berselang lama Rania datang membawa minum dan kue.Sambil minum mereka melanjutkan ngobrol bersama.


"Bapak,ajak nak Dery makan dulu."


Ibu datang membawa nasi beserta sayur dan lauk pauk.


"Maaf ya nak Dery,makannya kalo di sini ya begini.Gak ada meja makan.Biasanya di meja tamu sama lesehan di depan tv."


"Kok jadi repot Bu..."Dery sungkan.


"Gak repot kok.Cuma sayur daun singkong.Masakan desa.Nak Dery coba ya."


"iya Bu.Gak papa.Dery suka kok.ibuknya Dery juga kadang masak sayur daun singkong."


"Ya udah yuk makan dulu.Gak usah sungkan."Ucap Bapak.


"Ibuk sama Rania gak makan sekalian?"Tanya Dery.


"Nak Dery sama Bapak saja duluan.Ibuk sama Rania nanti dulu saja.Masih ada kerjaan di dapur."Jawab ibu.


Rania dan ibu segera kembali ke dapur.

__ADS_1


Sedangkan Bapak dan Dery mulai makan berdua.


__ADS_2