Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Bos baru


__ADS_3

Lagi dan lagi pak Arya kembali mengawasi bagian finishing.


Kali ini ia berjalan sendiri tanpa di temeni mbak Nina sang sekertaris.


Kali ini pun sama,Pak Arya kembali meminta Rania untuk cek barang.


"Selama saya di bagian sini,kamu harus mengikuti saya,biarkan pak Anton tetep kejar target di sini."


"Baik pak."Sebenarnya Rania lebih suka bekerja sama dengan pak Anton daripada dengan pak Arya.


Meskipun tampan,pak Arya sangat irit bicara.


Tampak galak dan dingin.


"Kita cek ke gudang.Kamu tetap ikuti saya."Perintah pak Arya sambil berjalan.


"Baik pak."


Rania jalan terburu-buru untuk mengejar pak Arya.Ia terus berjalan dengan merapikan kertas yang dibawa.


"Auu sshhh."Rania mengusap-usap keningnya.


Tanpa di duga ternyata pak Arya berhenti.


Sehingga kening Rania menabrak tubuh tegap pak Arya.


Dalam hati Arya tersenyum,melihat kecerobohan gadis kecil yang di belakangnya.


Ia terlihat kesakitan sambil terus mengusap keningnya.


Namun Arya tak mau tau hal itu.


Ia kembali berjalan seperti tak terjadi apapun.


"Aduh...tampan sih,tapi cuek.Badannya terbuat dari apa sih.Kenapa nabrak punggungnya aja sesakit ini."Rania kembali mengikuti langkah Arya sambil terus menggerutu dalam hati.

__ADS_1


Rania masih tetap setia mengikuti langkah kaki Arya.


Saat berjalan ia melihat Intan habis dari toilet.


Rania menyapa Intan.


"Hai Tan,udah masuk?kamu baik-baik aja kan?"


"Eh Rania,iya,baru aja masuk hari ini.Aku baik-baik aja kok.Kamu mau kemana?"


Belum sempat Rania menjawab pertanyaan Intan,namun Arya sudah lebih dulu menghampiri mereka.


"Ehm!Masih jam kerja.Bukan saatnya ngobrol."Ucapnya ketus.


Rania segera mengikuti Arya lagi.


Ia hanya mengedipkan mata pada Intan.


Intan yang mengerti maksud Rania,ia pun segera kembali ke tempatnya bekerja.


Saat jam istirahat tiba.Rania pergi ke kantin.


Ia melihat Intan duduk di meja paling ujung.


Rania segera menghampirinya.


"Udah mau selesai Tan makannya?"


"Eh,udah nih,sini duduk.Kamu kok baru mau makan?"


"Iya nih,tadi habis cek barang di gudang."


"Oh...Tadi itu siapa sih Ran?pengganti pak Anton,emang pak Anton keluar?"Intan heran karna baru kali ini tau.


"Bukan...itu tadi bos baru.Kamu belum dengar kalo CEO nya mau ganti?"

__ADS_1


"Ohh....jadi itu yang di bicarakan para karyawan..."


"He-em."Rania bicara sambil mulai makan.


"Eh,tapi tunggu dulu.Kenapa bisa kamu tadi sama pak bos?"


"Ya gitu deh.Selama masa jabatan pak Broto masih,pak Arya kerja langsung ke tempat produksi."


"Lha,bukanya ada mbak Nina sebagai sekertaris?"


"Ya mungkin mbak Nina masih mendampingi pak Broto."Rania mengedikkan bahu.


"Ow...gitu.Eh tapi ngomong-ngomong,seneng dong kamu...kerjanya ngikutin bos tampan gitu..."Intan menggoda Rania.


"Tampan sih iya...Tapi dingin."Celetuknya.


"Hahaha....masa sih."Intan tertawa mendengar penilaian Rania tentang bos barunya.


"Ya...gitu deh.Namanya juga bos."


"Eh tapi bener juga ya yang di omongin orang-orang."


"Apa?"


"Ya itu tadi cakep.Banget malah.Udah cakep,badannya tinggi,atletis,kulitnya putih terus wangi banget.Dari jarak sepuluh meter aja dah kecium wanginya."Puji Intan.


"Ya iyalah Tan...namanya juga bos...bisa kali kalo cuman beli parfum mahal..."Rania menanggapi.


"Iya juga sih...Eh,awas lho ya...nanti kamu suka lagi sama bos baru."


Rania tersedak,ia segera mengambil minumnya.


"Hati hati kalo minum..."Intan tersenyum.


"Lagian kamu aneh-aneh aja deh Tan.Masak iya aku mau suka sama bos baru.Itu sih namanya patah hati yang di sengaja."

__ADS_1


"Hahaha...."Mereka berdua tertawa.


Selesai makan mereka kembali ke tempat kerja masing-masing.


__ADS_2