Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Dituduh selingkuh


__ADS_3

"Berarti selama ini kamu sudah selingkuh di belakangku?"Tuduh Dery.


"Apa maksudmu?"Bukan Rania yang menjawab melainkan Arya.


"Aku ingat,dulu kamu pernah diantar pulang dengan mobil mewah.Ternyata itu dia?"Dery menunjuk Arya.


"Bukankah saat itu kita masih pacaran?Dan...oh...iya,aku ingat.Jadi sewaktu aku mencari kamu di kamar kost waktu itu dan kamu tidak ada,jangan-jangan kamu juga sedang bersama dia?"Dery menghubungkan beberapa kejadian yang sudah berlalu.


"Jadi...kamu selingkuh!"Imbuhnya lagi.


"Aku tidak pernah selingkuh dengan siapapun selama dengan kamu."Rania menolak tuduhan Dery.


"Bohong!Aku gak nyangka kamu serendah itu.Kamu mendekatinya saat masih bersamaku.


Pantas saja kamu tak pernah mau berjuang denganku.Ternyata kamu punya yang lebih kaya dari aku.Benar kata ibu,seseorang yang berasal dari keluarga miskin akan melakukan berbagai cara untuk bisa jadi orang kaya."Dery meluapkan rasa kecewanya.Dia merasa dibohongi dan di tusuk dari belakang.


Airmata Rania tak bisa dibendung lagi.Semakin deras saat mendengar ucapan panjang Dery.


Kata-kata itu sangat menusuk perasaannya.


Dia tak menyangka,seseorang yang dulu pernah ada dihatinya bisa mengucapkan hal seperti itu.


Terlalu rendah Dery menilai Rania.


"Jaga ucapan kamu!"Arya tak terima Rania di sebut seperti itu.


"Kamu...wanita murahan!"Dery menunjuk Rania.


Rania melepaskan diri dari pelukan Arya.


Berjalan mendekati Dery sambil mengusap air matanya.


Berhenti tepat di depan Dery sambil menatapnya tajam.


Sekali lagi,Rania menampar pipi Dery dengan kerasnya sambil berkata,"terima kasih untuk semuanya.Beruntung aku berhenti memperjuangkan kamu yang tak benar-benar mengenal aku."Keduanya beradu pandang.


Pandangan amarah,kecewa,sedih,semua bergabung jadi satu.


Rania berbalik badan ingin segera pergi dari situ.Tapi Dery kembali meraih tangannya.


Namun Rania mengibaskan tangan Dery yang ingin menggenggam tangannya.


Dery pun berjalan mendahului Rania yang ingin pergi darinya.


Tiba di depan Rania ia berlutut memohon.


"Rania,sayang,maafkan aku,aku...aku hanya merasa kecewa sama kamu.Aku mohon,kembalilah sama aku.Aku masih mencintaimu.Jangan pernah duakan cintaku.


Dan soal Intan...kamu gak usah khawatir,sejak awal menikah dia sudah setuju kalau pernikahan kami hanya sampai bayi itu lahir."


Deg!


Rania kaget mendengarkan itu.Ternyata Intan menyimpan semua itu sendirian.

__ADS_1


Sungguh kejam Dery kepadanya.


"Intan,maafkan aku."


Rania masih diam di tempat tanpa ingin meladeni ucapan Dery.


Namun Dery terus memohon.


"Sayang,maafkan aku,aku mohon."Pintanya.


"Bukalah matamu Dery,jangan kamu sia-sia kan Intan.Dia mencintai kamu,jauh melebihi rasa cintaku dulu padamu.Dan tolong,lupakan aku.


Diantara kita sudah usai satu tahun yang lalu."Ucap Rania sambil memalingkan wajahnya.


"Tidak sayang,itu tidak mungkin,sampai kapanpun kamu tetap jadi milikku."


Tangan Dery ingin menggapai tangan Rania,namun segera di tepis oleh Arya.


"Jangan sentuh istriku,selamanya dia hanya milikku!"Tegas Arya tak terima.


"Tau apa kamu tentang Rania hah?Kamu baru mengenalnya.Kamu tak akan tau cara membahagiakan dia.Dia tidak seperti wanita pada umumnya,yang lebih suka dengan uang.Tapi Rania ku,dia mampu bertahan meski dalam keadaan kekurangan.Dia terlalu baik untuk kamu."Ucapnya panjang lebar menilai sifat Rania.


"Lalu,kamu pikir,kamu yang terbaik untuknya?!"


"Ya,hanya aku yang paling mengerti dia.Jadi jangan coba-coba kamu merebut hatinya.


Carilah wanita lain yang sederajat dengan kamu."


Dery berdiri lalu bertepuk tangan menertawakan Arya.


Prok prok prok.


"Istri kamu bilang?istri semacam apa yang kamu maksud,istri yang tidak di anggap?Buktinya,kamu sembunyikan status kalian di depan umum.Apa kamu malu punya istri seperti dia?"


Kali ini Rania hanya diam,iapun ingin tau jawaban apa yang akan Arya ucapkan.


Rania memandang Arya dengan tatapan memelas.


Arya tak kunjung menjawabnya.


"Rania,apa yang kamu harapkan dari jawabannya?Sudah pasti memang begitu.


Bukankah kamu tau Rania...Arya hanya menikahi kamu karna terpaksa."


Tiba-tiba nenek datang.Sehingga Arya pun belum sempat menjawabnya.


"Ada apa ini?"Nenek bingung melihat ada Arya dan mantan pacar Rania.


"Sepertinya habis terjadi perang dingin diantara mereka."Tebak nenek dalam hati.


Andai saja nenek tau apa yang terjadi barusan,mungkin nenek sudah mengusir Dery.


"Nenek,kita pulang sekarang."Ajak Arya.

__ADS_1


"Lhoh...tapi kan belum belanja."


"Belanjanya lain kali lagi,Nia butuh istirahat."


Nenek melihat mata Rania yang sembab serta masih ada sedikit butiran air mata yang jatuh di pipinya.Nenek pun tak tega melihatnya.


"Baiklah,kita pulang sekarang."


Mereka bertiga pergi meninggalkan Dery yang masih termenung sendirian.


Dery merasa tak punya lagi semangat,kali ini ia benar-benar sudah kehilangan Rania.


Kenangan dulu saat bersama masih berkelebat dalam ingatannya.


Mulai kini semua itu hanya akan tinggal kenangan.


Rania hanya diam saja.


Sampai mereka masuk mobil tak ada sepatah katapun yang keluar.


Nenek yang tak tau apa-apa jadi penasaran.


"Rania,kamu gakpapa kan sayang?"Tanya nenek dari kursi belakang.


Rania yang duduk di depan menoleh pada nenek.Dia sampai mengabaikan nenek karna terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Rania gakpapa kok nek,maaf ya gak jadi belanja."


"Gakpapa...itu bisa lain kali."


Setelah itu tak ada lagi pembicaraan.


Rania berkali-kali melihat Arya,ia sangat takut jika Arya marah gara-gara hal tadi.


Rania tak menyangka jika Arya datang begitu cepat.Padahal beberapa menit sebelumnya Arya berkata jika masih meeting bersama klien.


Rania tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


Selain marah pasti Arya merasa kecewa jika terpengaruh ucapan Dery yang mengatakan bahwa dia wanita murahan.


Sudah pasti Arya akan berpikir berulang kali untuk melanjutkan pernikahan ini.


"Apalagi yang kamu harapkan Rania...benar apa kata Dery tadi...aku hanyalah istri yang tak di anggap.Buktinya pernikahan ini masih terus di sembunyikan,entah sampai kapan.Dan mungkin sampai nanti hingga aku pergi."


"Padahal baru tadi pagi kita memutuskan untuk memulainya dari awal,tapi rupanya tak semudah itu...huhhh...sabar Rania...terima saja apapun nanti keputusan Arya."


Sedangkan Arya sendiri terus terdiam karna memikirkan banyak hal.


Karna ucapan Dery tadi membuat Arya sadar jika pernikahannya dengan Rania belum ada yang tau kecuali saudara terdekat.


Di kantor,hanya asisten Roy yang tau.


"Benar apa kata Dery tadi,ternyata aku belum memahami istri aku sendiri.Suami macam apa aku ini?"Arya merutuki kebodohannya.

__ADS_1


__ADS_2