Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Jalan pagi


__ADS_3

Pagi ini Rania ingin pergi jalan-jalan ke taman di dekat alun-alun kota.


Mumpung tidak pulang,sesekali ia ingin jalan dengan Dery.


Sampailah mereka berdua dia taman kota.


"Mas,kita jalan-jalan yuk."Ajak Rania.


"Ok sayang..."Mereka bergandeng tangan sambil berjalan.


Menikmati suasana rame di Minggu pagi.


Di taman berjajar puluhan penjual yang sudah sibuk dengan dagangannya.


Dari para penjual pakaian,mainan anak-anak,hingga tak kalah banyak penjual berbagai macam makanan.


Baik itu makanan ringan maupun makanan berat.


"Mas,pengen itu..."Rania menunjuk gerobak siomay ikan.


"Boleh,yuk."Dery kembali menggandeng tangan Rania.Mendekati penjual makanan di pinggir jalan.


"Pak,siomay nya dua porsi ya pak.Di makan disini.Pedes semua."Pesan Rania.


"Baik mbak,di tunggu sebentar ya..."Bapak penjual siomay itu langsung sigap mengambilkan siomay pesanan Rania.


Tak menunggu lama,siomay nya pun jadi.


Mereka duduk sambil menikmati makanannya.


Selesai makan,mereka kembali jalan-jalan.


"Mas,aku mau ke toilet dulu ya.Di sebelah sana."Rania menunjuk ke seberang jalan.


"Hati-hati ya.Aku mau beli minuman dulu."


Dery berjalan mencari minuman yang dia inginkan.


Sedang Rania menuju toilet.


Selesai dari toilet,Rania ingin kembali ke tempat tadi ia berpisah dengan Dery.

__ADS_1


Dari kejauhan Rania melihat seorang nenek-nenek yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja.


Nenek itu terlihat berkali kali memegang kepalanya.


Rania segera mendekati nenek tersebut.


Dan benar saja,baru juga Rania akan bertanya tapi nenek tersebut sudah terhuyung.


Hampir saja jatuh,jika tidak segera di tangkap oleh Rania.


"Aduh...sshhh.."Sambil terus memijat pelipisnya.


"Nenek gapapa?"Tanya Rania.


"Ayo Nek kita duduk dulu."


Rania menuntun nenek dan diajak duduk di bangku taman.


Nenek itu mengangguk.menurut pada ajakan Rania.


"Nenek kesini dengan siapa?"Rania menoleh kesana kesini tapi sepertinya tidak ada yang menemani nenek sejak tadi.


"Dengan cucu ne-nek nak..."Jawabnya dengan terbata.


Rania menyerahkan dua bungkus roti dan satu botol minuman untuk nenek makan.


Dari penampilannya,terlihat jelas jika nenek tersebut sepertinya orang berada.


Pakaian,tas,dan sepatu yang ia kenakan semua terlihat mahal dan berkelas.


Tapi Rania heran,kenapa nenek tersebut sendirian.


Nenek memakan sebungkus roti lalu minum sedikit.


"Makasih ya nak,nenek tidak tau gimana jadinya kalo gak ada kamu..."Mengelus lembut tangan Rania yang memegang pundak nenek.


"Iya Nek...kok nenek sendirian?"


"Tadi cucu nenek mau beli makanan,tapi tiba-tiba kepala nenek pusing."


"Kita cari minum teh hangat dulu yuk Nek,biar nenek segera baikan."Rania berdiri dan mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Gak usah nak...sebentar lagi cucu nenek pasti datang.Nenek sudah mendingan kok."Tolak sang nenek.


"Beneran Nek...?"


Nenek mengangguk.Dalam hati mengagumi ketulusan sikap anak gadis di sampingnya.


Sikapnya selembut wajahnya.


"Oya,siapa nama kamu nak?"


"Emm....Rania Nek..."


Terdengar suara telpon dari hanphond milik nenek.


Nenek segera mengangkatnya.


Begitu juga hp Rania,tak lama juga ikut berdering.


Mereka sama-sama bicara di telphon.


Selesai menerima telpon,Rania kembali mendekati nenek tersebut.


"Nek...maaf ya...Rania sudah di tungguin..."


Sebenarnya Rania tak tega meninggalkan nenek sendirian.


Tapi Dery juga sudah menunggunya.


"Iya,gak apa kok nak Rania...Sebentar lagi cucu nenek juga datang.Baru saja telpon."Nenek menggoyangkan hp di tangannya.


"Ya udah kalo gitu Rania pamit ya nek..."


"Iya nak,sampai ketemu lagi..."


Nenek dan Rania sama-sama melambaikan tangan.


Rania melangkah pergi hingga tak terlihat kembali.


Tak lama kemudian cucu nenek datang.


Yang tak lain adalah Arya.

__ADS_1


Ia mengajak nenek untuk pulang.


Akhirnya mereka menyudahi acara jalan-jalan pagi ini.


__ADS_2