Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Rapat penting


__ADS_3

Pagi ini semua jajaran penting dalam perusahaan berkumpul di ruang rapat.


Baik itu seluruh staf kantor maupun seluruh supervisor dari masing-masing bagian.


Tak terkecuali pak Anton.


Pak Broto masuk ruang rapat bersama calon pimpinan baru.Lalu duduk di meja paling ujung.


Terlihat aura pemimpin baru yang begitu tegas dan berwibawa.


Pak Broto selaku pimpinan lama memulai acara rapat.


Semua tampak hening tak bersuara.


"Selamat pagi semua,pagi ini saya akan memperkenalkan calon pemimpin baru yang akan menggantikan saya."Jeda sejenak.


"Beliau adalah putra dari Bapak Jaya Adiyasa.


Pemilik perusahaan ini."Terang pak Broto.


Semuanya memperhatikan secara seksama.


"Terimakasih semuanya,perkenalkan nama saya Aryabima Adiyasa.Untuk kedepannya saya mohon bimbingan dan kerjasamanya."Ucapnya.


"Untuk beberapa bulan kedepannya pak Broto masih akan bekerja.Dan saya akan memulai dari turun langsung ke lapangan untuk memahami proses cara kerja di sini sebelum saya menggantikan posisi pak Broto."Arya menjelaskan tugasnya kedepannya.


Semua mendengarkan penjelasan dari Arya.


Setelah itu mereka memberi ucapan selamat datang dan memperkenalkan diri beserta jabatan masing-masing.


Setelah acara selesai semua kembali ke tempat kerja masing-masing.

__ADS_1


Arya berkeliling ke lapangan.


Ia ingin melihat secara langsung proses dari setiap pekerjaan di tempat itu.


Arya berkeliling di temani oleh sekertaris dari pak Broto.


Tibalah Arya sampai di bagian finishing.


Arya memperhatikan cara kerja dari setiap karyawan.


Setiap karyawan mencuri pandang pada Arya.


Mereka penasaran ingin melihat langsung pimpinan baru mereka.


Banyak dari mereka yang gagal fokus ketika melihat katampanan bos baru.


Dari tatapannya terlihat begitu dingin dan tegas.Raut wajahnya datar tanpa senyum.


Membuat sebagian karyawan tak berani untuk sekedar melihatnya.


Sambil berjabat tangan pak Anton memperkenalkan diri."Perkenalkan saya Anton selaku supervisor di bagian finishing."


Arya membalas menjabat tangan pak Anton.


"Baik."Jawabnya singkat.


"Dan perkenalkan ini asisten supervisor di sini pak,namanya Rania."Pak Anton menyuruh Rania mendekat.Rania mengatupkan kedua tangan sambil berkata,"Rania."


Yang di balas anggukan oleh Arya.


Rania tak seberani itu untuk menjabat tangan bos pemilik perusahaan.

__ADS_1


Ia sadar diri dengan posisinya.


Rania hanya berani sedikit melihat wajah Arya.


Dalam hatinya Rania mengakui,apa yang di katakan para karyawan itu benar.


Bahwa pak Arya itu sangat tampan.


Postur tubuhnya yang tinggi besar dan tegap.


Bentuk wajahnya yg nyaris sempurna.


Dengan hidung mancung,rahang tegas yang di tumbuhi bulu-bulu halus,bibirnya yang tipis,matanya yang indah,serta kulit wajah yang putih bersih.


Memang benar-benar ciptaan Tuhan yang begitu indah.


Setelah berbasa basi sebentar lalu Arya keluar dari ruangan itu.


Rencananya hari ini ia hanya akan melihat lihat dulu.Dan hari senin ia baru akan mulai bekerja.


Usai kepergian Arya,suara bisik bisik mulai terdengar dari para karyawan.


Mereka masih membicarakan soal pimpinan baru mereka.


Lalu pak Anton menegur mereka untuk kembali fokus bekerja mencari target mereka.


Pak Anton dan Rania kembali ke ruangan mereka.


"Wanita apa memang semua sama,kalau lihat orang ganteng selalu heboh."Pak Anton geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Ya...emang ganteng sih pak.Lumayan lah dapat bonus.Buat cuci mata..."Canda Rania.

__ADS_1


"Kamu ya...ternyata gak beda jauh dari mereka.Anak kecil sok tau cowok ganteng segala..."Pak Anton menanggapi candaan Rania.Mereka tertawa bersama.


Lalu mereka kembali fokus mengerjakan pekerjaan mereka.


__ADS_2