
Hari sudah menjelang sore,Rania sedang membereskan pakaian yang akan kembali di bawa pulang.
Seharian penuh Arya selalu mengikuti kemanapun Rania pergi.
Rania ingin pergi ke sawah,namun bapak ibu melarang karna kasihan jika Arya kepanasan dan gatal-gatal.Alhasil seharian penuh mereka memilih duduk bersantai di belakang rumah.
Menjadi penonton menyaksikan bapak ibu serta kedua adik Rania yang sedang memanen padi.
Posisi rumah yang berada di tengah persawahan membuat udara serasa sejuk.
Rumah yang berhadapan langsung dengan jalan,halaman yang cukup luas,samping kanan dan kiri sawah serta belakang rumah terdapat kebun kecil lalu setelahnya hamparan sawah yang luasnya sekitar hampir satu hektar yang di miliki beberapa orang.
Karna di larang turun ke sawah maka Arya duduk berdua dengan Rania di bawah pohon kelapa yang tingginya hanya sekitar tiga meter saja.Namun begitu meski pohonnya pendek tetapi buahnya sangat lebat.
Memetik buah kelapa muda lalu dinikmati di bawahnya dengan menggelar tikar kecil.
Serasa liburan di tepi pantai.
Semilir angin yang kencang membuat suasana serasa syahdu.
Tak di sangka menikmati liburan meski di belakang rumah sudah terasa bahagia.
Apalagi ditemani sang suami.
"Sayang,sudah siap belum?"Arya menepuk pundak Rania,membuatnya sadar dari lamunan.
"Eh,iya mas.Ini udah selesai kok.Mau berangkat sekarang?"Rania menutup kopernya.
"Iya,keburu malam."Menarik koper sambil menggandeng tangan Rania.
Tin tin....
Terdengar suara klakson mobil di depan rumah.
Arya dan Rania yang juga ingin keluar berhenti saat Tomy datang dengan setengah berlari.
"Mbak...ada tamu."Tomy berhenti di depan Rania.
"Tamu?Siapa dek?"Rania merasa tak ada janji dengan siapapun.
"Katanya mau ngantar sepeda motor."Begitulah yang Tomy tau saat tadi bertanya tujuan tamu itu datang.
"Sepeda motor?"Rania jadi heran,namun ia segera ingat,pasti Arya yang memesannya.
"Kita lihat aja."Ajak Arya dengan tampang datarnya.
__ADS_1
Mereka bertiga keluar dari rumah.Terlihat tamu tersebut sedang duduk di temani bapak sambil ngobrol.
"Nah,itu anaknya.Sini kalian."Bapak mengangkat tangan dan menyuruh Arya dan Rania untuk mendekat.
Rania dan Arya pun duduk sesuai arahan Bapak.Setelahnya,bapak mulai bicara pada mereka,"apa benar kalau kalian pesan sepeda motor?"Tanya Bapak.
"Benar pak,ini atas nama ibu Rania dan alamatnya benar disini."Bapak pengirim sepeda motor itu ikut bicara.
"Benar pak,kami yang pesan.Terimakasih ya pak sudah dikirim tepat waktu,saya pikir tidak bisa dikirim sekarang."Arya yang menjawabnya.
"Kami di utus untuk mengirimnya sekarang pak,kata bos ini penting dan spesial."Imbuhnya.
"Hahaha...begitu ya.Sampaikan pada bos kalian,terimakasih atas kiriman spesialnya."
Tentu saja spesial,karna Arya mengancam akan menutup usaha sahabatnya itu jika tidak bisa mengirimkan pesanan sesuai waktu yang di minta Arya.
"Baik pak,kalau begitu kami turunkan sepeda motornya sekarang ya pak."Ucap bapak pengantar sepeda.
"Silahkan."
Rania melihat Arya seolah ingin bertanya banyak hal.Arya yang mengerti kebingungan Rania pun bicara pelan.
"Nanti aku jelaskan."Bicara pelan sambil mengajak Rania berdiri mendekati sepeda motor yang sudah di turunkan.
"Ini surat-suratnya pak,tolong di tanda tangani."Menyerahkan surat bukti pengiriman.
"Eh,kok aku sih mas."Rania ingin menolaknya.
"Iya,kan pakek nama kamu.Tapi tenang saja,sudah di bayar lunas kok."
"Bukan gitu maksudku,kenapa bukan atas nama mas Arya saja,kan yang pesen mas Arya bukan aku."Protesnya.
Rania tau pasti jika sepeda motor itu untuk Tomy.
"Ya gakpapa.Udah cepetan tanda tangan sayang,kasihan bapaknya nunggu lama."Tanpa berpikir panjang lagi akhirnya Rania menanda tangani surat-surat itu.
"Baik Bu...pak,terimakasih sekali lagi.Kami pamit pulang."Ucap pengirim tersebut setelah menyerahkan semua surat-surat motor.
"Baik pak,kami juga berterimakasih banyak atas pengirimannya."Berjabatan tangan lalu pengirim motor itupun pergi.
"Dek...rawat motor ini baik-baik.Gunakan seperlunya sebagai kendaraan yang bisa membantu aktifitasmu sehari-hari nanti."Arya menepuk pundak Tomy.
"Tapi mas,ini terlalu berlebihan,buat Tomy gak harus baru,apalagi model terbaru seperti ini.Ini pasti harganya mahal.Terus gimana uangnya mas."Tomy merasa tak enak hati dengan pemberian Arya yang menurutnya berlebihan.
"Gak usah pikirin soal itu.Yang penting kamu harus fokus belajarnya.Jangan kecewain kita semua.Mas tunggu kamu untuk bergabung di perusahaan Adiyasa grup."Besar harapan Arya untuk adik iparnya tersebut.
__ADS_1
Tomy mengangguk yakin."Baik mas,akan aku buktikan jika Tomy memang pantas bekerja di perusahaan Adiyasa grup.Bukan hanya karna Tomy adiknya mbak Nia."
"Bagus...mas suka semangat dan kedisiplinan kamu."Menepuk pundak Tomy kembali.
Bapak yang menyaksikan interaksi keduanya merasa sangat terharu.
Sosok Arya selain penyayang juga merupakan tokoh lelaki yang pantas sebagai panutan bagi adik-adiknya.
Sosok yang dewasa dan sangat melindungi adik-adiknya.
Beruntung Rania bertemu jodoh dengan lelaki yang bertanggungjawab.
"Pak,buk,Arya dan Nia pamit pulang dulu ya."Mendekat dan mencium tangan mereka satu persatu.
Bapak merangkul Arya sebagai salam perpisahan.
"Terimakasih nak,terimakasih atas semua yang sudah kamu berikan pada kita semua."Terharu sampai mengeluarkan sedikit air matanya.
"Oya,soal acara syukuran minggu depan,Arya sudah mengirim sedikit uang di ATM."Pesannya pada Tomy.
Tomy pun membuka hp dan memberitahukan pada sang Bapak.Bapak yang melihat nominal yang tertera di layar hp tersebut membuatnya kaget.
"Nak Arya,kenapa mengirim uang sebanyak ini?"Tanya sang Bapak.
"Acara kalian hanya sebuah syukuran kecil-kecilan yang di hadiri tamu sekitar saja.Jadi bapak rasa uang itu terlalu banyak."
"Gakpapa pak,jika masih sisa nanti bisa di gunakan untuk manambahkan modal usaha warung di rumah."Imbuh Arya
"Terimakasih banyak nak,seharusnya kamu tidak perlu memikirkan ini semua.Karna ini semua tanggungjawab Bapak."Bapak merasa malu pada menantunya.
"Pak,sekarang Arya anak Bapak,dan Bapak adalah orangtuaku,jadi tak ada salahnya jika anak membalas sedikit Budi kedua orang tua."Ada saja alasan yang Arya gunakan agar supaya Bapak tak menolaknya.
"Ya sudah,kalian mau pulang sekarang?Keburu malam nanti,kasihan kamu nyetir sendirian."Bapak menyudahi semuanya untuk menyembunyikan air matanya.
"Oya nduk...Ibuk masukkan sedikit oleh-oleh untuk kamu bawa pulang.Tadi sudah di masukkan Tomy ke dalam bagasi katanya."Ucap Ibu.
"Bu...kenapa harus bawa oleh-oleh segala sih Bu...?"Tanya Arya.
"Ndak apa-apa kok nak Arya.Hanya sedikit hasil berkebun."
"Terimakasih ya buk..."Ucap Arya dan Rania bersamaan.
"Iya,kalian hati-hati ya di jalan.Dan tititp salam buat semua yang di sana."
"Iya Bu..."
__ADS_1
Dan akhirnya Arya bersama Rania pergi meninggalkan rumah orangtuanya dan kembali ke kota lagi.