Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Hobi yang sama


__ADS_3

Selesai makan Nenek mengajak Rania kembali ke kamar.Dengan alasan supaya Rania bisa istirahat lagi.


Namun bukanya istirahat,justru nenek asyik mengajak ngobrol Rania.


Nenek menceritakan masa muda nenek dan juga masa kecil Arya.


Sambil mendengarkan cerita nenek,Rania menghidupkan hpnya yang baru terisi setengah.


Begitu hp menyala banyak sekali chat masuk.


Rania membuka lebih dulu chat dari Intan yang sedang mengkhawatirkannya.


📱Rania:"Intan...maaf baru ngabarin.aku baik-baik saja kok.Nanti aku cerita pas di kost ya.Sekarang batreiku habis."


Setelah mengirimkan pesan pada Intan,Rania kembali mematikan hpnya.


Sengaja ia matikan karna pasti Intan akan menelpon dan bertanya panjang lebar.


Rania yang sedang di tungguin nenek pasti tidak akan bisa leluasa untuk menceritakannya.


Dan alasan lain juga karna ia tak ingin bicara dulu dengan Dery.


Butuh waktu untuk menerima semua kenyataan terburuknya.Dan ia ingin bicara pada Dery nanti,di saat semua sudah lebih baik.


"Kok di matiin lagi?"Tanya nenek yang melihat Rania kembali meletakkan hp nya di nakas.


"Eh,iya Nek,biar terisi penuh dulu.Rania sudah kabari Intan kok."Jawab Rania.


"Siapa kamu si Intan itu nak?"Nenek ingin tau tentang kehidupan Rania.

__ADS_1


"Itu Nek,Intan itu sahabat Rania di satu pabrik tapi beda bagian.Dan kami satu kost juga,cuma beda kamar.Sebelahan gitu."Rania menjelaskan panjang lebar.


"Ow...Kalau keluarga kamu?"Tanya nenek lagi.


Rania menceritakan sedikit tentang keluarganya yang ada di rumah.


Mereka berdua asyik ngobrol bareng.


Hingga tak terasa hari mulai siang.


Rania berinisiatif pergi ke belakang.


Tempat dimana para pekerja mencuci baju.


Ia ingin mengambil bajunya dan ingin segera pulang ke kost.


"Nek,tempat mencuci baju dimana ya nek?"Tanya Rania yang ingin keluar kamar.


"Mau ambil baju Rania nek,mungkin saja sudah kering."Rania segera keluar.Mencari tempat yang di katakan nenek tadi.


Nenek mengikutinya dari belakang.


Saat melewati taman di belakang rumah,terlihat mama Anita sedang menata bunga yang baru di petik.Di masukkan ke dalam pot.


Ia melihat mama Anita yang dengan cekatan menata dan mengambil bunga yang ada di sebuah keranjang bunga.


Saat menoleh ke taman,ia begitu takjub.


Melihat banyak nya bunga berwarna warni yang berjajar rapi seperti di perkebunan bunga.

__ADS_1


Sejenak Rania lupa akan tujuannya ke belakang tadi.


Ia yang juga sangat menyukai bunga,mendekat pada mama Anita.


"Buk,eh tante.bunga nya bagus-bagus banget..."Rania mengambil salah satu bunga dan menciumnya.


"Iya,kamu suka bunga?"Mama Anita menoleh pada Rania.


"Suka banget Tante.Bunga nya cantik-Cantik."Mengambil satu lagi dan di cium kembali.


"Sama dong,Tante juga suka bunga dari kecil."Mama Anita masih sibuk menata bunga ke dalam vas.


"Yahhh...Rania telat,gak ikut metik nya langsung."Rania kecewa.


"Kalo Rania mau,boleh kok petik langsung."Nenek bicara di belakang Rania.


"Tapi Nek,Tante kan sudah petik banyak..."Rania sedih.


"Boleh kok,"Mama Anita mengijinkan.


Rania begitu senangnya.


Ia memetik satu persatu bunga yang berbeda warna tersebut dan memasukkan kedalam vas.


Arya yang melihat dari balkon kamarnya,ia tersenyum sambil berbicara pada dirinya sendiri.


"Kamu lucu ya,bisa punya hobi seperti mama.Bisa terlihat begitu bahagia hanya dengan memetik bunga."Memasukkan kedua tangan ke saku celana pendeknya.


Bagi Arya itu adalah sebuah hiburan tersendiri.

__ADS_1


Melihat seorang wanita yang bisa bahagia hanya dengan hal sepele.


__ADS_2