
Hari berjalan serasa begitu cepat.
Beberapa hari lagi acara resepsi akan segera dilaksanakan.
Berkat kerja keras orang-orang kepercayaan Adiyasa,persiapan acara pun sudah hampir selesai.
Seluruh undangan sudah tersebar secara elektrik.
Khusus bagi karyawan pilihan di perusahaan,Arya undang secara langsung lewat meeting beberapa hari yang lalu.
Banyak para staf yang penasaran dengan istri bos mereka.
Yang katanya sudah menikah lima bulan yang lalu,tapi belum sekalipun mereka melihatnya.
Rania bersama teman-temannya sedang berbincang-bincang seusai makan siang.
Kebetulan Arya sedang ada meeting di luar,jadi Rania bisa makan bareng bersama teman-temannya.
"Eh,kalian penasaran gak sih sama istrinya pak Arya?"Tanya Aan saat jam istirahat.
Mereka biasa makan bersama di ruangan yang khusus di gunakan untuk beristirahat sejenak.
"Iya nih,aku juga penasaran"Jawab Maya.
"Sama!Aku juga penasaran banget malah."Imbuh Alya.
"Heem...Denger-denger dulu mau nikah sama artis cantik itu."Wisnu ikut menimpali.
"Katanya sih gitu...tapi kok sejak menikah istrinya belum di ajak kesini ya."Aan heran.
"Iya,padahal kan katanya nikah sudah lima bulan yang lalu.Masak iya gak pernah kesini gitu."Alya menghabiskan makannya.
"Namanya juga artis.Sibuk mungkin."Maya menanggapinya.
"Bisa jadi...Eh Ran,kamu gak penasaran kayak kita nih?"Alya menyenggol bahu Rania.Yang lain pada sibuk ngomongin bos nya tapi Rania hanya diam saja.
"Eh,emm...i-iya."Rania gugup.
Ia bingung harus ngomong apa.Sedari tadi dia hanya mampu jadi pendengar tanpa berani ikut menanggapi.
"Kok kamu kaget gitu sih...lagi ngelamun ya...."Ledek Wisnu saat melihat ekspresi Rania yang gugup.
Rania hanya mampu menjawab dengan sebuah senyuman.
Dia jadi merasa bersalah karna masih merahasiakan hal tersebut dari teman-teman satu ruang kerjanya.
"Padahal dulu pas belum nikah aja sudah beberapa kali terlihat kesini.Setelah menikah kok malah gak kesini lagi."Ucap Alya kembali.
__ADS_1
Memang hal tersebut masih jadi sebuah rahasia untuk seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan Arya.Hanya asisten Roy saja yang mengetahui hal tersebut.
Jadi wajar saja jika banyak yang bertanya-tanya soal tersebut.
"Besok kita datangnya barengan aja gimana?"Usul Wisnu.
"Iya.Cocoknya emang gitu."Aan menyetujui usul Wisnu.
"Boleh juga.Kita ketemuan di dekat taman aja."Maya mencari tempat terdekat yang sama-sama di lewati untuk berkumpul.
"Boleh juga.Besok kita chat lagi."Alya mengangguk.
"Gimana Rania,kamu setuju kan?"
"Emmm anu....aku...a-aku."Di saat Rania sedang bingung mau menjawab apa,tiba-tiba saja Arya datang.Tanpa permisi dia langsung membuka pintu ruang kerja.
"Sayang,kita pulang sekarang.Nenek sudah menghubungi kamu bukan?"Arya mendekat pada Rania lalu menarik tangannya.
Yang lain hanya bisa mematung melihat hal tersebut.
Kemudian mereka saling beradu pandang saat melihat Rania di tarik oleh pak Arya.
Bos mereka yang katanya sudah menikah lima bulan yang lalu.
Lalu untuk apa pak Arya datang dan mengajak Rania pulang?iya,pulang.Pulang kemana yang di maksud pak Arya.
Kira-kira seperti itulah pemikiran mereka semua yang ada di tempat yang sama dengan Rania.
"Emm...emm...mas,aku mau beresin meja kerjaku sebentar dulu ya."Rania menarik tangannya dari genggaman Arya.
"Baiklah,tapi cepat ya."
"Iya."
Rania segera berjalan menuju meja kerjanya dan mulai membereskan kertas yang berantakan.
Sebenarnya Rania ingin bicara pada teman-temannya.Tapi Arya tak juga pergi dari tempat itu.
"Mas Arya tunggu di luar dulu gakpapa."Rania sengaja menyuruh Arya menunggu di luar supaya bisa bicara meskipun sedikit dengan teman-temannya.
"Gak,kita buru-buru.Udah,gak usah di beresin aja,nanti biar di beresin OB."Arya kembali menarik tangan Rania.
"Iya,aku ambil tas dulu."Rania tak bisa lagi mengulur waktu.Dengan cepat ia mengambil tas lalu mendekati Arya guna ikut pulang.
"Semuanya,aku pergi dulu ya.Besok aku ceritain."Bicara sambil berlalu mengikuti langkah kaki Arya.
Keempat temannya masih tetap duduk ditempat semula tanpa bergeser sedikitpun.
__ADS_1
Setelah Rania keluar dari ruangan itu baru mereka sadar kembali dengan keadaan.
Mereka saling pandang dan mulai saling bertanya.
"Pak Arya panggil Rania apa?"Wisnu bertanya pada ketiga sahabatnya.
"Sayang,iya bener."Aan membenarkan dugaan Wisnu.
"Berarti aku gak salah denger kan?"Wisnu menyenggol lengan Maya.
"Iya,terus Rania juga panggil pak Arya dengan panggilan mas,bukan pak seperti biasanya."
"Heem.Bener banget."Imbuh Alya.
"Terus pak Arya ngajak Rania pulang.Pulang kemana maksudnya?Apa ada yang tidak aku ketahui?"Wisnu semakin penasaran.
Aan mengangkat bahunya tanda iapun juga tak tahu.
"Apa ada yang di sembunyikan oleh Rania?"Tanya kembali Wisnu pada Maya.
"Entahlah,aku sendiri juga gak tau apa-apa.Kalian kan tau sendiri,kalau jam kerja kita sibuk dengan kerjaan masing-masing.Dan kalau jam istirahat Rania juga istirahat ke kantin bersama teman-temannya di bawah."Jawab Maya.
"Iya,eh,tapi tunggu dulu deh,bukanya Intan sahabatnya Rania sudah keluar semenjak mendekati hari lahiran?Lalu Rania makan dengan siapa?"Alya pun ikut mengingat kembali tentang Rania.
"Apa kalian ada yang melihat langsung saat Rania makan dengan Intan?"Aan melihat Maya.
"Enggak.Aku gak liat secara langsung sih."Jawab Maya.
Dan ketiga orang tersebut menggelengkan kepala karna mereka pun tidak pernah tau dengan siapa sebenarnya Rania biasa makan siang.
"Fix!Pasti ada yang sedang di sembunyikan Rania.Besok harus kita tanya."Ucap Aan.
"Iya,harus!"Jawab Wisnu.
Sementara itu Rania berjalan mengikuti Arya,namun pikirannya masih terus memikirkan keempat sahabatnya.
Rania takut jika mereka akan kecewa padanya karna sudah menyembunyikan hal tersebut.
Ia berencana ingin memberitahu temannya jika sudah tiba datangnya acara resepsi.
Di dalam mobil yang mulai berjalan Rania membuka hp nya.
Ada beberapa panggilan tak terjawab,mulai dari mama Anita,nenek hingga Arya.
Begitu juga pesan yang sudah masuk,namun rupanya Rania tadi tak menyadari akan hal itu.
Sebelumnya Rania sudah di ingatkan akan hal itu.Tapi mungkin karna sedang asyik bersama teman-temannya,maka Rania tak menghiraukan pesan maupun panggilan yang masuk.
__ADS_1
Hari ini rencananya baju pengantin akan di antar ke rumah.Dan kedua pengantin itu diminta untuk kembali mencobanya sebelum dipakai waktu di acara nanti.
Jika ada kekurangan ataupun hal yang membuat mereka merasa tak nyaman,masih ada kesempatan untuk memperbaikinya lagi.