Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Tugas istri


__ADS_3

Pagi ini adalah pagi baru untuk Rania.


Ia berusaha bangun pagi untuk ikut memasak di dapur.


Mengingat statusnya yang sudah tak lagi sendiri.


Ia mengingat perkataan Arya semalam,bahwa ia harus bisa menempatkan diri sebagai istri saat dirumah.


Apalagi mengingat pagi ini orang tua Rania dari kampung juga akan segera pulang.


"Lho...mbak Rania...kenapa ke dapur?Ada yang bisa mbok bantu?"Mbok Jum nampak kaget melihat kedatangan Rania pagi buta sudah ke dapur.


"Enggak kok mbok...Rania pengen bantuin masak."


"Gak usah mbak...kan sudah ada mbok Jum dan yang lainnya yang punya tugas masing-masing."Jelas mbok Jum.


"Gakpapa mbok...sekalian Rania pengen belajar masak."


"Gak usah mbak...nanti kalau di marahi nenek atau ibu Anita gimana?"


"Enggak lah mbok...nanti Rania sendiri yang bilang deh.Boleh ya..."Mohon Rania.


"Biar Rania tau makanan kesukaan pak Arya."Bujuk Rania lagi.


Akhirnya mbok Jum tak bisa melarang Rania yang ingin ikut memasak.


Mereka masak beberapa menu sarapan.


Untuk menjamu keluarga Rania yang berencana pulang.


Mbok Jum masak dan Rania yang bantu-bantu memotong sayuran dan juga menggoreng aneka lauk pauk.


Meski mereka memasak hanya berdua namun suara mereka yang saling ngobrol terdengar sampai ruang keluarga.


Mama Anita yang ingin mengambil air minum mencari tau sumber suara itu.


Berjalan menuju dapur sesuai suara yang di dengar.


"Lhoh...Rania...kok disini ngapain jam segini?"Mama Anita melihat Rania yang sedang sibuk membantu mbok Jum mencuci sayuran yang sudah dipotong.


"Emm anu buk...Tadi sudah mbok peringatkan untuk tidak kesini.Tapi mbak Rania memaksa ingin ikut memasak."Mbok Jum berkata sambil menunduk.Takut sang majikan marah.


"Iya ma,Rania boleh kan belajar masak.Biar Rania tau makanan kesukaan pak Arya."


Sebenarnya itu hanyalah alasan Rania saja untuk dia bisa menghindari Arya.


"Niat kamu memang baik...tapi apa Arya nggak marah?"


"Enggak kok ma...nanti..."


Belum selesai Rania menjawab pertanyaan mama Anita ia sudah di kagetkan dengan kedatangan Arya.


"Ada apa sih ma,pagi-pagi kok sudah ribut."


Arya datang bersama dengan papa Jaya dan pak Hartono.


Mereka baru saja selesai sholat subuh berjamaah di mushola.


"Ini lho Arya...istri kamu pagi-pagi sudah ke dapur.


Katanya mau belajar masak,biar tau makanan kesukaan kamu."Sengaja mama Anita memberi tau jika Rania sudah berniat jadi istri idaman.

__ADS_1


Eh...


Rania merasa sangat malu.


Ia terjebak dengan alasan yang ia buat sendiri.


Hanya karna tidak ingin berlama-lama berduaan dengan Arya di kamar.


"Gakpapa ma...biarkan saja.Yang penting jangan terlalu capek."Arya menanggapi ucapan mama Anita.


"Iya Bu...ijinkan Rania belajar masak.


Ia kan sudah punya suami,jadi harus bisa masak masakan kesukaan suaminya.."Imbuh pak Hartono.


"Tapi ingat Rania...jangan terlalu capek...kalo capek istirahat saja."Imbuh pak Jaya.


"I-iya pa."


Arya dan yang lainnya segera pergi,sedang Rania dan mbok Jum kembali melanjutkan memasak.


Tak lama kemudian ibu Rania juga ikut bergabung membantu memasak.


Suasana di dapur jadi semakin rame.


"Mbok...ini sudah selesai,kita tinggal mandi dulu ya mbok."Rania menutup masakannya yang sudah di tata di meja makan.


"Iya mbak...biar mbok Jum beres-beres dulu."Mbok Jum mulai membersihkan dapur yang masih berantakan.


"Ayo buk...Ibuk juga harus mandi.Dek Nabila sudah mandi belum?"Rania berjalan bersama ibunya.


"Gak tau nduk...tadi di bangunin susah banget.Masih ngantuk katanya."Ibu menggandeng tangan Rania.


"Hehehe...dasar Nabila.Paling kebo dia kalo tidur buk."Rania mengingat kebiasaan Nabila yang sering bangun kesiangan.


"Iya buk..."


Akhirnya mereka berpisah,pergi ke kamar masing-masing.


Ketika Rania masuk ke dalam kamar,Arya masih duduk di ranjang sambil sibuk dengan hp nya.


"Pak Arya belum mandi?"


Arya menoleh pada Rania kemudian melihat jam dinding.


"Oh iya.Ya sudah aku mau mandi dulu."Meletakkan hp nya di nakas lalu segera pergi ke kamar mandi.


Rania pun segera pergi ke ruang ganti.


Ia mencari baju ganti untuk bekerja hari ini.


Semua telah tersedia di lemari besar.


Berisi pakaian baru yang terlihat bagus-bagus dan mahal.


Sesuai dengan model yang kekinian.


Rania merasa semuanya terlalu berlebihan.


Ia saja jarang sekali membeli baju.


Sesekali jika uang gajinya sudah cukup untuk semuanya.

__ADS_1


Rania membuka lemari baju milik Arya.


Ia memberanikan menyiapkan baju untuk Arya.


Dia pilih yang kiranya serasi dan cocok untuk Arya.


Sesuai seperti style yang biasa Arya pakai.


"Kira-kira pak Arya nanti mau gak ya memakai baju yang ku pilihkan?"Rania menaruh baju tersebut di sofa dekat lemari.


"Eh,tapi pakaian dalamnya belum."


Rania kembali membuka lemari yang khusus untuk tempat pakaian dalam.


Saat sudah menemukan tempat pakaian dalam Rania melihat beberapa tumpukan di sana.


Ingin mengambil tapi ia masih merasa malu.


Belum pernah ia menyiapkan hal yang sedemikian intim.


Tak jadi mengambil karna ia masih belum terbiasa.


Akhirnya di tutup kembali pintu lemarinya.


Dengan buru-buru Rania keluar dari ruang ganti.


Tak lama setelahnya Arya sudah keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti.


Kali ini Arya tak lagi hanya memakai handuk seperti kemarin.


Melainkan memakai bathrobe untuk menutup tubuhnya.


Takut jika Rania berteriak seperti kemarin.


Kemudian Rania yang giliran mandi.


Membawa serta handuk dan pakaian lengkap dengan jilbab yang akan dia pakai.


Sedangkan Arya masuk ke ruang ganti.


Saat akan membuka lemari,ia melihat pakaiannya yang sudah disiapkan di sofa samping lemari.


Ia mendekati pakaian itu lalu mengambilnya.


"Sudah disiapkan?Lumayan juga pilihan dia.


Tapi tunggu dulu.Mana pakaian dalamnya?


Ah,mungkin ia belum tau tempatnya."


Arya tersenyum sambil membolak balikkan bajunya.


Akhirnya ia mengambil pakaian dalam lalu memakai baju yang sudah di siapkan Rania.


Rania yang baru keluar dari kamar mandi sedikit terkejut tapi juga lega.


Karna ternyata Arya mau memakai baju yang sudah disiapkannya.


Itu berarti Arya tak keberatan dengan niat baiknya.


Meskipun bukan suami istri seperti yang di impikan tiap pasangan pengantin,tapi setidaknya Rania ingin melakukan semua kewajibannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Beruntung,meski mereka sama-sama tak menginginkan pernikahan ini,tapi setidaknya Arya tak berbuat kasar padanya.


Untuk kedepannya,biarlah berjalan dengan sendirinya.


__ADS_2