
Seketika Rania tersadar dari lamunannya.
"Rania..aku tau kamu pasti bingung.
Aku gak maksa kamu buat jawab sekarang,ataupun maksa kamu buat nerima aku.Ya...walaupun aku sangat berharap kamu nerima aku sih..."Ungkapnya lirih di akhir kalimat sambil tersenyum kecil.
"Ihh...apaan sih mas..."Canda Rania untuk sedikit mencairkan suasana.
"Hahaha..."Mereka tertawa bersama.
"Tapi aku serius Ran,aku beneran suka sama kamu."Kata Dery.
"Gak usah di jawab sekarang kalau kamu belum siap.Aku akan menunggu sampai kamu siap."Lanjutnya.
"Tapi,aku cuma anak kost mas.Anak orang kampung yang hidupnya pas pasan.Aku bukan orang berpendidikan.Sedangkan mas adalah orang hebat.Di usia mas yang masih muda,mas sudah jadi dosen."Rania menunduk sambil memilin ujung jaketnya.
Semua tau bahwa anak pemilik kost adalah dosen muda yang sangat hebat.
juga merupakan pewaris kekayaan orang tuanya.
meski di usianya yang sudah tak lagi muda,tapi orangtuanya Dery adalah pemilik kost puluhan kamar.
Juga kabarnya mempunyai banyak tanah d berbagai daerah.
Serta beberapa toko grosir yang di kelola kakak perempuannya yang sudah berkeluarga.
Rania merasa minder.Ia takut jika orangtua Dery tidak merestui mereka.
Sekalipun itu hanya pacaran.
Seolah Dery tau kekhawatiran Rania,ia terus meyakinkan Rania.
"Kamu gak usah berpikiran terlalu jauh dulu sebelum benar-benar kenal sama orang tuaku.mereka gak seperti itu kok.
Mau aku kenalin sekarang...?"Dery mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Iiihhh...apaan sih mas..."Pipi Rania bersemu merah.
"Beneran lho.kalau kamu mau,aku kenalin sebagai calon mantu sekarang juga gakpapa."Goda Dery.
Reflek tangan Rania ingin memukul bahu Dery.
Dengan segera Dery menangkap tangan Rania ingin menggenggamnya.
Rania tersenyum malu sambil menarik tangannya.
"Gimana,kamu percaya kan sama aku.Aku serius.Mau kan jadi pacarku."Katanya bersungguh-sungguh.
Akhirnya Rania mengangguk malu.
Entah ini cinta atau bukan.
Yang Rania tau Dery adalah orang baik.
Ia ingin mencoba untuk membalas perasaan Dery.
Untuk kedepannya akan ia serahkan pada takdir.
🌼🌼🌼
Sejak saat itu,Dery selalu aktif menghubungi Rania.
Perhatian perhatian kecil yang Dery berikan terkadang membuat Rania tersenyum malu.
Beberapa hari ini,semenjak Intan balik dari kampung,Rania jarang sekali bertemu dengan Intan.Karna selain mereka beda kamar mereka juga beda bagian kerja.
Sudah beberapa hari ini Rania selalu lembur dan pulang malam.
Sampai Rania belum sempat menceritakan soal hubungannya dengan Dery.
Dery selalu memberi semangat untuk Rania.
__ADS_1
Sehingga membuat hari Rania semakin bahagia.
Rania bekerja dengan perasaan senang.
Ia mengerjakan semuanya dengan baik.
Pak Anton juga merupakan supervisor yang baik.Sehingga membuat Rania merasa betah bekerja di situ.
Setiap gajian Rania menyempatkan pulang pada hari minggunya.
Memberi uang pada orangtuanya untuk membantu biaya sekolah adik-adiknya.
Sebagian ia tabung untuk masa depannya.
Pagi-pagi sekali pak Anton sudah datang.
padahal biasanya agak siang baru datang.
Rania bertanya karna penasaran."Pak Anton.kok tumben jam segini sudah datang?"
Pak Anton menoleh,"Lha iya,nanti kan pimpinan baru sudah mulai masuk.Jadi mau ada meeting pagi."
"Ow..."Rania ber oh ria..
Memang kabar bebarapa hari ini katanya akan ada pimpinan baru yang akan menggantikan pak Broto selaku pimpinan sebelumnya.
Dan katanya pimpinan kali ini adalah pewaris perusaan itu sendiri.
Para karyawan banyak yang membicarakan pimpinan baru.
Mereka banyak yang penasaran.
Karna katanya beliau masih muda dan belum beristri.
Namun berbeda dengan Rania.
__ADS_1
Ia sama sekali tak memikirkan itu.
Karna prioritasnya adalah bekerja dengan baik.