Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Pergi ke butik


__ADS_3

Besok adalah hari pernikahan pak Arya dan Sesil.


Rania hampir setiap hari di ingatkan nenek untuk tidak lupa akan hal itu.


Sebenarnya jika bisa Rania ingin menolak untuk datang ke acara tersebut.


Baru membayangkan saja Rania sudah gak bersemangat.


Ia merasa bukan siapa-siapa di keluarga Adiyasa.


Padahal yang menghadiri adalah keluarga terdekat.


Selain itu juga Rania merasa minder.


Ia jarang sekali ke acara undangan,apalagi ini undangan bos besarnya di tempat kerja.


Ia tak tau pakaian seperti apa yang cocok untuk acara besar seperti besok.


Namun jika tak datang,ia tak tau mesti dengan alasan apa untuk menolaknya.


Keluarga Adiyasa sudah sangat baik padanya.


Apalagi sang nenek yang sudah begitu dekat dengannya.


Sehingga ia sungkan untuk menolaknya.


Sedang asyik dengan lamunannya,Rania di kagetkan dengan kedatangan tamu.


"Assalamualaikum Rania..."


Terdengar suara orang sedang mengucapkan salam sambil mengetuk pintu.


Rania yang sedang rebahan segera berlari kecil untuk keluar dari kamar.


Dibukanya sedikit korden yang menutupi jendela kaca.


Dari dalam rumah terlihat nenek yang sedang berdiri di depan pintu.


Rania membuka pintu.


"Nenek...ada apa datang kesini Nek...ada yang bisa Rania bantu...?"


"Ayo Nek masuk dulu."Menarik lembut tangan nenek tapi nenek justru menolaknya.


"Rania,temenin nenek shoping dong."Melihat Rania dengan tatapan memohon.


"Shoping kemana Nek...?"


"Ya shoping deh pokoknya.Kamu cepetan ganti baju ya.Jangan lama-lama.Kasihan pak supir yang nungguin."Nenek menunjuk mobil yang terparkir di depan kost'an Rania.


"Tapi Nek."Ingin menolak tapi gak enak.


"Tolong dong Rania...plis....mau ya."


Rania tak tega menolak ajakan sang nenek.


"Ya udah,Rania ganti baju dulu ya nek.Nenek masuk aja dulu."Rania berjalan masuk ke kamar.


"Iya,gak usah lama-lama ya..."Nenek setengah berteriak.


Rania buru-buru ganti pakaian,tak lupa memoles wajahnya dengan sedikit make up natural sebisanya.


Tak lupa ia mengambil tas selempangnya yang berisi dompet dan juga hp.


Setelah selesai Rania buru-buru keluar menemui nenek.


Takut nenek menunggu lama.

__ADS_1


Nenek yang memang sedang menunggu Rania seketika berdiri saat melihat Rania keluar dari kamar sudah dengan pakaian yang rapi.


"Rania...yuk langsung berangkat saja."Nenek berdiri.


"Iya nek."


Mereka berjalan keluar kost.


Tak lupa Rania mengunci pintu kost.


Di dalam mobil Rania terdiam dengan pikirannya sendiri.


"Rania...kamu baik-baik saja kan,kok diam saja."Nenek memegang dan mengusap punggung tangan Rania yang sedang melamun.


"Eh,tidak Nek.Rania baik-baik saja kok."Rania tersenyum.


"Tapi sebenarnya Rania bingung Nek,sebenarnya kita mau kemana.apa di rumah tidak sedang repot menyiapkan untuk acara besok?"Tanya Rania penasaran.


Nenek tertawa sebentar sebelum kemudian menjawab pertanyaan Rania.


"Untuk apa sibuk...kan sudah ada yang mengurusnya..."


Ah iya,Rania lupa jika keluarga Adiyasa adalah keluarga yang sangat kaya raya.


Ia bisa melakukan apapun untuk hal yang besar sekalipun.


Tanpa harus ikut turun tangan sendiri.


Mobil berhenti di sebuah tempat.


Rania menoleh ke luar jendela mobil.


Terdapat sebuah bangunan yang cukup besar dan mewah.


"Nek...kita mau ke butik?"Tanya Rania ketika turun dari mobil."


Mereka berjalan menuju butik tersebut.


Sesampainya di depan butik nenek langsung di sambut oleh pemilik butik itu sendiri.


"Nyonya Adiyasa,silahkan masuk."Ajak pemilik butik.


"Baiklah,saya mau ambil baju untuk besok,tapi sebelumnya mau lihat-lihat dulu.ada yang mau saya beli lagi."


"Baik nyonya.Silahkan di pilih dulu.Jika ada yang di perlukan bisa panggil saya atau pegawai yang lain."


"Ya...terimakasih."


"Saya yang seharusnya berterimakasih nyonya.mari silahkan."


Mereka bertiga berjalan menuju tempat pakaian yang di inginkan.


"Oh iya mbak.Tolong carikan gaun untuk Rania ya."


"Baik nyonya."Jawab pemilik butik.


"Gaun untuk acara besok.Tolong pilihkan yang cocok untuknya."


"Tapi Nek.gak perlu Nek.Rania bisa pakai baju Rania yang biasanya."Rania mencoba menolaknya.


"Jangan menolak pemberian nenek."


"Baik nyonya.ayo mbak,kita pilih disana."Pemilik butik menunjuk koleksi gaun miliknya.


Rania berjalan mengikuti pemilik butik bersama nenek.


"Bisa di pilih yang seperti apa atau saya pilihkan mbak..."Tanyanya ramah.

__ADS_1


"Ayo Rania,pilihlah yang kamu suka."Nenek mengajak Rania memilih gaun.


Rania pun mulai memilih.


Saat sedang memilih Rania mencoba melihat harga yang ada di bandrol gaun.


Rania terkejut,hampir semua gaun harganya hampir mencapai satu bulan gajinya bekerja.


Sehingga ia enggan untuk mengambil.


"Rania,kamu pilih yang mana?"Tanya nenek.


"Emmm...sebenernya ini tidak perlu Nek.Ini terlalu berlebihan untuk Rania."


Yang di maksud berlebihan oleh Rania adalah harganya,namun nenek mengartikan lain.


"Baiklah kalau begitu.mbak,tolong Carikan yang modelnya simpel tapi terlihat elegan ya."


"Baik nyonya."Pemilik butik tersebut segera pergi mengambil gaun sesuai keinginan nenek.


"Eh,bukan begitu maksud Rania nek."Belum selesai Rania bicara sudah di potong terlebih dahulu oleh nenek.


"Gakpapa.kamu santai saja.ok."


Raniapun sudah tak berani lagi bicara apa-apa.


Tak lama kemudian datanglah pemilik butik membawa beberapa gaun di tangannya.


"Ini ada beberapa contoh nyonya.Bisa dipilih dulu.Jika tidak cocok bisa saya ambilkan yang lain."


"Rania,kamu pilih yang mana?"Tanya nenek sambil memilih.


"Terserah nenek saja.Sebenarnya Rania bingung.semuanya bagus nek."Rania tersenyum kikuk.


"Menurut mbak yang cocok buat Rania yang mana?"Nenek balik bertanya pada pemilik butik.


"Untuk mbak yang masih sangat muda dan cantik ini mungkin bisa mencoba beberapa gaun ini."Menunjukkan tiga model gaun yang berbeda-beda model dan warna.


"Ah iya,lebih baik di coba dulu Rania."Perintah nenek.


Rania menurut.


Ia mencoba ketiga gaun itu lalu menunjukkan pada nenek setelah ia pakai.


"Sepertinya yang model gaun kedua lebih pas buat kamu Rania.


Tertutup,anggun,simpel tapi cantik.Gimana,kamu suka gak?"


"Iya Nek,tapi harganya sangat mahal."Rania bicara perlahan sambil berbisik di telinga nenek.


Nenek tertawa sambil memegang tangan Rania.


"Sesuai dengan barangnya sayang..."


"Tapi sayang uangnya nek."


"Udah gak usah di pikirin."


"Mbak,tolong bungkus yang ini ya.saya bawa sekalian."Nenek berkata pada pemilik butik.


"Baik nyonya,ada lagi?"


"Mau lagi Rania?"


"Sudah nek,terimakasih."Rania segera menyudahinya.


Ia tidak bisa membayangkan berapa uang yang harus di keluarkan jika membeli beberapa potong pakaian ditempat itu.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka di butik,akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang.


__ADS_2