
Hingga larut malam tapi Rania belum juga bisa tidur.
Meski ia capek,dan berulang-ulang mencoba memejamkan mata,tapi tetap saja tak bisa benar-benar tidur.
Ia masih memikirkan tentang obrolannya dengan Dery tadi.
"Salahkah aku yang sudah menolak orang baik seperti mas Dery?Padahal dia berniat serius.
Tapi di sisi lain,kenapa hatiku masih ragu."Rania merasa bimbang.
Begitu juga Dery.Ia pun belum bisa tidur.
Ia masih mengingat hubungannya dengan Rania.
Entah kenapa ia begitu mencintainya.
Melihatnya pulang kerja larut malam,membuat Dery merasa tidak tega.
Rania bekerja sampai tidak memikirkan dirinya sendiri.
Semua itu ia lakukan demi membantu orang tuanya.
Sungguh jarang ada gadis seperti itu jaman sekarang.
Di usianya yang belum genap 19 tahun,dia harus bekerja ekstra.
Di saat anak lain yang seumuran dengannya masih asyik menikmati masa kuliah.
Tanpa harus pusing-pusing memikirkan keuangan.
Untuk itu,Dery bertekat akan memperjuangkan Rania.Apapun yang terjadi.
Ia berencana ingin main ke rumah Rania dulu.
Supaya ia bisa mengenal lebih dekat dengan keluarga Rania.
🌼🌼🌼
Pagi harinya,Rania enggan sekali bangun.
Ia merasa seluruh badannya sakit semua.
Gara-gara semalam ia sulit tidur.
Baru bisa tidur sekitar jam tiga dini hari.
Namun mau tak mau Rania harus segera bangun.
__ADS_1
Jika ia tak ingin telat datang ke pabrik.
Ia tak mungkin melewatkan acara penting itu.
Pukul sembilan pagi,acara serah terima jabatan pemimpin baru akan segera di mulai.
Halaman pabrik di hias sedemikian rupa.
Menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati setiap acara.
Semua karyawan di beri tempat duduk yang nyaman.Serta hidangan makanan yang di tata secara prasmanan di meja panjang.
Selain seluruh karyawan,acara tersebut juga mengundang anak-anak yatim piatu dari panti asuhan terdekat.
Acara itu juga di hadiri oleh keluarga besar Adiyasa,juga para klien yang bekerja sama dengan perusahaan Adiyasa.
Jaya Adiyasa selaku pemilik perusahaan,beserta sang istri,Anita Adiyasa,juga sang putra tunggal Aryabima Adiyasa.Mereka secara langsung memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu.
Serta mengumumkan pada seluruh karyawan bahwa dalam gaji bulan ini,di sertakan bonus dari perusahaan Adiyasa.
Untuk berapa nominalnya,semua sudah di sesuaikan dengan jabatan dan lama kerja di perusahaan.
Dengan harapan semua bisa bekerja lebih maksimal lagi untuk bisa memajukan perusahaan dan mensejahterakan seluruh karyawan.
Setelah acara santunan,di lanjutkan acara serah terima jabatan.
Selesai itu,seluruh peserta acara di persilahkan menikmati hidangan yang ada dan juga menikmati hiburan yang sudah di sediakan.
"Makan yuk Ran."Ajak Intan.
"Yuk..."
Rania dan Intan berjalan menuju tempat makanan.
Saat akan mengambil makan ia melihat anak kecil yang sedang kesusahan mengambil makanan.Karna tubuhnya yang masih kecil,ia tak mampu meraih makanan yang ia inginkan.
Rania segera mendekat.
"Adek...mau ambil yang mana?Sini mbak bantuin."
Anak itu mendongak melihat Rania.
"Pengen yang itu mbak..."
Anak itu menunjuk sebuah kue yang berwarna warni.
"Oh...yang ini."Rania mengambil satu buah kue.
__ADS_1
"Iya mbak."
"Adek mau berapa?"
"Dua."Anak itu tersenyum sambil menunjukkan dua jari nya.
"Ok,sama apalagi nih?"
"Sama buah pisang dan buah jeruk mbak."
"Ok,terus...mau yang mana lagi..."
"Sama yang itu mbak."
Anak itu berlari kecil ke arah stand minuman.
"Mau minum itu..."Katanya sambil menunjuk minuman jus berwarna merah.
"Ok,ada lagi?"
"Udah mbak...itu aja.Makasih ya..."
"Iya cantik...bisa bawa gak?
"Hehehe...gak bisa mbak,susah."
"Yuk,mbak bantuin bawa.Duduknya tadi di mana?"
"Disana mbak..."Ia menunjuk sebuah tempat duduk.
Mereka berjalan menuju tempat duduk kosong di sebelah para anak yatim piatu yang lain.
"Udah,sini.Di makan ya....hati-hati makannya.Ok."
"Iya mbak cantik...makasih ya..."Anak itu tersenyum.
"Iya...Mbak balik sana dulu ya..."
"He-em."Anak itu mengangguk sambil tak sabaran memakan kue yang tadi sudah di ambil.
Rania tersenyum sambil berlalu kembali menghampiri Intan.
Dari jauh seorang Aryabima melihat Rania yang membantu anak kecil tadi.
Sambil tersenyum kecil ia berkata dalam hati,"Ternyata dia baik,sayang sama anak-anak."
Dan tanpa di duga,ibu Anita melihat anak semata wayangnya.
__ADS_1
Arya yang memperhatikan seorang gadis yang baik.Dalam hati ia berdoa.Semoga Arya bisa segera melupakan Sesil.