
Disinilah Rania sekarang.Di sebuah pabrik yang cukup besar di daerah perbatasan kota.
Setelah serangkaian wawancara akhirnya Rania di terima bekerja.Berkat bantuan dari Budhe nya Novi,yang mana beliau adalah salah satu staf di bagian kantor.Rania bisa langsung bekerja.
"Rania amalia."Panggil pak Santoso selaku bagian HRD.
"Ya pak."Jawab Rania.
"Kamu siap bekerja sekarang?"Ucap pak Santoso memastikan.
"Siap Pak."Jawab Rania mantab.
"Ok,saya harap kamu bekerja dengan sungguh-sungguh.sekarang bisa ikut pak Anton."Terang pak Santoso.
"Pak Anton,silahkan."Lanjut pak Santoso.
"Baik pak Santoso,terimakasih."Jawab pak Anton sambil melihat Rania.
"Mari ikut saya mbak.dan mulai sekarang kamu berada di bagian finishing."Jelas pak Anton.
Rania menjawab sambil berjalan mengikuti langkah pak Anton."Baik pak."
Hari pertama Rania bekerja,semua terasa baru.
Suasana baru,tempat baru,dan juga tentunya teman-teman baru.
__ADS_1
Butuh beradaptasi dengan semua itu.
Namun Rania sudah bertekad.Ia akan mulai berjuang dari sini.Rania ingin adik-adiknya dapat bersekolah dan juga ia ingin menabung untuk masa depannya nanti.
Beruntung Rania termasuk orang yang mudah bergaul.Walaupun sebenarnya ia tipe orang yg pemalu,tapi karna ia anak yg ceria dan periang maka tak sulit bagi Rania untuk cepat akrab dengan orang yang baru baginya.
🌼🌼🌼
Hari berganti hari.Rania bekerja dengan sungguh-sungguh.Meskipun terkadang berat namun selalu berhasil di lewati Rania dengan semangat.Sepulang dari bekerja biasanya Rania gunakan untuk bermalas malasan di dalam kamar kost.Karna selain capek,ia merasa lebih nyaman berada di kamar.Ia akan keluar kamar saat akan membeli makan.
"Ran,kita beli makan yuk."ajak intan,teman satu kost Rania.
"Ok,aku ambil uang dulu ya."jawab Rania sambil mengambil dompet.
Malam itu mereka berdua membeli makan di warung makan dekat kost an.
"Aduh,maaf mas."Rania berkata sambil melihat seorang lelaki yang baru saja dia tabrak.
"Iya mbak,saya juga minta maaf.Saya agak tergesa-gesa."Jawab lelaki itu.
"kamu anak kost baru ya,kok saya baru lihat?"Tanya nya.
"Eh,iya mas.baru sebulan."Jawab Rania.
"Maaf,permisi y mas.kita mau keluar beli makan."lanjut Rania sambil menggandeng tangan intan.
__ADS_1
"Iya,silahkan."jawabnya lagi.
Namun,bukanya jalan ternyata Intan malah asyik melamun.
Rania berlalu sambil menarik tangan intan.
"Eh Ran,tau gak tadi itu siapa?"Tanya intan.
"Nggak tau lah,emang siapa?"Rania balik bertanya.
"Itu mas Dery.anak pemilik kost."Terang intan.
"Oohh...."Jawab Rania."
"Kok cuma oh sih Ran,"Kesal intan.
"Lha truusss..."Jawab Rania sambil memperlihatkan lesung kecil di pipinya.
"Menurut kamu..dia cakep gak Ran?"Tanya Intan sambil tersenyum dan dan mengedipkan sebelah matanya genit.
"Ih,genit banget sih.Udah ayo buruan.keburu antri lho.."Ajak Rania.
Akhirnya mereka pergi ke warung dan memesan dua bungkus nasi untuk di makan di kost.Sebagai anak kost yang punya gaji bulanan Rania harus bisa menghemat pengeluaran.makan pun hanya nasi bungkus dengan lauk tempe atau tahu saja.Karna sebagian gajinya harus ia berikan pada orangtua buat bayar sekolah.Dan ia juga harus berhemat agar uang tersebut cukup untuk sebulan kedepan.
Kalau dulu ia masih sering di traktir makan bareng Sinta.Sekarang ia mulai belajar mandiri.Karna temannya sekarang juga punya nasib tak beda jauh dengannya.Harus bisa berhemat untuk bertahan hidup.
__ADS_1
Meski begitu Rania bersyukur.Karna di tempat baru ia punya teman yang baik seperti intan.
Mereka satu tempat kerja dan satu kost meski beda kamar.