
Pagi harinya Rania sibuk menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa.
Jika hanya pakaian Rania di rumah orangtuanya masih ada beberapa pakaian.
Ia hanya perlu membawa sedikit baju ganti.
Sedangkan pakaian Arya,ia harus mempersiapkan yang sekiranya cukup untuk ganti selama dua hari.
Mencari pakaian yang sekiranya nyaman di pakai di kampung yang udaranya dingin.
Karna Arya baru pertama kali kesana,Rania tidak ingin jika Arya sakit.
"Sudah siap belum?"Arya muncul dari pintu setelah meminta ijin sama papa mama.
"Sudah mas.Beres."Rania menunjukkan koper yang akan mereka bawa.
"Sebanyak itu?"Arya melihat Rania membawa koper yang lumayan besar.
"Iya,memangnya kenapa?"
"Kita di sana hanya dua hari lho."Menunjukkan dua jarinya.
"Di sana dingin mas,aku sengaja siapkan baju hangat buat mas,aku gak mau mas sakit."Mendorong koper ke samping pintu.
"Gak usah banyak-banyak.Nanti kalau kurang kan bisa beli."
Rania menoleh sambil mengerutkan keningnya.
"Mas,di sana itu kampung...jauh dari pasar.Apalagi supermarket seperti di sini."
"Ya sudahlah,terserah kamu.Kalau sudah siap kita segera berangkat saja.Takut macet."
"Iya...Aku ambil tas dulu."Rania berjalan menuju meja rias.
Arya mengambil koper dan mendorongnya keluar kamar,di susul Rania dari belakang yang mengejar langkah Arya.Menuruni tangga bersama.
"Mas,tunggu sebentar ya."
"Mau kemana?"Melihat Rania yang berjalan ke arah kamar mama.
Rania menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan Arya,"Cari mama,papa,sama nenek."Jawabnya.
"Mereka semua di ruang santai.Tuuh.."Menunjuk ruang tamu.Yang ternyata semua sedang berkumpul di sana.
"Kalian sudah mau berangkat?"Papa Jaya meletakkan koran yang tadi dia baca.
"Iya pa,ma,nek,Rania pamit dulu ya."Mendekat lalu mencium tangan mereka satu persatu.
__ADS_1
"Sebenarnya nenek pengen banget ikut,tapi nenek mau ada arisan hari ini,gak enak kalau gak datang."Nenek sedih melihat kedua cucunya mau pergi tapi gak bisa ikut.
"Iya nek...gakpapa kok."Rania memeluk sang nenek.
"Salam aja ya buat keluarga di sana..."Nenek mengusap punggung Rania yang masih berada dalam pelukannya.
"Iya nek,nanti Rania sampaikan."Rania mengurai pelukannya.Melihat nenek yang sedih karna di tinggal pergi.
"Sudahlah nek...gak usah sedih...lain kali kita liburan kesana deh kalau ada waktu."Usul mama Anita yang tak tega melihat nenek sedih.
"Iya,nenek gak boleh sedih.Mereka cuma pergi dua hari kok."Papa Jaya yang mengerti kesedihan nenek berusaha menghibur.
Karna papa Jaya tau betul kalau selama ada Rania,nenek merasa ceria kembali.
Keinginan nenek yang memiliki cucu perempuan seolah terwujud berkat adanya Rania.Mereka sering menghabiskan waktu bersama di saat longgar.Nenek sangat menyayangi Rania.Terkadang Arya merasa cemburu saat nenek lebih sayang dan dekat dengan Rania dibanding dengannya.
"Kita berangkat dulu ya ma,pa,nek..."Aryapun ikut berpamitan.
"Buk,ini semua di masukkan ke mobil mas Arya?"Mbok Jum datang membawa beberapa kardus.
"Iya mbok...masukkan saja."Mama Anita ikut membawa satu kardus kecil.
"Ini apa ma?"Tanya Arya sambil ikut membawa satu kardus sisa.
"Ini sedikit oleh-oleh buat keluarga di sana ya.Maaf kita belum bisa silaturahmi ke sana."
"Gakpapa sayang.Ini hanya beberapa makanan sama peralatan sekolah buat adik-adik kamu.Semoga suka ya."
"Makasih banyak ma..."Rania memeluk mama Anita setelah semua barang dimasukkan ke bagasi mobil.
"Iya...hati-hati di jalan."Mama Anita mencium kening Rania dengan sayang.
Nenek pun tak ingin kalah,ia kembali memeluk Rania sambil menciumi cucu kesayangannya.
"Arya,bawa mobil gak usah ngebut.Biasanya weekend seperti ini sering macet di daerah puncak.Jangan lupa titip salam buat pak Hartono."
"Iya pa."
Arya dan Rania masuk ke dalam mobil.Menghidupkan mesinnya lalu melambaikan tangan dan mobil mulai melaju pergi keluar dari pekarangan rumah.
"Kira-kira berapa jam kita sampai Nia?"Tanya Arya setelah mereka sampai di jalan raya yang mulai padat merayap.
"Emmt...biasanya kalau Rania naik bis sih kurang lebih tiga jam.Tapi kalau naik mobil bisa sampai sekitar dua jam lebih sedikit,tergantung jalannya macet atau gak sih mas."
"Sebenarnya tidak begitu jauh rumah kamu ya."
"Memang tidak terlalu sih mas,tapi aksesnya kesana yang sulit.Bis hanya bisa sampai di perbatasan saja.Untuk bisa sampai di rumah kalau tidak punya kendaraan sendiri harus naik ojek.Itupun hanya sampai sore hari.Kalau malam sudah tidak ada ojek."Cerita panjang Rania tentang sulitnya akses ke desanya.
__ADS_1
"Kalau kamu capek istirahat saja,nanti aku bangunkan kalau sudah sampai."Tangan Arya terulur mengusap kepala Rania yang tertutup jilbabnya.
"Aku mau nemenin mas Arya,Emang mas sudah tau rumahku?"Tanya Rania sambil memainkan hp nya.
"Katanya mau nemenin,kok main hp?"Arya melebarkan matanya melihat layar hp Rania.
"Hehehe...iya maaf..."Menaruh hp kembali dalam tas.
"Selagi masih di sini mau beli sesuatu gak?"Menoleh sebentar melihat Rania yang tampak melihat lalu lalang kendaraan.
"Emmmt...beli apa ya mas,oleh-oleh sudah di bawain sama mama,mau beli apa bingung."Memikirkan sesuatu yang perlu dibeli.
"Ya mungkin kamu pengen sesuatu?"Tanya Arya lagi.
"Nanti aja deh mas."Karna bingung Rania memutuskan untuk berpikir dulu sambil jalan.
"Ok!Nanti bilang aja kalau mau beli sesuatu."
"Iya..."
Diam-diam Rania terus berpikir apa yang harus ia berikan nanti saat tiba di rumah.
Apa Arya bisa makan makanan khas orang kampung yang hanya seadanya?
Mengingat setiap hari Arya selalu makan makanan yang lengkap hasil masakan koki di rumah.
Mobil terus berjalan membelah padatnya jalan raya di kota.Perlahan berjalan menuju daerah kaki gunung.
Setelah menempuh kira-kira setengah dari perjalanan sampailah di daerah perbatasan.
Di situlah biasanya kota nya bagi orang-orang yang tinggal di puncak gunung.
Melihat pasar Rania berpikir ingin belanja sebentar."Mas,aku pengen beli makanan sebentar boleh?"
"Beli apa,dimana?"Tanya Arya sambil memelankan kendaraannya.
"Di pasar depan itu.Pengen beli siomay,mas mau?"Rania menawari Arya.
"Kamu aja."Arya tak tau pasti makanan apa yang ingin di beli Rania.
"Ya udah,mas nunggu di parkiran aja ya.Aku mau turun sebentar."
"Heemmm"Arya menepikan mobilnya menuju parkiran.
"Tunggu sebentar ya mas."Rania mengambil tas lalu keluar dari mobil.
Arya hanya mengangguk mengiyakan keinginan Rania.
__ADS_1