
"Rania,pak bos minta laporan bulanan.Cepet gih kamu anterin.Sebelum marah-marah."Aan membuka pintu menghampiri Rania.
"Emang pernah liat pak bos marah-marah?Orang adanya mukanya selalu datar dan dingin.Boro-boro marah-marah,yang ada pelit omong...xixixi..."Timpal Maya.
"Iya juga sih ya.Eh,tapi dari tatapan tajamnya aja dah nyeremin.Pasti sekalinya marah bikin jantungan...hiii...."Alya baru membayangkan saja sudah bergidik ngeri.
"Hayo...ngomongin apa nih pada..."Wisnu masuk mengagetkan ke empat penghuni ruangan.
"Ya udah deh,aku antar laporan dulu ya.Ada yang mau ikut....?"Rania mengabsen satu per satu temannya dengan ekor matanya.
"Hehehe...gak deh Ran,makasih."Mereka serempak menjawab.
🌼🌼🌼
Sementara itu,Arya yang baru masuk ruangnya setelah selesai makan siang di luar.
Ia di kagetkan dengan kedatangan seseorang yang spesial.
"Sayang,kok kamu disini?"Arya mendekat dan segera memeluk tubuh kekasih hatinya.
"Surprise sayang..."Sesil membalas pelukan Arya.
"Kenapa gak bilang mau kesini,kan aku bisa jemput kamu."Sambil mengecup puncak kepala Sesil.
Sesil bergelayut manja dalam dada kekar Arya.
"Aku ada pemotretan di daerah sini sayang."
Ya,Sesil adalah seorang foto model sekaligus artis.Meski belum jadi artis papan atas.
Tapi ia yakin,suatu saat akan jadi selebriti terkenal bahkan go internasional.
__ADS_1
"Disini berapa lama?"Arya menuntun Sesil untuk duduk di kursi kebesarannya.
"Kira-kira semingguan sayang."Sesil duduk di pangkuan Arya.
Saat kedua sejoli itu sedang bermesraan melepas kangen,tiba-tiba dikagetkan dengan suara pintu terbuka.
gubrak...
"Aduh...aw..."Rania terjatuh karna tali sepatunya terlepas dan terinjak.
Ia melihat Arya yang sedang berciuman dengan seorang wanita.
Sadar akan tajamnya mata Arya saat menatapnya,Rania segera menunduk dan memunguti berkas yang jatuh berhamburan.
Dengan kaki gemetar Rania berjalan mendekat ke meja Arya.
"Ma-maaf pak,saya mau menyerahkan laporan bulanan yang Bapak minta."Menyodorkan berkas sambil terus menunduk.
"Ma-maaf pak,ta-tadi saya kesandung pak."Tangannya meremas ujung baju.
"Ya sudah,saya cek dulu.Kamu bisa kembali ke ruangan kamu."Arya mengibaskan tangannya.
"Baik pak."Rania segera pergi dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan Rania terus menggerutu.
"Bisa-bisanya aku liat orang lagi...iuuuu...ternoda sudah deh mataku...liat yang begituan..."
"Lagian kenapa ci*m*n di kantor sih."
"Lhah,itukan kantor milik sendiri.ya sah-sah aja dong..."
__ADS_1
Sampai di ruangannya ia masih terlihat kesal.
"Kamu kenapa sih Ran,habis dari ruangan bos kok cemberut?"Alya bertanya-tanya.
Heran dengan ekspresi Rania.Berangkat dengan semangat.Tapi kembali dengan ekspresi kesal,manyun,dan terdengar menggerutu.
"Iya,habis dimarahi bos?"Aan mendekat.
"Eh,gimana nih ekspresi bos pas marah-marah?Diam sambil melotot atau dengan berkata pedas?xixixi..."Maya ikut mendekat sambil tertawa.
"Tapi tunggu dulu,bener Ran pak Arya marahin kamu?Emang kamu salah apa?"Wisnu pun tak kalah penasaran.
Akhirnya Rania menceritakan kepada ke empat temannya tentang apa yang barusan ia lihat.
Seketika tawa mereka pecah.menggema di seisi ruangan.Mereka tak menyangka Rania bisa se sial itu.
Sementara itu di ruangan Arya,Sesil merasa kesal,karna kemesraan mereka sudah di ganggu oleh salah satu karyawan Arya.
"Sayang,kamu duduk di sofa dulu ya.Aku ada kerjaan."Arya menunjuk sofa dengan ujung matanya.
"Tapi selesai itu kita pergi jalan ya...?"Rayu Sesil.
"heem.."
Mau tak mau Sesil harus menuruti kata-kata Arya.
Ia sudah hafal betul dengan sifat Arya.
Arya adalah seorang pekerja keras dan profesional.
Dia paling tidak suka jika kerja di ganggu.
__ADS_1
Untuk itu Sesil berjalan ke sofa meski dengan langkah lunglai.