Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Niat serius


__ADS_3

Akhirnya Rania jalan kaki sendirian.


Sambil chatingan dengan Dery.


Tin tin tin...


Terdengar suara klakson mobil.


Rania segera menoleh.Terlihat mobil berhenti di sampingnya.


Tak lama setelahnya terlihat kaca mobil di turunkan.


"Mau bareng gak?daripada jalan sendirian."Suara seseorang dari dalam mobil.


Meski tak terlihat wajahnya,namun dari suara dan cara bicaranya sudah bisa di pastikan bahwa itu adalah suara Arya.


"Terimakasih pak,tapi tempat kost nya sudah dekat."Tolak Rania sambil menunjuk rumah tak jauh dari situ.


"Ok,ya sudah."Arya melajukan mobilnya kembali.


"Aneh,datang tiba-tiba,pergi juga pergi gitu aja.


Gak ada basa basinya."Gumam Rania.


Rania kembali melangkahkan kakinya.


Sesampainya di depan kost ia di kagetkan dengan adanya Dery di sana.Ia duduk sendiri di kursi depan kost.


"Baru pulang Ran?Kok malem banget sih."Tanya Dery.

__ADS_1


"Iya nih mas,baru selesai.Kok mas Dery disini,bukanya tidur?"Rania balik tanya.


"Pengen tidur tapi belum bisa.Kepikiran kamu.Kerja kok jam segini baru pulang.Apa gak capek?"


"Ya capek lah mas.Tapi mau gimana lagi,sudah tanggung jawab.Resiko pekerjaan."Rania ikut duduk di sebelah Dery.


"Gimana kalo kita nikah aja.Habis itu kamu di rumah aja.Nunggu aku pulang kerja.Biar aku aja yang kerja."Dery mulai ber angan-angan ke masa depan.


Rania melihat Dery,"Mas Dery yakin?Hubungan kita baru 3 bulan lho mas.Kita belum saling mengenal lebih jauh.Mas Dery bahkan belum tau rumahku,orangtuaku..."


"Justru itu,aku ingin mengenal kamu lebih jauh.Dengan status halal."


"Maksud mas Dery?"Rania kaget dengan niatan baik Dery.


Ia tak menyangka,Dery punya niat serius dengannya.


"Tapi mas...Rania masih punya dua adik.Meski kedua orangtua masih.Tapi Rania masih punya tanggungjawab buat bantu biaya pendidikan mereka.Kasihan kalo hanya mengandalkan kedua orang tuaku yang hanya jadi buruh tani..."Rania mengungkapkan alasannya.


"Mereka bisa kita pikirkan berdua Rania..."Usul Dery.


"Tapi aku gak bisa mas,aku belum siap.Aku tak ingin masuk di kehidupan mas Dery dengan membawa tanggung jawab adik-adikku...Aku gak ingin merepotkan mas Dery."


"Aku gak merasa di repotkan sama sekali kok Ran.."


"Aku tidak ingin membebani mas Dery...!"


"Aku rasa aku bisa kalo hanya untuk membantu biaya sekolah kedua adik kamu."


"Aku tau itu mas,tapi aku mohon...hargai keinginanku."

__ADS_1


"Terus mau sampai kapan hubungan kita seperti ini Ran...Aku beneran serius sama kamu."Dery menggenggam erat tangan Rania.


Seolah mengungkapkan keseriusannya yang tak ingin jauh dari Rania.


"Aku berterimakasih banget mas Dery sudah berniat serius sama aku.Tapi untuk saat ini Rania belum siap nikah mas.Kita jalani saja hubungan ini dulu.Biarkan mengalir apa adanya.Kalo memang jodoh tak kan kemana."


Rania sudah bertekad kuat.Setidaknya ia ingin salah satu adiknya lulus dan dapat kerja terlebih dahulu.Supaya ada yang menggantikannya membantu biaya adik satunya lagi.


Ia tidak mungkin datang dalam kehidupan orang dengan membawa beban.


Ia tak mau di anggap memanfaatkan situasi.


Dery pun hanya bisa pasrah.


Sebenarnya dia sudah begitu yakin dengan Rania.


Ia tak ingin menunda waktu untuk segera menikah.


Meski ia sendiri belum yakin,apakah kedua orang tua dan kakaknya akan merestui mereka.


Namun Dery akan berusaha sebisa mungkin untuk meyakinkan kedua orang tuanya.


Bahwa memang hanya Rania yang ia inginkan untuk jadi pendamping hidupnya.


Tapi ia tak bisa memaksa Rania.


Mungkin keputusan Rania memang jalan terbaik.


Ia akan menunggu Rania siap sambil memberi tahukan kedua orang tuanya dulu.

__ADS_1


__ADS_2