
Sesuai rencana sebelumnya,setelah sholat isya mereka berangkat nonton pasar malam.
Arya,Rania,Tomy,dan Nabila,kecuali bapak dan ibu yang tidak ikut.Mereka beralasan capek karna habis panen.
Mereka menaiki mobil bersama.
Sesampainya di tempat terlihat Nabila yang paling bersemangat.
Belum selesai Arya memarkirkan mobilnya,Nabila sudah tidak sabar ingin segera keluar.
Begitu keluar dari mobil Nabila berlari kecil menuju lapangan tempat diadakannya pasar malam tersebut.
Sesampainya di depan lapangan mereka segera masuk ke dalam area pasar malam.
Arya yang tadinya bersemangat ingin menyenangkan adik-adiknya,serta penasaran seperti apa pasar malam itu jadi melongo begitu melihat jalan di sekitar tempat yang ternyata becek semua.
"Nia,kenapa jalannya seperti ini?"Arya menarik tangan Rania dan berhenti sejenak.Ia bingung harus memilih pijakan yang mana yang tidak berlumpur.
"Ya beginilah mas keadaan pasar malam."Rania tersenyum melihat tingkah Arya yang sepertinya kecewa melihat keadaan yang tak sesuai harapannya.
"Terus ini gimana jalannya?"Melihat sekeliling,mencari solusi dari masalah yang sedang dia hadapi,ternyata memang hampir setiap tempat becek.Meskipun banyak di tumbuhi rumput namun genangan air dan lumpur masih begitu terlihat.
"Seharusnya tadi mas pakai sandal jepit,bukan pakai sepatu seperti itu...Kan tadi Nia sudah bilang..."Arya melihat sepatu yang ia kenakan mulai terkena cipratan lumpur.
"Tapi setahuku pasar malam gak gini-gini amat.Kenapa ini jadi berlumpur seperti ini?Sudah seperti sawah saja."Arya tak pernah membayangkan hal itu sebelumnya.
"Mas...yang mas lihat di hp tadi itu pasar malam modern,yang adanya di perkotaan.Biasanya di adakan di alun-alun besar yang semuanya sudah bukan berupa tanah lagi.Sedangkan di sini ini di kampung mas,selain di adakan di lapangan yang berumput juga di pegunungan seperti ini curah hujannya sangat tinggi.Jadi ya wajar saja kalau seperti ini.Becek dan berlumpur."Terang Rania supaya Arya mengerti.
"Iya juga ya,kenapa gak kepikiran itu dari tadi.Tau gitu gak pakai sepatu."Gerutu Arya di dalam hati.
"Terus gimana,mas jadi masuk atau kembali ke mobil saja?"Tawar Rania,karna Rania paham pasti Arya tak nyaman dengan keadaan ini.
Arya bingung,ingin kembali ke mobil,tapi melihat adik-adik yang begitu bersemangat,ia jadi tak tega jika harus mengecewakan kedua adik Rania yang sekarang juga jadi adik Arya.
Arya melihat Nabila yang mulai melihat lihat sekeliling tempat.Dan ia pun melambaikan tangan memanggil Nia yang masih berdiri mematung di pintu jalan masuk.
"Nabila memanggil,kita kesana yuk."Ajak Arya.
"Tapi mas Arya beneran mau masuk?kalau enggak tunggu di mobil saja,biar Nia yang temenin mereka."Rania tak tega jika harus memaksa Arya dalam keadaan yang membuatnya tak nyaman.
"Gakpapa,asal nanti kamu mau cuciin sepatuku."Mengangkat satu kakinya memperlihatkan sepatunya yang sudah terkena lumpur.
"Iya,kalau soal itu sih gakpapa."Rania tersenyum manis,begitu terharu karna ternyata Arya mau berjuang hanya demi menyenangkan kedua adiknya.
"Yuk lewat sebelah situ."Mencari jalan yang sekiranya tidak terlalu becek untuk dilewati.
__ADS_1
Rania menggandeng tangan Arya.Menuntunnya untuk mencari jalan.Dan Arya pun mengikuti setiap langkah yang Rania tunjukkan.
Bersyukur karna ternyata di dalam lapangan tak sebecek saat di depan tadi.Sehingga Arya mulai bisa menikmati acara.
Mereka berempat berjalan beriringan di antara kerumunan banyaknya pengunjung yang juga ingin melihat acara yang biasanya di adakan dadakan itu.
Disepanjang jalan yang mereka lalui terdapat berbagai macam mainan dan juga deretan dagangan yang di pasarkan.Mulai dari makanan,pakaian,perabot alat rumah tangga juga beberapa permainan model jaman dulu.
Arya tertarik melihat sebuah permainan lempar karet.Yang apabila karet dilempar dan pas tepat melingkar di angka yang sudah ditentukan,maka mereka berhasil mendapatkan barang sesuai dengan nomer yang tertera di dalam lingkaran karet.
"Mbak,naik itu yuk."Nabila menunjuk wahana permainan kincir angin.
"Gak ah dek.Kamu saja."Tolak Rania.
Hanya melihat saja Rania sudah merasa takut,apalagi jika di suruh naik.Karna Rania phobia ketinggian.
"Yaaah...gak seru dong mbak...masak aku naik sendirian."Protes Nabila sambil manyun.
"Dek...mbak Nia kan takut ketinggian."Celetuk Tomy mengingatkan Nabila.
"Eh,benarkah?"Jadi Arya yang kepo.
"Iya,lupa Nabila.Iya kak...mbak Nia takut ketinggian.Disaat yang lain sibuk memanjat pohon rambutan,mbak Nia hanya berani menunggu jatuhnya buah yang di ambil temannya."Nabila mengingat kebiasaan Nia dulu saat di rumah.
Hahaha...
Rania yang di tertawakan pun manyun.
Akhirnya Nabila naik permainan itu sendiri.
Sedang yang lain menunggu sambil jalan-jalan di sekitar tempat.
Arya melihat sebuah permainan bertempo jaman dahulu,yaitu permainan lempar karet.
Ia memperhatikan orang-orang yang bermain.
Melemparkan karet pada tempat yang sudah di susun sedemikian rupa,jika beruntung memasuki sebuah angka maka berhak mendapatkan hadiah sesuai angka di dalamnya.
"Mau gak dek nyobain itu?"Arya menyenggol lengan Tomy.
"Memang mas Arya bisa?"Rania menjawab pertanyaan yang diperuntukkan Tomy.
"Sepertinya tidak terlalu sulit."Ucap Arya sambil melirik Tomy.
"Boleh mas."Tomy pun mengangguk.
__ADS_1
Beberapa buah karet sudah di tangan Arya dan Tomy.Mereka bersiap mencari posisi yang tepat untuk melempar karet-karet tersebut.
Berharap mendapatkan hadiah terbesar dari permainan itu.
Beberapa kali melempar karet tapi selalu saja pada akhirnya keluar dari angka.
Tak hanya Tomy,Arya pun mulai kesusahan.
"Ternyata tak semudah yang dilihat ya dek,pantas saja kebanyakan dari mereka tadi tak mendapatkan apa-apa."Gerutu Arya pada Tomy.
"Iya mas,sulit!"Tomy pun merasakan hal yang sama.
Hahaha....
Rania menertawakan dua laki-laki yang jadi korban penasaran tersebut.
"Memang sudah di rancang sedemikian rupa buat mempersulit tantangan."Ucapnya sambil tersenyum.
Arya dan Tomy kembali melemparkan sisa karet yang dipunya.
Hingga karet yang mereka beli habis,tak satupun hadiah yang mereka dapatkan.
Mereka pun menyerah dan pergi dari tempat itu.
Selesai Nabila naik permainan mereka kembali berkeliling memutari pasar malam.
Nabila membeli beberapa makanan juga beberapa pernak pernik yang biasa di jual di pasar malam.
"Mau dong itu."Arya menunjuk jagung bakar.
"Mas Arya mau?"Tanya Rania memastikan.
"Iya."
"Ok,aku belikan dulu."Rania pergi menuju penjual jagung bakar dan membeli beberapa.
"Kamu mau beli apa dek?"Tanya Arya pada Tomy yang sedang berdiri tak jauh dari tempat Rania.
"Enggak mas."Jawabnya.
"Ayolah,jangan sungkan.Mau makanan atau apa mungkin?"Desak Arya.
"Di rumah sudah banyak makanan mas."
Setelah mereka puas mengelilingi pasar malam mereka memutuskan untuk pulang karna hari sudah semakin malam.
__ADS_1