Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Meluruskan kesalahpahaman


__ADS_3

Sudah berhari hari Rania sangat sulit ketemu Intan.


Rania merasa Intan selalu menjauhinya.


Sampai pada suatu malam,saat Rania terbangun.


Ia ingin pergi ke kamar mandi.


Karna mereka tinggal di tempat kost yang biasa,kamar mandinya berada di bagian belakang,


Tiga buah kamar mandi buat digunakan bergantian.


Saat Rania ke kamar mandi,tak sengaja bertemu Intan.Sepertinya Intan juga sedang ingin ke kamar mandi.


Rania sengaja menunggu Intan keluar dari kamar mandi.


Ceklek...


Terdengar suara pintu di buka.


Rania segera mendekati Intan.


"Intan,aku pengen ngomong sama kamu."


"Ngomong apa Ran,aku ngantuk."Intan menguap.


"Tan,pliss...maafin aku.Aku tau aku salah..."Rania menangkupkan kedua tangannya.


Sebenarnya Intan ingin pergi meninggalkan Rania,tapi melihat wajah Rania yang terlihat sedih,ia jadi tak tega.


"Bagaimanapun ini semua bukan salah Rania,selama ini dia sahabat baikku.Sejujurnya aku juga merasa sedih harus seperti ini.Tapi Ran...hatiku masih sakit..."Intan bimbang.

__ADS_1


Antara bersikap cuek dan menjauhi Rania,atau melupakan semuanya.


"Intan...aku mohon...Aku bisa jelasin semuanya..."Rania memohon.


"Kita duduk dulu."Intan berjalan ke dalam rumah.


"Ke kamarku aja ya."Kata Intan sambil membuka pintu kamar.


"Iya."


Mereka berdua duduk di kasur kecil milik Intan.


"Tan,aku minta maaf...aku gak ada niat sedikitpun buat nyembunyiin hubunganku dengan mas Dery dari kamu...cuma waktu itu kita lagi sibuk masing-masing..."


"Kok kamu minta maaf terus sih Ran,kamu kan gak salah.Lagian aku juga gak papa kok."Intan mencoba tersenyum agar terlihat baik-baik saja.


"Bohong...kalo kamu gakpapa,kenapa kamu cuekin aku?"


"Beberapa hari ini kamu menghindar terus dari aku."


"Ngapain aku menghindari kamu.Kan kita dah biasa jarang bisa barengan kalo pas lagi sama-sama lembur."Intan mencari alasan.


"Iya juga sih....hehehe..."Rania mulai bisa tertawa lega karna Intan sudah kembali seperti Intan yang ia kenal selama ini.


"Coba aku tanya,emang aku mesti marah sama kamu karna apa coba?"Intan penasaran dengan jawaban Rania.


"Ya...mungkin karna kamu merasa tak ku anggap sebagai teman,sampai-sampai hal besar dalam hidupku aku telat kasih tau kamu.


Terus kamu kecewa sama aku,marah sama aku,dan gak mau lagi temenan sama aku."Mengungkapkan apa yang ia khawatirkan beberapa hari ini.


"Sejujurnya bukan itu Ran,kamu terlalu polos dan berbaik sangka.Aku diam karna aku merasa kecewa.Kecewa pada diriku sendiri"Intan berkata dalam hati.

__ADS_1


""Enggak lah Ran...beneran aku gapapa kok."Intan meyakinkan.


"Jadi...kamu gak marah kan kalo aku sama mas Dery?"Tanya Rania.


"Ya gak lah Ran...mas Dery itu baik...dia pantas buat kamu.Sahabat baikku."Intan tersenyum.


"Kamu dukung aku sama mas Dery?"


"Ya pasti lah...kamu kan sahabatku..."Kata Intan.


"Uhhh....makasih ya Tan...kamu emang sahabat terbaikku.


"Ya iya lah..."Mereka saling berpelukan.


"Udah ah,aku mau tidur lagi.Kamu mau tidur sini?"Intan melirik kasurnya yang sempit.


"Enggak deh,aku tidur kamarku sendiri.Ya udah,by...."Rania segera keluar dari kamar Intan.


Rania masuk kamar dengan hati yang senang.Karna permasalahannya dengan Intan sudah selesai.Sudah tidak ada lagi kesalahpahaman antara mereka.


Rania tidur sambil tersenyum bahagia.


Tak butuh waktu lama ia sudah terlelap dengan nyenyak.


Sedangkan Intan...


Ia kembali menangis seorang diri.


Sambil sesenggukan dia berkata pada dirinya sendiri,"Sudah Intan...kamu harus ikhlaskan Dery untuk Rania...kamu harus janji,ini terakhir kalinya kamu menangis karna Dery."


Tak lama kemudian Intan tertidur setelah capek menangis.

__ADS_1


Meski begitu ia tak bisa tidur dengan nyenyak.


__ADS_2