Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Acara resepsi


__ADS_3

Seminggu setelah Dery dan Intan resmi menikah,tiba saatnya hari resepsi di rumah Dery.


Semua itu tak lepas dari rencana pak Herman.


Meski sebenarnya sang istri tak menyetujui acara tersebut namun pak Herman kekeh mengadakan acara nya.


Meski tak mewah dan hanya undangan orang sedesa,namun tak masalah.


Yang terpenting semua sudah tau jika Dery sudah menikah dengan Intan.


Sejujurnya pak Herman sendiri tak yakin pernikahan mereka akan langgeng.


Melihat sikap Dery yang begitu cuek terhadap istrinya.


Pak Herman merasa kasihan dengan Intan.


Ia yang sudah jauh dari keluarganya demi ikut sang suami,bukanya mendapatkan kasih sayang dan perhatian ia justru di anggap orang lain oleh suaminya sendiri.


Meski begitu pak Herman selalu berdoa semoga rumah tangga yang di jalani mereka akan baik-baik saja.


Keluarga pak Herman hanya mengundang orang-orang terdekat dan saudara saja.


Karena letak pabrik yang tak jauh dari rumahnya,ia mengundang pimpinan dan orang-orang penting dalam pabrik.


Rania pun di undang oleh Intan dan Dery juga pak oleh pak Herman sendiri.


Rania bingung,antara berangkat atau tidak.


Namun ia tak tega dengan Intan.Ia takut Intan kecewa.


Arya sudah bersiap.Ia pun hendak berangkat untuk menghadiri undangan pernikahan di rumah pak Herman.


Pak Herman adalah merupakan salah satu perangkat desa di lingkungan pabrik Adiyasa.


Selain itu juga karna yang menikah merupakan salah satu karyawannya,untuk itu Arya menyempatkan untuk menghadiri acara itu.


Berhubung rumah pak Herman cukup besar,maka acara di adakan di rumah saja.


Arya datang bersama dengan asistan Roy.


Ia pun segera masuk ke tempat acara berlangsung.


Di dalam sedang antri untuk bersalaman dengan kedua pengantin baru.


Mereka saling menunggu giliran untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


Arya dan asistan Roy pun ikut serta mengantri.


Saat sedang antri,Arya melihat Rania yang sedang sendirian.


Rania terlihat ragu dan bingung.


Ia tak punya pasangan.


Ingin menggandeng salah satu teman,namun mereka sudah datang bersama pasangan masing-masing.


Rania tetap berjalan dengan tenang meskipun ia sedang gugup.

__ADS_1


Berdiri di antara puluhan antrian.


Rania mulai bergeser satu langkah ke depan begitu seterusnya hingga hampir sampai di depan pengantin.


"Rania..."Kedua tangan Intan terbuka menyambut kedatangan sahabat baiknya.


Di peluknya Rania dengan satu tangannya sibuk membawa bucket bunga.


"Selamat ya Intan...doa ku semoga kamu bahagia bersama Dery selamanya..."Senyum tulus terbit di wajah Rania.


"Makasih ya...Semoga kamu cepet nyusul."Ucapnya bahagia.


"Belum ada calonnya."Rania tersenyum kecut.


"Tuh...di belakang kamu."Intan memiringkan kepalanya sambil menunjuk seorang lelaki yang berdiri di belakang Rania.


Rania yang penasaran pun ikut menoleh ke belakang.


"Pak Ar...."


Belum selesai Rania bicara sudah di potong oleh Intan.


"Pak Arya datang dengan Rania?"Tanya Intan antusias.


"Iya."Jawab Arya dengan nada datar.


"Eh..."Rania kaget dengan jawaban dari Arya.


"Duuuhh..."Intan senyum-senyum sambil melirik pak Arya.


"Udah deh aku duluan ya.Gak enak banyak yang antri."Rania kembali memeluk Intan.


Gantian pak Arya yang berbasa basi pada Intan.


Giliran Rania bersalaman dengan Dery.


Dery sedari tadi sudah memperhatikan Rania.


Di lihatnya Rania yang semakin cantik dengan gamis sederhana namun tampak anggun di tubuh Rania.


Perubahan penampilan Rania yang berhijab,membuatnya terlihat semakin cantik.


Dery tersadar dari lamunannya ketika kedua ujung tangan Rania menyentuh tangannya.


"Selamat ya mas.Semoga sakinah,mawadah,wa Rahmah."Mata Rania mulai berkaca-kaca.


Belum sempat Dery menjawab doa Rania,rupanya dia sudah pergi berlalu.


Rania tak ingin Dery melihat air matanya.


Dery ingin sekali menyusul Rania.Kedua tangannya sudah terayun ingin menghentikan langkah Rania,namun pak Herman sudah menatap Dery dengan tatapan tajam.


Meminta Dery untuk tetap berada pada posisi semula.


Tak bisa berbuat banyak,Dery pun menuruti perintah sang bapak.


Ia tak mungkin mempermalukan keluarganya besarnya pada acara pernikahannya sendiri.

__ADS_1


"Pak Arya,suatu kehormatan bagi saya atas kehadiran Bapak.Terimakasih banyak ya pak..."Seketika Arya menoleh di saat ia mendengar nama Arya di sebut oleh Intan.


"Rupanya ini yang namanya Arya.Bos baru pemimpin Adiyasa grup."Dery memperhatikan penampilan dan juga wajah Arya.


Nyaris sempurna.Bentuk tubuh dan wajahnya yang di atas rata-rata.Selain itu juga dia merupakan putra tunggal pewaris Adiyasa grup.Sebuah perusahaan yang terkenal dengan berbagai bidang.


Selesai mengucapkan selamat pada Intan,pak Arya datang kepada Dery dan menjabat tangannya.


Dipegangnya kuat jabatan tangan itu dengan satu tangan mengepal erat.


Dery merasa tersaingi dan benci melihat Arya yang sudah berani datang ke acara nya bersama Rania.


Setelahnya Arya berlari kecil mengejar Rania.


Di susulnya Rania yang mulai sibuk memilih makanan yang akan ia ambil.


Arya pun ikut mengambil apa yang Rania ambil.


Sampai pada Rania duduk pun Arya mengikuti dari belakang.


"Eh,pak Arya."Rania terkejut ketika melihat Arya yang ikut duduk disampingnya.


Tak lama setelahnya di susul oleh asistan Roy yang ikut duduk di sebelah Arya.


"Boleh duduk disini?"


"Boleh kok pak."Rania mengangguk.


Ingin sekedar berbasa basi Rania tak berani,melihat Arya yang begitu dingin dan cuek.


Untuk itu ia tetap diam sambil makan di samping Arya.Mereka bertiga makan dengan tenang.Sambil menikmati lagu yang di bawakan oleh grup penyanyi di acara tersebut.


Arya menaruh piringnya di tengah meja dan mengakhiri makannya dengan minum air mineral.


Rania pun sama.Selesai makan ia berniat ingin segera pergi dari acara tersebut.


Namun ketika hendak berdiri terdengar suara pembawa acara yang memanggil namanya dan pak Arya untuk maju berfoto dengan kedua pengantin.


"Kepada Rania selaku sahabat dari kedua mempelai dan juga Aryabima Adiyasa selaku CEO di tempat kerja mempelai wanita,dimohon untuk diminta kenang-kenangannya berfoto bersama pengantin."Terdengar suara panggilan yang di susul tepukan tangan dari para tamu undangan lain.


Rania malu untuk maju berfoto.


Namun tiba-tiba tangan pak Arya menarik tangan Rania dengan lembut.


Dan di bawanya maju ke arah kedua pengantin.


Lalu mereka berfoto bersama.


Rania berdiri di sebelah Intan dan Arya yang berdiri di sebelah Dery.


Terlihat wajah Dery yang menahan geram melihat bos besar yang berani sedekat itu dengan orang yang ia sayang.


Alhasil yang terlihat pada kamera adalah wajah Dery yang terlihat cemberut tanpa tersenyum sedikitpun.


Selesai berfoto dengan beberapa gaya,Rania akhirnya pamit pada Intan.


Tak lupa setelahnya pamit juga kepada orang tua Intan juga kedua orang tua Dery.

__ADS_1


Lalu ia pergi dari acara tersebut dengan masih di ikuti Arya dan juga asistan Roy.


__ADS_2