
Seminggu sudah Sesil berada di kota S.
Sore nanti rencananya ia akan terbang ke kota J.Ada jadwal pemotretan dadakan.
Sebelum pergi ia kembali menemui Arya di kantornya.
Sejak jam sembilan pagi sampai hampir tiba waktu istirahat,Sesil terus menemani Arya.
Arya yang merasa di tunggu segera menyelesaikan pekerjaannya.
Ia tak mau jika kekasih hatinya merasa bosan menunggu lama.
Di luar,datang seorang nenek dengan menantu kesayangannya.
Mereka berjalan dengan anggun.
Melewati tiap ruangan dengan santai nya.
Sambil sesekali melihat area produksi.
Meski sudah tak muda lagi,namun dari penampilannya masih terlihat modis dan bugar.
Mereka berjalan menuju ruangan Arya.
Namun baru sampai di depan pintu mereka sudah di hampiri oleh sekertaris baru Arya.
"Siang nyonya,maaf,pak Arya se-sedang sibuk."Terlihat dari gelagatnya,ada yang di sembunyikan oleh Roy.
"Sedang sibuk,apa kami mengganggu?"Nenek berkata dengan melihat sekertaris Roy dari atas sampai bawah.
Roy jadi merasa bingung harus menjawab apa.
"Emmm...tadi pak Arya berpesan sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun,nyonya."Roy menunduk.
Tanpa aba-aba sang nenek menerobos masuk.
Saat Roy mencoba menghalangi langsung di beri tatapan tajam.
__ADS_1
"Jangan halangi,biarkan kami masuk."Mereka mulai membuka pintu.
Roy mendesah.Ia tak mungkin berbuat kasar pada orang tua dari bos nya.
Begitu membuka pintu sang nenek langsung berteriak.
"Arya...!"Dengan nada yang begitu geram.
Mereka berdua yang sedang bermesraan,begitu kaget.Hingga tanpa sengaja Sesil jatuh dari pangkuan Arya.
Buuuk...
Sesil mengusap bokongnya yang mendarat kasar di lantai.
Dengan segera Arya menarik lembut tangan Sesil.
"Maaf sayang..."
Sesil berdiri di samping Arya.Ia tampak sangat malu.
Kemesraannya sudah kepergok dua kali.
"Mah...Nek...Kenapa gak ketuk pintu dulu...?"Arya mendesah.
"Memangnya kenapa,mengganggu kamu yang sedang sibuk-sibuknya heh...?"Sang nenek langsung protes.
Mereka berdua sudah tak bisa menjawab lagi.
"Dasar anak nakal."Mendekat dan menjewer telinga Arya.
"Iya Nek...maaf...tapi sakit..."Arya mengeluarkan jurus andalannya.Dengan merengek seperti anak kecil.
Jika sudah seperti itu nenek akan langsung luluh dan melepaskan tangannya dari telinga Arya.
Sedang sang mama masih terus memperhatikan Sesil.
Rupanya mereka masih berhubungan meski sudah di pisahkan jarak.
__ADS_1
Dan sekarang,justru sang perempuan datang ke kota S.
Dan tanpa segan datang ke kantor Arya.
"Mamah sama nenek ada apa kesini?"
"Kita kesini karna akan ada klien baru,sahabat papa yang akan datang kesini menawarkan kerja sama baru Arya...Dan papa sedang menjemput mereka untuk di ajak kesini."Mama kemudian duduk cantik di sofa panjang.
"Dan kamu harus bersiap-siap!"Kata nenek ketus.
"Tapi kenapa mendadak mah...Arya kan mau ada kepentingan...Arya gak usah ikut ya."Rencananya Arya akan makan siang dengan Sesil lalu mengantarkannya ke bandara.
"Kamu CEO disini Arya...tidak mungkin kamu tidak ikut dalam acara bertemu klien...tentu kamu paham akan hal itu!"Mama menekankan kata di akhir kalimat.
Arya bingung.Ia tak mungkin membiarkan Sesil pergi sendirian.Tapi ia juga tak mungkin lagi untuk bisa melawan keluarganya.
Sesil yang sedari tadi diam akhirnya bersuara.
"Aku pulang saja kalo gitu Arya,Tante,nenek..."
Meski sebenarnya dalam hati ia sangat kecewa pada Arya.Namun ia tak bisa berbuat apa-apa.
Mereka hanya akan semakin membenci Sesil dan akan terus memisahkan mereka berdua.
"Maaf sayang..."Arya merasa sangat tidak enak pada Sesil.
"Gak papa kok."Sesil mencoba tersenyum.
"Memang harusnya begitu!"Kata nenek dengan ketusnya.
Nenek adalah orang pertama yang tidak menyukai Sesil.
Dengan terang-terangan ia selalu mengucapkan kata-kata pedas tiap menyangkut hubungan mereka berdua.
Baginya ia punya idola baru.
Seorang gadis cantik yang baik hati yang akan ia jodohkan dengan Arya.
__ADS_1
Cucu kesayangan satu-satunya keturunan Adiyasa.