
Sesampainya di tempat kost yang baru.
Rania melihat sekeliling tempat.
Kost kali ini memang tak jauh dari area pabrik.
Hanya berada di seberang jalan saja.
Berbeda dengan tempat kost milik orang tua Dery.Kost disana mesti berjalan sejauh kurang lebih sekitar 700 meter.
Meski sebenarnya tak jauh juga dari pabrik,namun jalannya berputar.
Karna di kelilingi area persawahan.
Sedangkan kost kali ini terletak di tengah keramaian.
Karna dekat dengan jalan raya dan dekat dengan kampus.
Karna letak nya tak jauh dari kampus maka kebanyakan penghuni kost adalah dari kalangan mahasiswa.
Mereka banyak yang kuliah sambil kerja paruh waktu.
Jika kost yang kemarin,berada pada satu rumah meski banyak kamar.
Namun kali ini lebih seperti perumahan kecil.
Satu tempat kost sudah beserta satu kamar kecil yang di dalamnya sudah ada kamar mandi.Ada juga ruang tamu dan dapur kecil.
Semua di desain secara minimalis.
Selesai menata semua pakaian yang Rania bawa,mereka bertiga ngobrol di ruang tamu.
"Ini kunci kost kamu,jika kamu gak betah,bilang sama nenek.Nanti nenek Carikan yang lebih besar.Maklum ini hanya kost anak kuliahan."Menyerahkan kunci pada Rania.
"Iya Nek,disini nyaman kok.Rania seperti tinggal di rumah sendiri."
"Syukurlah kalau begitu..."
"Tapi ini nanti bayarnya gimana Nek?"
"Nanti tiap bulan ada petugas yang datang nagih uang sewa.Kamu tenang aja."
"Oh...gitu...makasih ya nek buat semuanya."
"Iya..."
"Kita pulang yuk Nek,sebentar lagi Arya mau ada janji sama temen."Arya mengajak pulang sang nenek.
"Ya udah...Rania...nenek pulang dulu ya...kamu yang betah tinggal disini.Kalau ada apa-apa jangan lupa kabari nenek."Berdiri lalu memeluk Rania sebentar.
"Iya Nek...nenek tenang saja."Rania ikut mengantar nenek sampai depan.
"Hati-hati ya pak...Nek..."Melambaikan tangan saat nenek sudah masuk ke dalam mobil,dan mobil siap melaju.
Mulai hari itu,Rania menempati kost baru.
Setelah sebelumnya menitipkan kunci kost lama pada art dirumah Dery.
__ADS_1
Dan menitipkan pesan,jika mulai saat itu sudah tidak melanjutkan kost lagi disana.
Berhari hari Intan dan Dery bingung mencari Rania.
Intan yang saat itu kelelahan tak mendengar sama sekali jika Rania pulang dan mengambil seluruh pakaian dan peralatan yang Rania miliki.
Ia baru tau beberapa hari setelah kamar milik Rania di tempati orang lain.
Sudah beberapa hari Rania juga tidak pernah lagi pergi ke kantin waktu istirahat tiba.
Tempat kerja dan jam kerja yang berbeda membuat Intan tak bisa menemui Rania.
Berkali kali ia mencoba menghubungi nomer hp nya pun tak pernah aktif.
Ingin sekali Intan datang ke bagian kerja Rania.
Meskipun hanya sekedar melihat keadaan Rania saja.
Namun ia belum bisa menanggung malu pada Rania.
Pasti Rania sangat kecewa padanya.
Apalagi jika ia tau kejadian yang menimpanya malam itu.
Mungkin Rania tak kan bisa memaafkan Intan lagi.
Untuk itu Intan hanya bisa menangis seorang diri setiap pulang dari kerja.
Mengingat kebersamaan mereka yang sudah seperti saudara.
Sementara itu dengan Dery.
Rania sudah menitipkan kunci kost dan pamit untuk tidak melanjutkan kost disana lagi.
Sama hal nya Intan,Dery pun bingung mencari Rania kesana kemari.
Nomernya tidak aktif.Tak ada kabar apapun darinya semenjak pertemuan terakhir mereka.
Dery tak menyangka pertemuan mereka yang akan membicarakan soal pernikahan justru menjadi kacau.
Dan ia tak menyangka jika Rania sekarang benar-benar menjauh darinya.
Berhari hari Dery tak mau makan.
Ia kehilangan semangat untuk mengajar.
Meski ia selalu berangkat ke kampus.
Tapi setiap kali memberi bimbingan ia sering kali tak bisa konsentrasi.
Sebulan berlalu...
Melihat Dery yang selalu murung dan tidak semangat,sang ibu menjadi tidak tega.
Begitu cinta nya anak laki-lakinya dengan gadis kampung tersebut.
Hanya untuk sekedar makan saja Dery harus di bujuk terlebih dahulu.
__ADS_1
Untuk itu pada suatu pagi,ibu memberi semangat pada Dery.
"Dery,dengerin ibuk,jika kamu berhasil ketemu sama Rania,ibuk janji bakal restuin kamu.Untuk itu kamu harus makan,supaya kamu sehat dan bisa mencari Rania."
"Beneran buk,ibuk bakalan restuin Dery sama Rania?"Dery menatap mata sang ibu.
Bu Herman segera mengalihkan pandangannya.
Ia tak mau Dery tau jika ia hanya berbohong pada Dery.Hanya supaya melihat Dery kembali semangat.
"I-iya."
Namun hal itu di anggap suatu kesungguhan untuk hubungannya dengan Rania.
"Tapi kamu janji harus sehat,semangat.Gak boleh seperti ini lagi.Dan sekarang makan dulu."Bu Herman mengambil nasi yang di siapkannya tadi untuk Dery.
"Dery makan sendiri aja buk."Dengan semangatnya Dery makan.Begitu lahap hingga habis tak tersisa.
"Maafkan ibuk nak...ibuk terpaksa harus bohongi kamu.Ibuk tidak ingin melihatmu seperti ini.Untuk selanjutnya bisa di pikirkan nanti."
Derypun semakin bersemangat untuk mencari Rania.Ia yakin pasti akan segera bertemu.
Karna menurut informasi yang ia dapat,Rania masih bekerja di pabrik milik Adiyasa grup tersebut.Jadi kemungkinan Rania hanya pindah kost saja.
Berbeda hal lagi dengan Arya.
Malam ini Arya akan bicara serius pada papa soal hubungannya dengan Sesil.
Ia sengaja menjemput Sesil jauh ke rumahnya untuk di ajak bertemu calon mertuanya.
Setelah semua berkumpul di ruang tamu,Arya pun mengungkapkan niatnya.
"Pa,Dery mau serius sama Sesil.Minggu depan rencananya Arya mau lamar dia.Arya minta restu dari semuanya."Arya melihat satu persatu dari keluarganya.Mulai dari papa,mama,sampai sang nenek.
"Kalian sudah pikirkan semuanya baik-baik?"Tanya sang nenek.
"Sudah nek..."Arya melihat nenek.
"Bagaimana dengan Sesil?"Mama Anita ganti bertanya.
"Iya Tante.Sesil juga sudah yakin sama Arya."Jawab Sesil mantab.
"Lalu bagaimana soal masalah kalian selama ini?"Kembali mama Anita bertanya.
"Masalah keyakinan,Sesil akan mengalah Tante.Sesil akan ikut keyakinan Arya."Jawab Sesil.
"Apa orangtua kamu setuju?"Kali ini nenek yang bertanya.
"Iya Nek,Sesil sudah bicara soal ini sama mama papa Sesil.Dan mereka menyerahkan semua keputusan sama Sesil."Terangnya.
"Jika memang begitu,kita sebagai orangtua hanya bisa merestui kalian."Papa Jaya pun angkat bicara.
Meski sebenarnya nenek tidak menyukai Sesil,namun nenek harus bisa merestui mereka.
Nenek tidak ingin Arya cucu satu-satunya merasakan kesedihan karna keegoisan orang terdekatnya.
Nenek tak ingin apa yang dirasakan Rania juga dirasakan oleh Arya.
__ADS_1
Meski setiap selesai sholat nenek masih selalu mendoakan supaya Rania lah yang jadi jodohnya Arya.