
"Sayang,kamu kenapa sih?"
Pertanyaan Dery membuat Rania tersadar dari lamunannya.
"Eemmm...Sebenernya aku lagi mikirin Intan mas."
"Intan,emangnya kenapa sama Intan?"
"Itu...tadi siang jari tangan Intan kena jarum."
"Kok bisa?"
"Aku juga gak tau mas.Karna tadi di suruh pulang buat istirahat.Tapi pas aku pulang,Intan nya malah gak ada di kost.Katanya pulang ke rumah."Rania menyudahi makannya lalu mengambil minum.
"Ya udah,mungkin dia butuh istirahat."Pikir Dery.
"Ya mungkin.Tapi...."Rania ragu mau cerita.
"Tapi apa...?"Dery melihat Rania yang sepertinya masih memikirkan hal lain.
"Tadi pas istirahat aku sempet cerita ke Intan soal hubungan kita..."
"Terus...?"
"Apa mungkin ya mas kalo Intan marah sama aku?"Tanya Rania.
"Kok marah?"
"Ya...mungkin Intan kecewa sama aku."
"Kecewa gimana maksudnya?"
"Ya mungkin Intan berpikir kalo dia merasa gak di anggap teman."Rania merasa bersalah.
"Kenapa bisa begitu?"
"Ya karna sudah hampir empat bulan kita jadian,tapi dia baru aku kasih tau tadi siang."
Rania berpikir pasti Intan sangat kecewa.
"Gak usah berpikir begitu...besok tunggu dulu Intan kembali.Ya mungkin saja memang dia pulang ingin istirahat dulu."
"Sebenarnya aku gak ada niat buat nutupin dari Intan,tapi waktunya aja belum ada.Waktu itu kan sama-sama lagi sibuk."
"Iya...aku tau.Ya udah,kamu tenang aja.Besok tunggu Intan balik.Ok!"
"Iya deh mas."Rania merasa sedikit lega.
Ia akan menunggu Intan besok.
__ADS_1
Saat Rania sedang ngobrol dengan Dery,Arya berdiri di samping tenda.
Ia memesan dua porsi besar ayam bakar.
Nenek Arya sangat suka ayam bakar di tempat itu.
Meski mereka keluarga kaya raya,tapi keluarga Arya termasuk orang yang sederhana.
Nenek Arya asli kelahiran kota S.
Rumahnya tak jauh dari pabrik.
Hanya sekitar lima belas menit perjalanan.
Tadinya Arya juga ingin makan ditempat itu.
Tapi melihat Rania bersama seorang laki-laki,
Ia mengurungkan niatnya.
"Oh...jadi dia sudah punya pacar.Kelihatannya saja polos.Tak tau nya sama saja dengan kebanyakan wanita jaman sekarang."
Selesai pesanan jadi,Arya segera membayarnya dan berlalu dari sana.
Karena Rania ngobrol serius dengan Dery,ia tak tau jika ada orang yang memperhatikannya.
🌼🌼🌼
"Seharusnya hari ini Intan sudah masuk kerja.
Nanti mau cari pas jam istirahat aja deh."Rania sudah tak sabar ingin bertemu Intan.
Begitu jam istirahat tiba,Rania segera pergi ke kantin.
Ia mencari-cari tempat yang biasanya Intan tempati,namun tak menemukannya.
Rania putari hampir semua sudut kantin pun tak juga menemukan Intan.
"Intan kemana ya,katanya mbak Sari dia hari ini sudah masuk.kok gak ada."Intan berhenti di sebuah meja yang masih kosong.
Ia segera duduk di sana.
Terpaksa Rania makan dulu,dan berhenti mencari Intan.Sebelum jam istirahat selesai.
Habis makanannya Rania kembali mencari Intan.
Ia akan mencari ke tempat kerjanya.
Benar saja,ia menemukan Intan disana.
__ADS_1
"Intan,aku cari kamu di kantin ternyata disini.
Sudah makan belum?"
"Sudah."Jawab Intan singkat sambil main hp.
"Kamu gak papa?"Rania melihat jari tangan Intan.
"Udah sembuh lukanya?"Baru saja Rania ingin memegang tangan Intan,tapi Intan segera menariknya.
"Udah sembuh kok."Intan masih sibuk dengan hpnya.
"Tan...aku pengen ngomong sama kamu..."
Belum juga bicara semua lampu kembali di nyalakan.
Yang berarti pertanda waktu istirahat sudah habis.
"Ran,jam istirahat sudah habis.Aku mau mulai kerja lagi ya."Intan mulai menyalakan mesin jahitnya.
Rania pergi dari tempat Intan.
Rania merasa Intan berbeda dari hari biasanya.
Intan terlihat lebih cuek dan gak banyak bicara.
Malam harinya sepulang Rania lembur kerja,ia segera pergi ke kamar Intan.
Setelah mengetuk pintu berkali-kali dan memanggil namanya,Intan tak ada suara sama sekali.
Tapi pintu kamarnya sedikit terbuka.
Rania membuka pintu pelan.
Ia melihat Intan berada di atas kasur.
Ia mendekati Intan.Ia panggil-panggil tapi tak ada jawaban.
Setelah Rania lihat ternyata Intan sudah tidur.
Ia urungkan kembali niatnya untuk bicara dengan Intan.
Dan ia kembali ke kamarnya sendiri.
Meninggalkan Intan yang sudah lelap dalam tidurnya.
Di satu sisi,saat melihat Rania pergi dari kamar Intan,ia kembali membuka matanya.
Yang sebetulnya belum benar-benar tidur.
__ADS_1
Ia hanya pura-pura tidur untuk menghindari Rania.
"Maafkan aku Ran."Intan meneteskan airmata.