
Setelah dirasa waktu sudah semakin sore,akhirnya Dery pamit pulang.
"Dery pamit dulu ya pak,buk."Dery menyalami tangan kedua orang tua Rania.
"Iya nak,hati-hati di jalan.Terimakasih sudah anterin Nia pulang."Kata Bapak.
"Jangan kapok main kesini lagi ya nak Dery."Imbuh ibu.
"Iya Bu...insya Allah kapan-kapan main lagi."Dery berjalan menuju pintu keluar.
"Nia,anterin nak Dery keluar."Ibu menyenggol tangan Rania.
"Iya buk..."Rania menyusul Dery.
Sesampainya di depan pintu Dery menoleh pada Rania.
"Aku pulang dulu ya Ran."Pamitnya.
"Iya,hati-hati ya mas.Nyetirnya gak usah kenceng-kenceng.Tar kalo dah Sampek rumah jangan lupa chating ya."Pesan Rania.
"Iya."
Pada saat akan keluar rumah,Dery berpapasan dengan kedua adik Rania.
"Mbak Nia pulang..."Seru adik Rania yang paling kecil.
"Iya,mbak Nia sama siapa?"Adiknya yang cowok juga ikut bertanya.
"Mereka adik-adik kamu?"Gantian Dery bertanya pada Rania.
"Iya mas,kenalin yang cowok namanya Tomi terus yang cewek namanya Nabila."
__ADS_1
Dery mengulurkan tangannya,"Kenalin nama mas,Dery."
Mereka berdua menyambut uluran tangan Dery.Salaman sambil cium tangan.
Mereka tersenyum malu sambil menyebutkan nama masing-masing.
"Habis ngaji ya"Tanya Dery.
"Iya mas,mas Dery mau kemana?"Tanya Tomi.
"Oh iya,mas Dery mau pamit pulang dulu ya.Sudah hampir magrib."
"Kok pulang.Gak masuk dulu mas?"Tomi bertanya lagi.
"Mas Dery sudah dari tadi dek...ini mau pulang dulu..."Rania yang menjawab.Sedangkan Dery tersenyum.
"Mas pamit dulu ya dek.Lain kali main lagi boleh gak?"Dery memancing respon mereka.
Tomi memang sudah mulai beranjak dewasa.Dia sudah lebih mengerti.Tomi sudah SMA.Sedangkan Nabila yang masih SMP,masih lebih banyak malu nya.Hanya bisa melirik Dery tapi takut untuk ngajak bicara.
Dery terlihat mengambil dompet di saku celana panjangnya.Lalu mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dan biru.
"Mas pulang dulu ya,ini sedikit buat uang saku sekolah.Kalian sekolah yang rajin ya.Biar pintar.Buat Bapak,Ibuk,dan mbak Rania bangga sama kalian.Ok!"Dery menyerahkan uang itu pada Tomi dan Nabila.
"Mas Dery,gak usah mas.Dek...gak boleh ya."Rania hendak mengambil uang itu.Tapi tangannya di pegang sama Dery.
"Rania,tolong ya.Ini buat Adek-adek.Aku gak ada niat apapun!"Dery berkata dengan tegas.
"Tapi mas,nanti jadi kebiasaan gak baik."Rania menunduk.
"Gak papa dek,anggap aja itu dapat bonus.Gunakan untuk kebutuhan yang penting ya.Lagian juga gak seberapa kok."
__ADS_1
Tomi dan Nabila sama-sama melihat ke arah Rania.
Karna tidak tega melihat ekspresi senang mereka,Rania jadi tidak tega.Akhirnya dia menganggukkan kepala.
Mereka berdua tampak begitu senang.
"Makasih ya mas Dery."Mereka kompak berterimakasih.
Setelah itu mereka berlalu masuk ke dalam rumah.
"Makasih ya mas,tapi lain kali gak boleh begitu lagi."Rania cemberut.
"Kok cemberut sih.Aku gak jadi pulang lho."Dery menggoda Rania.
"Ya udah mas,buruan masuk mobil.Keburu malem nih."Rania mendorong tubuh Dery.
"Ok tuan putri...jangan kangen ya..."Dery tertawa.
Dery masuk mobil lalu pulang.
Rania menunggu sampai mobil Dery tak terlihat dari pandangannya.
Saat akan kembali masuk rumah,Rania mendengar tetangganya yang ternyata sedang membicarakannya.
"Kerja baru setengah tahun sudah pulang ngajak lelaki."Kata salah satu ibu-ibu yang sedang duduk santai bersama para tetangga lain.
"Iya,pintar juga ya.Cari nya yang punya mobil."Seru satunya lagi.
Sudah Rania duga sebelumnya.Pasti akan ada tetangga yang berpikir negatif tentang Rania.
Namun ia tak mau ambil pusing dengan perkataan para tetangga yang sukanya hanya bergosip ria.
__ADS_1
Rania segera berlalu dari sana.