Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Tanggung jawab


__ADS_3

Setelah mendengar pengakuan dari Intan,Rania segera mengambil langkah.


Ditariknya tangan Intan keluar dari kamar.


Hanya menutup pintu tanpa mengunci nya terlebih dahulu.


Rania masih terus memegang kuat tangan Intan.


Intan yang sedang tidak siap pun tak bisa menolak.


Ia mengikuti langkah kaki Rania meski banyak pertanyaan muncul dalam benaknya.


Dalam hati Intan sedikit takut,jika saja Rania merasa benci padanya dan akan nekat melakukan hal buruk padanya dan juga janin nya karna terlalu kecewa dengan apa yang sudah terjadi.


Namun ternyata dugaan Intan salah.


Rania justru menuju ke rumah Dery.


Intan yang terkejut ia mulai memberontak dan hendak berlari.


Tapi sepertinya Rania sudah bisa menebak akan terjadi hal seperti itu,untuk itu Rania terus mengeratkan cengkraman tangannya di kedua pergelangan tangan Intan.


"Rania,mau ngapain kita kesini?"


Tak ada jawaban dari Rania.


Ia masih terus melanjutkan langkahnya.


Membuka pagar rumah Dery yang tak di kunci.


Dia ajaknya Intan masuk ke halaman rumah.


Kebetulan pintu utama sedang di buka lebar dan semua terlihat sedang berkumpul di ruang tamu.


Dengan sekuat tenaga Rania terus memegang tangan Intan yang ingin kabur.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam..."Suara jawaban dari pak Herman.


Semua yang sedang duduk di ruang tamu nampak terkejut dengan kedatangan dua wanita yang sudah tak asing bagi mereka.


"Rania."Dery segera berdiri menyambut kedatangan Rania dengan senyum lebarnya.


"Ini benar kamu sayang,kamu cantik banget sekarang.Aku jadi pangling.Aku cariin kamu kemana-mana sampek aku hampir putus asa.Tapi sekarang kamu sudah kembali.Aku seneng banget."Dery tak menyangka jika Rania akhirnya yang datang sendiri kerumahnya.


"Iya mas,aku kesini bersama Intan!"Menekankan kata Intan agar Dery sadar.


"Ngapain ngajak dia?"Dery terlihat tak suka dengan kedatangan Intan.


"Karna aku kesini mau ngomongin soal Intan."

__ADS_1


"Gak usah ngomongin hal yang gak penting.Mending kita lanjutin obrolan kita waktu itu untuk segera nglamar kamu.Karna sekarang Ibu sudah merestui kita.Iya kan buk?"Dery menoleh pada ibunya,meminta persetujuan dari ucapannya.


Deg!


Hati Intan merasa seperti tertusuk duri tajam.


Mendengar ucapan yang baru saja Dery katakan.


Andai saja ia tak ada...


Andai saja malam itu tak terjadi apa-apa...


Pasti Dery akan segera bahagia bersama Rania.


"Gak,ibuk gak bilang begitu."Sang ibu mengelak.


"Tapi waktu itu ibu sudah janji pada Dery,jika Dery bisa semangat nemuin Rania kembali ibu bakalan restui kita."Dery mengingatkan kembali akan kata-kata Bu Herman.


"Sudah sudah,sebenarnya ada apa sih,ayo duduk dulu nak Rania."Ajak pak Herman.


Rania pun duduk dan menarik tangan Intan untuk duduk di sebelahnya.


"Maaf pak,Rania kesini mau minta pertanggung jawaban mas Dery atas apa yang sudah ia perbuat pada sahabat saya Intan."Dengan jelas Rania mengatakannya.


"Maksud nak Rania?"Pak Herman bertanya-tanya dengan maksud Rania.


"Tanyakan sendiri pada anak Bapak,apa yang sudah ia lakukan pada Intan."Tatapan Rania terlihat tegas.


"Tidak mungkin anak bapak dan ibu lupa sudah melakukan hal bejat pada Intan sebulan yang lalu di kamar kost yang saat itu saya tempati."


"Apa maksudnya Dery?"Pak Herman meminta penjelasan dari Dery.


"Sa-saya tidak melakukan apapun padanya."Bohong Dery.


"Benarkah mas Dery lupa?Apa perlu saya ingatkan?"Ancam Rania.


"Rania,aku cuma cinta sama kamu,jadi tak usah bicarakan orang lain dalam hubungan kita."Tolak Dery.


"Hubungan kita sudah selesai sebulan yang lalu.Dan benar-benar selesai setelah malam itu mas Dery sudah memperkosa Intan di kamar kost Rania."


Semua yang mendengar itu tercengang.Mereka tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.


"Apa maksud kamu?Jangan karna saya tidak merestui kalian,kamu jadi memfitnah Dery?Lihatlah Dery,dia bukan wanita baik-baik."Amarah Bu Herman mulai tersulut.


"Rania maafkan aku."Dery mendekat dan berlutut di kaki Rania.


"Dery,jelaskan sama Bapak sekarang."Pak Herman bicara dengan nada datar.


"De-Dery gak sengaja pak."Dery meneteskan air mata.Menyesalkan perbuatannya malam itu.


"Apa maksud kamu Dery,katakan jika semua itu tidak benar."Bu Herman mulai emosi.

__ADS_1


Sedang mbak Desy mencoba menenangkan ibunya yang sudah mulai marah.


Mengusap punggungnya guna meredakan emosinya.


"Ceritakan secara jelas Dery."Pak Herman melihat Dery dengan tatapan mengintimidasi.


"Malam itu sepulang dari rumah sakit Dery ngumpul sama temen-teman.Dery mabuk.Sepulang dari nongkrong Dery mau cari Rania.Dery ke kamar kost Rania.Dan setelahnya Dery....Dery gak sengaja lakuin itu sama dia.Dery pikir dia Rania."Bicara dengan menundukkan wajahnya.


"Berarti kamu sudah merencanakan itu pada Rania,dan kamu salah orang.Begitu maksud kamu?"Pak Herman mulai meninggikan suaranya.


"A-aku..."Tak kuasa Dery menahan air matanya.


"Tapi yang Dery cinta cuma Rania pak,Dery cuma mau nikah sama Rania.Bukan dengan yang lain!"Dery menatap Intan dengan tatapan benci.


"Dan dari kejadian itu,sekarang Intan hamil!"Ungkap Rania.


"Maksud kamu apa hah?"Bu Herman semakin naik pitam.


"Iya,janin yang di kandung Intan adalah darah daging mas Dery.Jadi mas Dery harus tanggung jawab!"Kembali Rania memperjelas kata-katanya.


"Tapi Rania,aku gak mau.Belum tentu itu anakku."Tolaknya.


"Maksud kamu apa?Kamu kira aku wanita murahan?Asal kamu tau ya Dery,aku juga gak minta pertanggung jawaban dari kamu.Aku bisa urus anakku sendiri."Intan bicara dengan nada di buat tegas namun dengan air mata yang mengalir deras.


Intan tak menyangka jika Dery yang ia kenal baik,sopan,dan ramah bisa bicara menyakitkan seperti itu.


Meskipun ia tak sengaja dan tak menginginkan Intan,namun tak seharusnya ia mengingkari janin yang tercipta dari kesalahannya.


Intan hendak berdiri dari duduknya.Namun ia urungkan niatnya ketika mendengar suara bariton dari pak Herman.


"Diam semuanya.Dan kamu nak Intan,duduk!"


Intan pun diam dan kembali duduk dengan perasaan yang masih tak karuan.


Mengambil nafas panjang lalu di hembuskan dengan kasar.


"Dery,kamu harus segera menikahi Intan!"Keputusan final dari pak Herman.


"Tapi pak...Dery gak cinta sama dia,berapa kali Dery mesti bilang,kalo Dery hanya mau menikah dengan Rania."Dery tetap keras kepala.


"Dery!"Pak Herman membentak Dery dengan tatapan tajam.


Dery diam seketika.


Ia tak berani melawan kata-kata dari sang Bapak.


Badannya serasa lemas tak bertenaga.


Semua harapannya benar-benar hancur berantakan.


Penantiannya selama satu tahun menjaga Rania,harus kandas begitu saja.

__ADS_1


Di gantikan orang yang sama sekali tak ia harapkan.


__ADS_2