Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Keputusan Dery


__ADS_3

"Rania."


Rania menghentikan langkahnya lalu menoleh pada sumber suara.


"Mas Dery."Rania kaget,ternyata Dery sudah ada di belakangnya.


Dery mendekat dengan aura dingin.


Tak ramah dan penuh senyum seperti biasanya.


"Siapa barusan?"


"Emm itu anu..."Rania bingung menjelaskannya.


"Siapa Rania."Dery terlihat tak sabaran.


"It-itu tadi pak Arya."Rania gugup.


"Pak Arya?"


"Iya,pak Arya.Pemilik pabrik Adiyasa."


Karna pabrik Adiyasa berada di desa nya Dery,sudah pasti semua paham akan nama Adiyasa.


"Jadi itu CEO baru nya,dan kamu jalan sama dia?"


"Enggak mas,bukan begitu.Aku bisa jelasin..."Rania mendekat lalu memegang tangan Arya.


Dery masih terlihat marah.


"Kita duduk sini dulu ya."Rania menuntun Dery ke kursi di teras kost.


Rania menjelaskan tentang pertemuannya dengan Nenek Adiyasa sampai tadi bisa main ke rumah Adiyasa.


"Jadi kamu sudah ke rumah Adiyasa.Sudah kenal dengan keluarga Adiyasa?"Pertanyaan skakmat dari Dery.

__ADS_1


"Aku gak ada niat mau ke sana mas...Aku cuma gak enak sama Nenek."Rania mencoba menjelaskan.


"Berkali-kali aku ngajak kamu ketemu keluargaku kamu selalu bilang belum siap.Tapi ini apa?"Dery merasa tak terima dengan alasan Rania.


"Bukan begitu mas..."


"Apa kamu masih belum yakin sama aku.Dan kamu masih mau mencoba dengan yang lain?"Dery merasa Rania masih ragu padanya.


"Mas,apa maksud kamu?"Rania merasa tak terima dengan tuduhan Dery.


"Apa yang kamu ragukan dari aku Ran,aku ajak kamu serius tapi kamu belum siap dengan berbagai macam alasan.Dan aku siap nunggu kamu!


Tapi ini...kamu jalan dengan CEO baru kamu dan bahkan kamu sudah kerumahnya.Hah?"Dery tak kuasa meluapkan isi hatinya.Ia segera berdiri.


Rania merasa tertampar dengan kata-kata Rania.


"Mas,maaf..."Rania mendesah.


Memang terkesan Rania seperti tak menanggapi keseriusan Dery.


Sedang Dery masih diam dan enggan melihat wajah Rania.


Ia masih kecewa dengan Rania.


"Mas...aku minta maaf...aku gak ada niat apapun.Aku menghargai niat tulus mas Dery.


Dan aku gak ada apa-apa sama pak Arya."Rania masih terus menjelaskan.


"Sekarang gak ada apa-apa,tapi siapa tau akan kedepannya."Dery berkata dengan nada sedikit rendah hampir mirip bergumam.


"Mas...beliau itu CEO,bos di pabrik tempatku kerja.Bahkan pak Arya sudah punya pacar yang sempurna.Kamu gak usah berpikiran terlalu jauh deh..."Rania mengusap bahu Dery.Mencoba meyakinkan.


"Gak ada yang gak mungkin di dunia ini Rania."Dery masih tetap tak percaya.


"Hati-hati kalo ngomong mas,itu bisa jadi doa.

__ADS_1


Mas Dery gak percaya sama aku?"


"Berikan bukti supaya aku bisa percaya sama kamu."Dery duduk kembali.Seolah menunggu jawaban Rania.


Rania semakin bingung.Harus dengan cara apa dia meyakinkan Dery.


Hujan turun dengan derasnya.Keduanya sama-sama terdiam dengan posisi masing-masing.Dery duduk,sedang Rania masih berdiri sambil tangannya bersedekap.


Lama keduanya diam hingga hujan kembali reda.


"Terus apa mau mas?"


"Jika kamu memang serius sama aku,kamu kerumahku.Kenal lebih dekat dengan orang tuaku."


Deg.


Akhirnya waktu itu tiba juga.Dimana Rania harus benar-benar ambil keputusan.


Tak terasa hubungan mereka memang sudah berjalan hampir satu tahun.


Tapi entah kenapa jika menyinggung soal serius,Rania masih sering merasa ragu.


"Tapi aku belum siap nikah sekarang mas."Rania masih pada pendiriannya.


"Aku tidak mengharuskan kita menikah sekarang.Tapi setidaknya,kamu mengenal kaluargaku dulu.Sama seperti aku berusaha dekat dengan keluargamu."


"Baiklah jika itu mau mas Dery.Atur saja waktunya.Tapi jangan sekarang.Aku capek."Rania hanya bisa pasrah dengan keinginan Dery.


Sedang Dery,ia mendongak menatap wajah Rania.Akhirnya Rania bersedia juga untuk berkenalan dengan keluarganya.


Disatu sisi dia masih belum yakin dengan tanggapan ibu dan kakak Dery nanti.Apa mereka bisa menyambut Rania dengan tangan terbuka.


Tapi disisi lain dia tak mau kehilangan Rania.


Ia ingin segera mengikat Rania meski bukan ikatan suci yang sesungguhnya.

__ADS_1


Namun paling tidak sudah lebih serius dari sekedar pacaran.


__ADS_2