Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Sah


__ADS_3

Hari ini adalah hari menuju pernikahan Dery dan Intan.


Intan sudah di make up dari pagi hari.


Setelah selesai di make up ia pun bersantai sambil menunggu mempelai pria datang.


Jantung Intan berdebar hebat.


Ia takut jika tiba-tiba Dery memutuskan untuk lari dari tanggung jawabnya.


Ia menunggu kedatangan keluarga Dery dengan harap-harap cemas.


Hingga waktu yang sudah ditentukan Keluarga Dery belum juga datang.


Intan semakin gemetar ketakutan.


Ia berdoa,semoga apa yang ia takutkan tak kan jadi kenyataan.


"Intan,mana rombongan pengantin pria,kenapa lama sekali...ini sudah hampir jam sepuluh."Tanya kakak Intan.


"Intan juga gak tau mbak..."Jawabnya bingung.


"Gak coba di hubungi nomer hape nya?"


"Sudah mbak...tapi gak aktif..."Intan semakin khawatir.


"Kok bisa?"


"Gak tau."


"Ya udah,kita tunggu sebentar lagi,kamu gak usah berpikiran aneh-aneh.Berdoa aja semoga gak terjadi apa-apa di jalan."Mencoba menenangkan Intan yang mulai terlihat pucat pasi.


"Hemmm...iya mbak."Intan meremas baju pengantinnya yang bernuansa kebaya jawa.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit,akhirnya rombongan datang juga.


Intan dapat bernapas lega saat melihat Dery turun dari mobil.


Ia terus mengamati Dery lewat jendela kamarnya.


Pria tampan yang ia suka sejak pertama bertemu,akan menjadi suaminya dalam waktu beberapa menit lagi.


Sungguh hal yang tak pernah ia duga.


Namun sayang,ia hanya akan memiliki tubuhnya,tanpa jiwanya.


🌼🌼🌼


Acara ijab Qabul berjalan dengan lancar.


Meski hanya acara sederhana namun terasa sakral bagi Intan.


Setelah acara pernikahan di KUA selesai,kemudian keluarga Dery berkunjung ke rumah Intan.


Mereka beramah tamah sebentar,sebelum pada akhirnya mereka pamit pulang.


Intan di bawa serta ikut keluarga Dery pulang ke kota.


Mereka akan tinggal di rumah Dery.


Layak nya sepasang suami istri pada umumnya.


Hidup berdua dalam satu atap dan satu kamar yang sama.


Demi janin yang tumbuh di rahim Intan,juga janjinya pada Rania.Ia akan berusaha kuat.


Ia akan berjuang sekuat tenaganya.


Apapun hasilnya nanti,yang penting ia akan berusaha untuk memperjuangkan cintanya.


Meski hanya bertepuk sebelah tangan.


Ia berharap suatu saat nanti Dery akan memandangnya dan menerimanya dengan tulus.


Sesampainya di rumah Dery mereka segera turun dari mobil.

__ADS_1


Dery berjalan terlebih dahulu tanpa melihat Intan sama sekali.


"Dery,ajak istri kamu masuk ke kamar,ia perlu istirahat.Tugas kamu bawa pakaian Intan masuk.Jangan biarkan Intan terlalu capek.Ingat,dia sedang hamil muda."


"Iya pak."


Dery segera mengambil beberapa tas yang di bawa Intan dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Intan mengikuti langkah Dery menuju kamar mereka.


Sedangkan art bersama yang lainya segera mengeluarkan beberapa oleh-oleh yang sudah di berikan oleh keluarga Intan tadi.


Dery dan Intan masuk kamar.


Di letakkannya barang-barang Intan di samping lemari pakaian.


Setelahnya ia segera melepas kaos kaki dan mengambil baju ganti dari lemari.


Kemudian ia segera masuk kamar mandi.


Selesai mandi Dery merebahkan tubuhnya di kasur.


Tak sepatah kata pun ia ucapkan pada Intan.


Menganggapnya seolah tak ada.


Meskipun Intan sedih,namun ia tak ingin menunjukkannya.


Ia pun segera mengambil baju ganti dan juga mandi.


Selesai mandi ia melihat Dery yang sudah tidur pulas.


Mungkin ia kecapekan dengan perjalanan yang cukup jauh tadi.


Untuk itu Intan tak berani mengganggunya.


Intan bingung,apa yang harus ia lakukan di rumah mertua untuk pertama kalinya.


Berkali kali ia mondar mandir di dalam kamar.


Ia memutuskan untuk rebahan di samping Dery.


Hingga pada akhirnya ia pun ikut terlelap.


Samar-samar Intan mendengar suara orang mengetuk pintu dan memanggilnya beberapa kali.


Intan mengerjab.Di buka nya kedua matanya yang masih terasa mengantuk.


Di pandangnya Dery yang masih tidur di sampingnya.


"Mbak...mbak Intan...mas Dery...makan dulu...sudah malam.Bapak sama ibu sudah menunggu di meja makan."


Intan segera berjalan menuju pintu kamar.


Membukanya lalu menjawab panggilan Mak Ijah.Art yang bekerja di rumah Dery.


"Iya Mak...kita akan segera menyusul.Saya bangunkan mas Dery dulu ya.Mas Dery masih tidur."


"Ya udah mbak kalo begitu Mak turun dulu ya..."


"Iya Mak,makasih..."


Intan kembali masuk kamar dan berjalan menuju ranjang.


Dipegangnya pundak Dery sambil di goyangkan perlahan.


"Mas Dery...bangun mas.Kita udah di tunggu buat makan malam."


Dery perlahan membuka matanya.


Ia yang belum sadar sepenuhnya,seperti melihat Rania berada di depannya.


Hatinya begitu senang.


Ia berpikir jika pernikahannya dengan Intan adalah mimpi.

__ADS_1


Dery segera beranjak dari tidurnya kemudian memeluk Rania.


Seolah tak ingin melepasnya,ia eratkan pelukan itu.


Intan yang dipeluk secara mendadak,ia pun kaget.


Ia terdiam sambil menikmati hangatnya pelukan Dery.


Seseorang yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Belum lama Intan menikmati itu dengan di iringi detak jantung yang tak beraturan,ia kembali terdiam.


Ketika Dery mengucapkan satu kata.


"Rania."


Deg.


Seketika Intan melepas paksa pelukan dari Dery.


Berusaha keras untuk tak menangis.


Ia berbalik badan lalu berkata pada Dery.


"Kita sudah di tunggu makan malam mas.


Kita harus segera turun."


Intan berjalan terlebih dahulu dengan air mata yang mulai jatuh.


Sedangkan Dery,ia baru menyadari,jika orang yang dia peluk baru saja bukanlah Rania.


Melainkan Intan.


Istri yang baru tadi pagi ia nikahi.


Dery melihat jam dinding di kamarnya.


Ia baru sadar jika hari sudah malam.


Sudah cukup lama ia tidur.


Ia mencuci muka sebentar.


Lalu turun menyusul keluarga yang sudah menunggunya untuk makan malam.


Sesampainya di ruang makan,dilihatnya semua sudah berkumpul.


Bapak,ibu,serta Intan.


"Mbak Desy kemana buk?"Dery duduk di sebelah ibunya.


"Pulang."Ibu hendak mengambilkan nasi untuk Dery,namun terhenti ketika mendengar suaminya bicara.


"Dery,kamu duduk di sebelah istri kamu.


Dan mulai sekarang ia yang akan mengambilkan makan untuk kamu.Karna Intan istri kamu."Pak Herman menyuruh Dery pindah tempat duduk.


"Nak Intan gak keberatan kan mengambilkan makan untuk Dery?"Tanya bapak pada sang menantu.


"I-iya pak,Intan gak keberatan kok.Karna mulai sekarang mas Dery adalah suaminya Intan."Intan tersenyum kemudian mulai mengambilkan nasi lengkap dengan sayur dan lauk di piring Dery.


Setelah dirasa cukup kemudian memberikannya pada Dery.


Dery pun menerimanya.Meski sebenarnya ia tak suka.


"Terima kasih."


"Ah iya mas,sama sama."


Ibu yang menyaksikan semua itu merasa geram.


Serasa melihat sebuah drama yang sangat menyebalkan baginya.


Namun ia pun tak bisa berbuat banyak jika berada di depan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2