
Di lain tempat berbeda,Arya sedang dalam perjalanan.Ia pulang ke kota J.
Ia ingin memberi kejutan untuk kekasih hatinya.
Sedangkan Sesil sedang merasa kecewa.
Di hari ulang tahunnya yang seharusnya bahagia,Ia justru sedih.
Karna baru saja sang kekasih memberi kabar kalau ia tak bisa datang.
Acara sederhana yang di rayakan bersama teman-temannya terasa hampa tanpa kehadiran Arya.
Andai ia tau kalau Arya tak bisa datang malam ini,sudah pasti ia lebih memilih tidur di rumah.
Namun ia tak ingin mengecewakan sahabat-sahabatnya yang selalu ada buat dia.
Tiba-tiba lampu padam.Sesil merasa ketakutan.
Dari arah belakang ada tangan yang menutup matanya.
Saat Sesil ingin berteriak,ternyata lampu kembali menyala.Namun mata Sesil masih di tutup dari belakang.
Suara sorak-sorak dari teman-teman membuat Sesil semakin bingung.
Sesil meraba tangan yang menutupi matanya.
Dari bentuk jari tangannya yang besar,wangi parfum yang tercium.
"Seperti....Arya.ah tapi gak mungkin.Dia kan sudah bilang gak bisa datang."Sesil penasaran.
Tak lama kemudian kedua tangan itu mulai di tarik.
Dan ternyata....
"Surprise...."Arya memeluk Sesil.
Sesil tak menyangka,Arya akan memberikan kejutan untuknya.
Air mata menetes di pipi Sesil.
Ia tak bisa menyembunyikan rasa rindunya pada Arya.
__ADS_1
Ia pun balas memeluk Arya dengan sangat erat.
"Lhoh,kok nangis sih."Arya mengusap air mata Sesil.
"Kangennn....ini bukan mimpi kan...?"Sesil meraba wajah Arya.
"Iya...ini bukan mimpi.Maaf ya...udah bikin kamu sedih..."Arya membelai rambut Sesil.
"Tadi aku sedih banget pas kamu bilang gak bisa kesini..."Ucapnya manja.
"Pasti aku usahakan.Demi kamu."Arya tersenyum.
Tanpa mereka sadari,ternyata mereka masih berada di antara teman-teman Sesil.
"Cie cieeee....Tadi nangis-nangis...giliran sekarang...peluk-pelukan..."Kata salah satu teman Sesil.
"Yang bucin....serasa dunia milik berdua ni yee..."Ledek yang lainnya.
Sesil yang sadar jadi bahan tontonan hanya bisa tersenyum malu.
"Kita lanjutin acaranya.Ok!"Arya melepaskan pelukannya.
"Ok...!"Serempak menjawab.
Arya memberi kado berupa tas branded keluaran terbaru.
Semua teman Sesil yang datang di acara tersebut sangat terharu.
Mereka semua tau kalau Arya dan Sesil adalah pasangan yang romantis,dan mereka berdua sangatlah cocok.Yang satu ganteng,yang satunya cantik.
Selesai acara,Arya mengantar Sesil pulang.
Mereka ngobrol berdua di dalam mobil.
"Sayang,aku kangen tau sama kamu..."Sesil menyandarkan kepalanya di bahu Arya.
Arya mengusap rambut Sesil dengan satu tangannya.Sedang tangan satunya masih sibuk pegang stir mobil.
"Aku juga kangen."
"Bohong,nyatanya selama dua bulan kamu gak nemuin aku."Sesil merajuk.
__ADS_1
"Lha ini aku datang nemuin kamu."
"Jangan-jangan disana kamu ketemu cewek cantik,terus lupain aku deh."Sesil sedih.
"Aku sibuk sayang...gak usah berpikiran aneh-aneh deh.Kamu gak percaya sama aku...?"
Arya merayu.
"Ya...siapa tau.Sekarang kita jarang ketemu.Mungkin beberapa bulan lagi kamu semakin sibuk dan makin gak ada waktu buat aku."Sesil menunduk,air matanya hampir menetes.
Arya segera menepikan mobilnya dan berhenti sesaat.
Arya mengusap pipi Sesil lalu mengangkat dagunya.
Sejurus kemudian mereka saling beradu pandang.
Arya mendaratkan ciuman di bibir Sesil.
Beberapa detik kemudian Arya melepaskan ciuman mereka.
"Aku sayang sama kamu,jadi aku harap kamu percaya sama aku.Ok!"Arya kembali mengusap rambut panjang Sesil.
"Aku harap kamu bisa jaga kepercayaan yang aku beri buat kamu"Sesil membalikkan ucapan Arya.
Setelah itu Arya kembali mengemudikan mobilnya.
Ia harus bisa mengendalikan dirinya.
Sebelum sah jadi suami istri,Arya tak ingin melampaui batas.
Apalagi dengan rumitnya hubungan yang mereka jalani saat ini.
Ia masih harus banyak berjuang.
Perjuangan yang ia sendiri belum yakin,akankah mereka bisa bersatu.
Hampir empat tahun mereka menjalin hubungan,namun belum bisa menemukan titik terang untuk masa depan mereka.
Mereka saling cinta,namun perbedaan keyakinan yang menjadikan mereka bimbang.
Mereka mempunyai keyakinan masing-masing.
__ADS_1
Keyakinan yang sama-sama kuat.
Yang sama-sama tak ingin berpaling dan melepaskan.