
Rania mendengus kesal.Arya berhasil membalikkan keadaan.Tadinya Rania yang ingin marah,justru sekarang Arya lah yang marah padanya.
Menurunkan kedua tangan yang tadi dilipat di depan perut lalu segera memegang tangan Arya.Ia harus secepatnya membujuk Arya jika tak ingin ulah Arya membuatnya tambah malu di depan keluarganya.
"Iya iya...maaf...Bukan maksudku seperti itu mas...Kali ini mas Arya aku maafin,tapi lain kali harus bicara dulu sama aku kalau soal keluargaku.Ok!"Bujuk Rania.
"Gak bisa,aku sudah terlanjur kecewa,karna ternyata kamu tidak menganggap aku suami kamu!"Mulai iseng.
"Siapa bilang.Enggak kok!"Ucap Rania tak mau kalah.
"Terserah!"Memalingkan wajahnya yang sedang di tatap Rania.Pura-pura marah.
"Ih...mas,kok gitu sih...iya iya...aku minta maaf."Pada akhirnya Rania mengalah total.
"Gak mau.Bilang dulu,maaf suamiku tersayang..."Tuntut Arya.
"Isshhh...mulai kan!Kok bisa ya.Mas Arya beda banget sama dulu.Dulu aja irit banget ngomongnya,ternyata sekarang usilnya minta ampun."
"Ya sudah kalau gak mau.Mau aku tambahin hukumannya?"Melihat Rania yang menahan sebel pada Arya membuatnya semakin iseng mengusilinya.
"Iya...maafkan aku suami-ku ya-ng ter-sa-yang...."Ucapnya sambil di eja.
Hahaha....
Arya pun tertawa puas.Bapak Ibu yang menyaksikan hal tersebut pun ikut tertawa.
Sedangkan Tomy hanya bisa cengar cengir mendengarkan kedua orang yang sedang jatuh cinta tersebut.
Alhasil mereka justru tidak melihat acara televisi melainkan melihat drama sepasang suami istri itu.
Dan Tomy pun jadi melupakan tujuannya memberitahukan soal buku tabungan tadi.
"Oh iya dek.Terus tadi mau bilang apa?"Rania menepuk jidatnya karna melupakan hal itu.
Arya pun kembali merebahkan tubuh dan kepalanya pun kembali di posisi semula sebelum ia sedikit berdrama dengan Rania tadi,yaitu di kedua paha Rania.
"Oh iya,begini mbak...rencananya pengen buat beli sepeda motor satu lagi.Yang bekas saja,yang murah.Yang itu biar di pakai dek Nabila sekolah."Tomy menyampaikan maksudnya.
"Beneran dek Nabila mau naik sepeda motor sendiri?Apa sudah bisa?"Rania masih merasa was-was dengan adiknya.Karna ia takut Nabila belum bisa berhati-hati saat membawa motor.
"Mbak...sebentar lagi kan Nabila masuk SMA,terus mas Tomy juga mau kuliah.Nabila sudah bisa kok naik sepeda sendiri."Rayu sang adik.
__ADS_1
"Iya mbak....Nabila sudah biasa naik sepeda itu kok.Sering anterin Ibu ke pasar juga.Kadang pas pulang sekolah juga Nabila sering Tomy ajari di depan."Imbuh Tomy.
Rania hanya mengangguk-angguk.Mereka termasuk anak yang beruntung.Sekolah SMP sudah bisa naik sepeda motor sendiri.
Dulu saja Rania sampai sekolah SMA pun belum bisa naik sepeda motor.Dikarenakan ia belum punya sepeda motor,jadi sekedar belajar naiknya pun dia belum bisa.
Rania bisa naik sepeda motor setelah ia bekerja dan mampu membeli sendiri.Meskipun hanya sepeda motor bekas.
"Rencana dek Tomy mau kuliah dimana?"Arya mengangkat dagunya melihat Tomy.
"Sebenarnya Tomy sih tidak kuliah juga gakpapa mas,tapi ini demi keinginan mbak Nia."Ucap Tomy.
"Memang kenapa gak mau kuliah?"Tanyanya lagi.
"Ya gakpapa mas,Tomy kan bisa bekerja.Sekarang mbak Nia sudah punya keluarga sendiri,jadi sudah tanggungjawab Tomy buat gantiin tugas mbak Nia mengurus keluarga ini."
"Dek...justru itu.Dek Tomy adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini.Jadi dek Tomy harus kuliah dulu,supaya nanti dek Tomy bisa jadi orang sukses dan bisa mengangkat derajat kedua orangtua."Nasihat dari Arya.
Rania yang tadinya ingin juga bicara seperti itu jadi terdiam karna sudah terwakilkan oleh Arya.
Ternyata pikiran Arya sejalan dengan maksud Rania.
"Terus rencana mau kuliah dimana?"Tanya Arya lagi.
"Ya sudah,mau beli sepeda motor yang seperti apa?"Arya mengambil hape di saku celananya.
"Apa aja mas,yang penting murah,bisa buat wira-wiri."
"Yang seperti ini mau?"Arya menunjukkan sebuah sepeda motor model terbaru di layar hp nya.
Tomy pun melihatnya lalu menutup mulutnya saat melihat harganya.
"Jangan mas.Yang bekas saja,yang model biasa saja."Tolak Tomy.
"Memangnya kenapa?Bukannya uangnya cukup buat beli ini?"Menggoyangkan hp nya sambil tersenyum.
"Tapi kan uangnya masih di gunakan buat kebutuhan selama kost di sana."Meskipun biaya kuliah gratis tapi bukan berarti biaya sehari-hari juga akan gratis bukan?Begitulah pikiran Tomy.
Rania pun mengangguk mendengar pemikiran matang dari Tomy.
"Dan menurut Tomy lebih baik uangnya digunakan untuk modal usaha Ibu di rumah."Usul Tomy.
__ADS_1
"Modal usaha apa dek?"Karna selama ini Rania tau kalau keseharian orangtuanya adalah buruh tani.Dan itu hanya butuh modal tenaga,bukan uang.
"Sekarang Bapak sama Ibu sudah jarang ada yang suruh kerja mbak...hanya mengurusi sawah sendiri saja."Tomy menunduk,mengkhawatirkan keadaan orang tuanya jika Tomy pergi kuliah nanti.
"Benar begitu pak,buk.Memangnya kenapa?"Rania ingin tau alasannya.
"Ya sekarang sudah banyak tempat yang di jadikan lahan wisata nduk...selain itu juga bapak ibumu semakin tua.Sering masuk angin."Jawab Ibu.
Rania mengangguk mengerti.Ia pun menyadari jika kedua orangtuanya sudah mulai tua.Sudah seharusnya mereka istirahat di rumah.
"Lalu rencananya ibu mau usaha apa?"Rania kembali bertanya,sedang Arya masih sibuk dengan hp nya.
"Bingung juga mbak.Mbak ada ide mungkin?"Tomy meminta pendapat Rania.
"Yang bisa di kerjakan di rumah,jadi Tomy tidak begitu khawatir meninggalkan mereka kuliah."Tomy mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.
"Bagaimana kalau buka toko saja di rumah.Jadi Bapak bisa fokus urus sawah sendiri sambil bantu Ibu jaga toko."Usul Arya.
Ternyata ia ikut memikirkan masa depan keluarga Rania meskipun Arya masih sibuk dengan hpnya.
"Tapi itu butuh banyak modal mas.Modal dagangan juga modal tempatnya."Tadinya Tomy juga berpikir akan hal itu,tapi dia urungkan setelah menghitung perkiraan modal keseluruhan.
"Buka toko kecil-kecilan saja dulu di depan rumah."
"Iya,aku setuju mas.Lagipula aku masih punya sedikit tabungan,bisa buat tambah modal dagangan."Rania setuju dengan ide suaminya.
"Urusan modal toko biar aku urus,uang tabunganmu kamu simpan saja,toh yang ngasih ide kan aku."Arya seolah memamerkan idenya.Itu supaya dia bisa membantu keluarga Rania tanpa bisa di tolak lagi.
Rania sudah ingin protes dengan keputusan yang di ambil Arya,namun sebelum ia menolaknya Arya sudah siap dengan drama nya seperti yang sudah-sudah.
"Mau apa,mau nolak.Kamu nganggap aku siapa kamu?Orang lain?"Kembali Arya ingin memainkan drama nya.
"Tapi mas,"
Arya sudah menutup mulut Rania dengan dengan jari telunjuknya.
"Ijinkan aku mengatur semuanya.Ok tuan putri."Menoel dagu Rania.
Membuat Rania pun diam seketika.
"Yes,besok sepeda motornya sampai dek."Arya bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Motor,yang mana mas,uangnya bagaimana?Besok di ambil dulu?"Tanya Tomy.
"Uangnya buat biaya kamu selama kuliah saja.Soal yang lain biar mas yang urus."Ucapnya tak mau di bantah.