Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Kebersamaan dua keluarga


__ADS_3

Rania membuka matanya ketika samar-samar ia mendengar suara orang memanggilnya.


Sambil terus mengumpulkan nyawanya ia berusaha bangun.


Tok tok tok...


"Mbak...mas..."Terdengar suara mbok Jum sambil mengetuk pintu.


"Ya...tunggu sebentar."Rania turun dari ranjang lalu membuka pintu kamar.


"Ya mbok..."Rania tersenyum sambil mengucek matanya.


"Ditunggu makan malam mbak..."


"Oh...iya.Kita turun sebentar lagi.Makasih ya mbok."Rania kembali menutup pintu kamar setelah mbok Jum pergi.


Rania berjalan mendekat pada Arya.


Ia melihat Arya masih tertidur pulas di atas sofa.


Dipanggilnya Arya berulang kali,namun tak ada pergerakan sama sekali yang menandakan ia akan segera bangun.


Mungkin karna terlalu capeknya sehingga ia tidur dengan pulas.


Rania memberanikan diri memegang bahu Arya sambil digoyang-goyangkan.


"Pak..pak Arya...bangun pak."


Ternyata cara tersebut cukup efektif untuk membangunkan Arya.


Terbukti Arya mulai membuka matanya.


Begitu membuka mata Arya kaget melihat Rania yang sedang berada diposisi yang sangat dekat dengannya.


"Ma-maaf pak.kita sudah ditunggu makan malam di bawah."Rania segera berdiri dan pura-pura sibuk membenarkan kerudungnya.


"Ha...ternyata sudah waktunya makan malam.Baiklah,aku cuci muka dulu."Arya melihat jam dinding lalu beranjak ke kamar mandi.


Selesai mencuci muka Arya segera menghampiri Rania yang sudah menunggunya untuk turun.


"Ayo kita turun.Gak enak yang lain sudah nungguin."


"Iya pak."


Rania segera mengekor di belakang Arya.


Mereka turun bersama.


Setibanya di ruang makan ternyata semua sudah berkumpul dan tinggal menunggu Arya serta Rania.


"Ma-maaf ya semuanya jadi nungguin."Rania merasa tak enak hati pada semuanya.


"Gakpapa...ya udah ayo duduk."Mama Anita yang menjawab.


Rania segera duduk.Ia mengambil tempat duduk kosong di sebelah nenek,berhadapan dengan ibunya.


Arya pun ikut duduk di sebelah Rania.


Mama Anita mulai mengambilkan makan untuk papa Jaya.


Lanjut mengambilkan untuk nenek.

__ADS_1


Di saat Mama Anita ingin mengambilkan Arya seperti biasanya,namun saat itu Ibu Rania mulai menasehati Rania.


"Nduk...mulai sekarang tugas kamu mengambilkan makan untuk suami kamu."


"I-iya buk..."Rania menoleh pada Arya lalu mulai meminta piringnya dan diisi nasi.


"Pak Arya mau sayur yang mana?"Rania belum tau tentang makanan kesukaan Arya.


"Apa aja gakpapa."


"Hah...terus aku ambilin yang mana dari sekian sayur yang tersedia?"Rania jadi bingung sendiri.


Mama Anita yang melihat hal itu jadi tersenyum.


"Rania...Arya gak pilih-pilih makan.Dia bisa makan apa saja.Yang penting jangan lupa kerupuk."


"Tapi ini sayur sama lauknya banyak banget Tan,eh ma...Rania jadi bingung."


"Arya bilang dong...mau yang mana.Ini kan sayurnya banyak macemnya.Masak iya mau di ambil semua...Rania kan gak tau kamu lagi pengen yang mana..."Nenek memarahi Arya.


"Yang itu aja.Sama ini."Arya menunjuk beberapa menu sayur dan juga lauknya.


Akhirnya Rania mengambilkan sesuai yang Arya inginkan.


Kedua adik Rania merasa terkagum-kagum dengan makanan yang begitu banyak dan sudah pasti semua enak.


Nabila dan Tomi jadi bingung mau pilih yang mana.Meski mereka masih asing dengan menu makanan yang jarang bahkan belum pernah mereka rasakan,tapi mereka yakin jika semuanya pasti lezat.


Menu makanan yang biasanya mereka lihat di tv,atau menu daging yang hanya bisa mereka makan setahun sekali di saat hari raya kurban,semua tersaji di atas meja makan.


Alhasil Nabila bukanya segera makan justru ia sibuk mengamati satu persatu menu yang terasa ingin ia makan semuanya.


"Emm...iya Nek."Nabila malu-malu.


"Nabila mau yang mana dek...?"Rania menunjuk beberapa pilihan menu.


"Emm...Nabila bingung mbak..."Katanya dengan polosnya.


"Bingung?Kenapa bingung?Mau mbak ambilin?"


"Semuanya enak mbak.Nabila bingung mau pilih yang mana?"Nabila bicara dengan nada berbisik karna malu.


Hati Rania tersentuh,matanya mulai berkaca-kaca.


Begitu jauh berbeda kehidupan mereka yang hanya hidup seadanya.


Bila dibanding dengan kehidupan keluarga Adiyasa yang serba ada.


Pantaskah ia dengan posisinya sekarang?


Arya yang mendengar bisikan Nabila pun tersenyum.


"Dek Nabila mau yang mana?Mau nyobain semua juga boleh kok."


Nenek yang paham pun ikut bicara.


"Iya nak...ambil saja.Tidak usah malu.Ini kan juga rumahnya mbak mu...mau nenek ambilin?"


"Terimakasih nek....Nabila bisa ambil sendiri kok."


"Ayo...ambil saja Nabila..."Mama Anita ikut merasa tersentuh dengan kepolosan Nabila.

__ADS_1


"Atau gini aja dek...Adek cobain dulu yang sekiranya dek Nabila belum pernah makan atau...yang paling membuat dek Nabila pengen.Gimana?"Arya memberi ide untuk Nabila.


Dengan senang hati Nabila mengangguk menyetujui ide kakak iparnya.


Ia menunjuk beberapa makanan yang menurutnya sangat enak.


Arya dengan sabar mengambilkan sesuai keinginan Nabila.


"Nak...biar ibu saja yang ambilkan.Nak Arya makan saja."Ibu melihat ketulusan dari cara Arya menyayangi Nabila.


"Gakpapa buk..."


Tomi yang menyaksikan semua itu pun ikut geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol adeknya.


Akhirnya semua makan dengan tenang.


Selesai makan semuanya beralih ngobrol ke ruang santai.


Papa jaya ngobrol dengan pak Hartono dan Arya.


Sedangkan mama Anita,nenek,ibu,Rania dan kedua adiknya juga ngobrol bersama.


Mereka saling bercanda bersama.


Waktu sholat isya' sudah tiba.


Mereka melaksanakan sholat jama'ah di mushola milik pribadi keluarga Adiyasa yang terletak di halaman rumah.


Waktu sudah larut malam.


Semuanya kembali ke kamar masing-masing untuk segera istirahat.


Karena besok semua sudah mulai aktifitas seperti biasa.


Dan keluarga Rania pun besok juga sudah harus kembali pulang ke kampung.


Rania ikut mengantar adik-adiknya ke kamar tamu.


Nabila masih terus bercerita banyak hal pada Rania.


Seakan tak mau berpisah dari kakaknya,Nabila mengajak Rania untuk tidur bersama.


"Mbak...tidur sama kita ya.Nabila kangen sama mbak Nia."Nabila terus saja merayu sang kakak.


"Dek...sekarang mbak Nia sudah punya suami...jadi tidurnya ya sama suaminya."Terang sang ibu.


"Tapi kan Nabila kangen buk..."Nabila pura-pura ngambek.


"Iya...mbak temenin dulu sampek adek tidur ya..."


"Yee...makasih mbak.Adek sayang sama mbak Nia."Nabila memeluk Rania.


"Ya udah sekarang tidur yuk."Rania merebahkan tubuhnya kemudian disusul Nabila di sampingnya.


Nabila masih terus bercerita sambil sesekali menguap menahan kantuknya.


Hingga tak lama kemudian sudah tak kuat lagi bicara dan Nabila pun tertidur dengan pulas nya.


"Sudah nduk...adekmu sudah tidur...kamu segera kembali ke kamar kamu sendiri sana."Suruh sang ibu.


"Tapi bapak mau bicara sebentar dulu nduk."Bapak memotong ucapan ibu.

__ADS_1


__ADS_2