Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Hasil meeting


__ADS_3

Pagi hari dimulai dengan senyum semangat.


Rania merasa bahagia sekaligus lega.


Karna persahabatannya dengan Intan kembali seperti biasa.


Dan hubungannya dengan Dery berjalan semakin dekat.


Tak jarang Dery datang ke kost untuk ketemu Rania.


Rania bekerja seperti biasa.


Pagi ini ada meeting dadakan.


Selesai pak Anton meeting,ia segera mengumpulkan karyawan finishing untuk briefing sesuai arahan yang baru saja ia terima dari sang bos.


Setelah semua berkumpul pak Anton segera memulainya.


Sedikit basa basi mengawali briefing pagi ini.


Selesai basa basi acara inti di katakan.


"Bulan ini asistan pak Arya akan segera resign,untuk itu ada beberapa karyawan yang nantinya akan di geser.Entah siapa dan di geser ke bagian apa saya sendiri belum tau.Jadi bila nanti ada pergantian posisi semua tak lagi bertanya-tanya ya."Pak Anton berkata jelas dan langsung pada intinya.


"Memangnya asistan lama pak Arya resign kenapa pak?"Tanya seorang karyawan.


"Beliau mau ikut suaminya ke kota J."

__ADS_1


"Ow..."Serempak menjawab.


"Ya sudah,jika sudah paham kita mulai kerja lagi.Ok!"


"Baik pak...."


Semua bubar dan kembali ke tempat masing-masing.


Hingga pada suatu hari,setelah meeting waktu itu,keputusan baru sudah di umumkan lewat meeting pagi ini.


Dan tanpa di sangka,Rania naik jabatan jadi staf kantor.


Rania begitu kaget saat pak Anton memberi pengumuman.


Bahwa jabatannya di bagian finishing akan di ganti oleh orang lain dan ia mulai hari ini akan jadi staf baru di bagian kantor.


"Pak Anton...kenapa saya lagi pak...saya gak punya lulusan tinggi..apa saya bisa pak?"Rania berjalan di belakang pak Anton.


Gadis yang semangat bekerja,jarang mengeluh,dan mudah paham,juga cekatan.


Tapi apa boleh buat,protes pun tak kan berpengaruh jika bos sudah berkehendak.


"Padahal sebenarnya Rania sudah nyaman disini pak..."Rania merengek.


"Ya mau gimana lagi Rania...kamu berani menolak keputusan bos..."Pak Anton menoleh Rania.


"Iiish...."Rania menunduk lemah.

__ADS_1


"Ya sudah sana ke ruangan baru kamu.Pasti sudah di tunggu."Pak Anton duduk di kursi kerjanya.


"Ya sudah,Rania pamit ya pak...kalo nanti Rania gak betah disana gimana dong pak...?"Hendak keluar tapi ia kembali berbalik badan,melihat pak Anton dengan tatapan memelas.


"Hadewh anak ini...jalani saja dulu...disana kamu gak sendirian kok.Ada teman juga...orang cuma pindah ruang aja kok.Masih di Adiyasa grup lho kamu..."Pak Anton tertawa melihat ekspresi ragu Rania.


Biasanya ia selalu terlihat semangat dan ceria.


Kali ini ia memperlihatkan ekspresi ragu,takut,malas dan tak bersemangat sama sekali.


Dengan langkah lambat ia keluar dari ruangan pak Anton.


Saat melewati karyawan bagian finishing,banyak yang memberi ucapan selamat pada Rania.


"Wah...mau pindah ya Ran...selamat ya...sudah naik jabatan.Pasti gajinya juga banyak."Kata salah satu orang.


"Ya iyalah pasti gajinya beda daripada jadi asistan supervisor...dah gitu gak perlu pusing mikir lembur sampai malem."Sambung yang lainnya.


"Enak ya Rania,dari karyawan biasa,yang belum lama masuk,belum ada setahun sudah bisa ganti posisi enak."Salah satu berkata lumayan sinis.


Yang lain pun menimpali dengan kata-kata yang tak kalah sengit.


"Ya iyalah,modal wajah cantik,pasti gampang."


Rania tak mau menanggapi kata-kata mereka.


Sambil menggelengkan kepala ia melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Ia berharap akan mendapatkan tempat yang nyaman dan teman baru yang baik.


Ia terus berjalan menuju tempat baru sesuai arahan dari pak Anton.


__ADS_2