Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Rencana pindah kost


__ADS_3

Pagi ini Rania akan berpamitan pada keluarga Adiyasa.


"Nenek ijinkan kamu balik tapi setelah sarapan!"


"Tapi Nek...Rania gak enak..."


"Gak enak sama siapa sih Rania...?"


"Rania gak enak sama semua keluarga pak Adiyasa Nek...Semuanya terlalu baik sama Rania yang hanya seorang karyawan.Mbak-mbak nya juga ikutan baik semua sama Rania.Rania takut jika di kira memanfaatkan kesempatan yang sudah di beri keluarga pak Adiyasa Nek..."


Rania mencoba mengungkapkan apa yang ia khawatirkan.


"Kamu gak usah khawatir...kita semua sudah anggap kamu seperti keluarga kok."


"Justru itu Nek...Rania jadi makin gak enak...keluarga ini terlalu baik.Sedang Rania gak bisa balas kebaikan kalian semua..."


"Ada saatnya nanti kamu membalas kebaikan kita."


"Maksud nenek?"Rania tak paham apa yang di maksud nenek.


"Udah,kita sarapan dulu yuk."Nenek menarik tangan Rania.


Rania pun terpaksa mengikuti keinginan nenek.


Sesampainya di ruang makan,semuanya ternyata sudah berkumpul.


Rania semakin sungkan manakala melihat mereka mau menunggu Rania sampai Rania datang.


"Maaf pak,Tante,pak Arya.Maaf kalian jadi belum sarapan karna nunggu kita."Rania membungkuk lalu duduk di sebelah nenek.


"Gak papa...kita juga baru duduk kok."Ucap Tante Anita sambil tersenyum ramah.


"Ya sudah,kita mulai sarapannya ya...."Pak jaya mulai membalikkan piring yang sudah di sediakan di depannya.


Tante Anita dengan telatennya mengambilkan nasi goreng untuk suaminya.


"Sudah cukup ma,jangan banyak-banyak."


"Iya pa,pakek telur sama krupuk kan."Mengambil telur dan krupuk lalu di tata rapi di atas nasi goreng tersebut.


Setelah menyerahkan piring milik pak Adiyasa lalu gantian mengambil piring milik nenek.


"Nenek mau pakek krupuk?"Tawar tante Anita.


"Gak deh,sama telur aja."Ucap nenek sambil menunjuk telur mata sapi.


Selesai mengambilkan nenek lalu giliran mengambilkan nasi goreng untuk Arya.


"Sayang,ini buat kamu."Menyerahkan piring yang sudah berisi nasi goreng lengkap dengan telur dan krupuknya.


"Kalo anak mama yang ganteng ini gak bisa makan tanpa krupuk."Mama Anita sudah hafal betul dengan kesukaan anak semata wayang nya.


"Makasih mama ku yang perhatian..."Arya mengambil piring yang sudah di sodorkan mama Anita.


"Punya Rania sini piringnya,Tante ambilkan mau?"Tanya mama Anita.


"Makasih tante,Rania ambil sendiri saja..."Tolaknya secara halus.


"Ok deh....gapapa.Ambil yang banyak ya...gak usah sungkan."


"Iya Tante."


Selama makan,tak ada suara apapun lagi selain suara dentingan sendok yang bersentuhan dengan piring.

__ADS_1


Semua menikmati sarapan mereka masing-masing.


Selesai makan semuanya duduk di ruang keluarga.


"Maaf pak,Tante,Rania mau ijin pulang."Pamit Rania.


"Rania mau kembali ke kost?"Tanya mama Anita.


"Iya Tante,rencananya mau ke kost ambil sedikit barang-barang Rania lalu cari kost'an baru."Rania merencanakan akan pindah kost saja.


"Memang Rania mau pindah kost kemana?"Giliran nenek yang khawatir.


"Belum tau juga Nek.Nanti coba cari dulu."


"Tante punya rekomendasi tempat kost,Rania mau gak?"


"Dimana tante?"Tanya Rania antusias.


"Di seberang pabrik,yang deket dengan kampus."


"Ah,iya betul."Nenek pun ikut senang.


"Nenek juga tau tempat itu?"Rania sedikit ingin tau.


"Iya lah,itu kan kost'an punya nenek.upss..."Nenek menutup mulutnya.


Sebenarnya nenek tidak ingin memberi tau jika itu kost'an miliknya.


Takut Rania tak mau menerima tawaran itu.


Seketika Rania terdiam.


Ia jadi tak bersemangat untuk kost di tempat itu.Karna itu kost'an milik nenek.


Rania tak ingin terus merepotkan keluarga Adiyasa.


"Emm...nanti Rania cari-cari yang cocok dulu aja Nek."Rania sudah tak bersemangat seperti awal.


"Kamu kost disana saja,jaraknya gak begitu jauh kok.Masih ada juga tempat yang kosong."Tawar nenek.


"Iya Rania....untuk sementara kost disana saja dulu.Kalo nanti merasa gak nyaman baru cari tempat kost lain."Pak Adiyasa ikut angkat bicara.


Jika sudah pak jaya yang memberi saran,Rania tak berani lagi menolak.


"Baik pak."


Selesai perbincangan itu Rania akhirnya benar-benar pamit pulang.


Meski dengan rengekan nenek yang ingin agar Rania masih tetap disana sampai sore.


Karna Rania terus menolak,akhirnya nenek ikut Arya mengantarkan Rania.


Dengan alasan ingin menunjukkan tempat kost yang baru.


Sesampainya di kost Rania segera masuk ke kamar dan berencana ingin mengambil barang-barangnya.


"Nenek disini dulu ya,Rania mau ambil pakaian dulu."


"Ya udah,nenek tunggu disini.Arya,bantuin Rania beberes ya."Perintah nenek pada cucunya.


"Iya Nek..."


Arya ikut turun dan mengikuti langkah Rania.

__ADS_1


Rania membuka pintu kamarnya.


Ia sedikit heran,karna melihat kamarnya yang tak terkunci.


"Sepertinya kemarin aku gak lupa kunci pintu."Gumam Rania dalam hati sambil masuk kamar.


"Pak Arya duduk di ruang tamu dulu ya.Saya mau bereskan baju dulu."


"Hemm."Arya berbalik badan kembali ke ruang tamu.


Dengan segera Rania mengemasi seluruh pakaiannya di tas besar miliknya.


Memasukkan alat make up nya dan alat mandi.


Karna barang Rania tak banyak,dalam waktu sebentar saja ia sudah selesai berkemas.


Ia menoleh pada kasur tipis yang biasa ia tiduri.


Sedikit heran saat melihat sepreinya sudah tak ada.


Namun ia tak mau ambil pusing.


Ia masih punya seprei yang lain.


Dengan buru-buru ia segera keluar dari kamarnya.


Ia tak ingin Intan tau kepergiannya.


Keluar dari kamar tak lupa mengunci pintu.


Rania menenteng satu tas besar dan dua tas sedang.


Arya yang melihatnya heran,"Sudah, itu saja yang kamu bawa?"Tanyanya.


"Iya pak,ini udah semua kok."Menunjuk tas besarnya."


"Sudah semua?"Arya heran.


"Hanya segitu saja?"Imbuhnya.


"Iya pak...saya mau pindah kost,bukan pindah rumah.Cuma ini saja barang yang saya miliki.Selebihnya seperti kasur dan lemari,itu sudah di sediakan pemilik kost..."


"Ow.em,ok."Arya kikuk.


Arya membuka pintu bagasi.Memasukkan tas besar Rania ke dalamnya.


Rania pun ingin kembali masuk mobil.


Ia menoleh melihat kost'an.


"Selamat tinggal semuanya."


Rania segera menghapus air matanya yang baru mulai menetes.


Tak mudah memang,melupakan kenangan di tempat yang sudah lebih dari setahun ia tempati.


Di tampat itu ia mulai mandiri.


Di tempat itu ia mulai mengenal Intan dan Dery.


Namun saat ini ia harus pergi demi kebaikan semuanya.


Ia bertekad akan melupakan semuanya dan memulainya dari awal.

__ADS_1


Ia ingin kembali fokus seperti tujuan pertama nya datang kesini.


Ingin mengumpulkan uang untuk sekolah kedua adiknya dan menabung untuk masa depannya.


__ADS_2