Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
INSIAL M


__ADS_3

Adam menghela nafasnya dengan panjang. "Baiklah Devanya, apa yang kau inginkan sekarang?" ucap Adam


"Aku ingin kau pergi!" ucap Devanya


"Kau ingin aku pergikan? Aku akan pergi sekarang" Adam membalikan badannya, dan ia berjalan menuju sofa tadi.


Ia duduk di sofa ruangan Devanya, lalu bersandar di sandaran sofa itu. Tak lama Adam pun terlelap dalam tidurnya, karena ia sudah kelelahan menunggu Devanya.


Devanya yang melihat Adam hanya terdiam, ia pun melanjutkan kembali tidurnya. Sampai keesokan harinya Adam terbangun melihat Devanya yang masih tertidur pulas di ranjang empuknya. Adam pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, ia melirik jam tangan yang ia gunakan di tangan sebelah kirinya.


Sudah jam 5, Ia pun segera membersihkan dirinya dan menunaikan kewajibannya. Setelah itu, Adam pergi dari ruangan Devanya untuk mencari sarapan. Sekitar 10 menit, Adam berjalan mencari makanan kesukaannya di pagi hari. Yaitu adalah bubur ayam, namun sayangnya di Jepang tidak ada yang berjualan bubur ayam.


Adam tidak ingin pusing, ia memilih sushi untuk makan paginya kali ini. Selepas itu, ia kembali ke bangkal VIP di mana Devanya tempati. Ia membuka pintu dan melihat Devanya yang telah bangun sambil sarapan di atas kasur.


"Kau sudah bangun?" sahut Adam kepada Devanya.


Devanya hanya mengangguk pelan. "Iya aku sudah bangun, kau ke mana saja? aku tadi mencarimu tau?" tanya Devanya.


"Aku baru saja membeli sushi" ucap Adam.


Sambil menunjukkan sebuah kotak yang berisi sushi yang tadi ya beli di luar. Devanya hanya mengangguk pelan dan ia kembali menyantap sarapannya. Adam ikut serta untuk sarapan bersama Devanya.


"Apa kau ingin?" tanya Adam.


Devanya hanya menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Tidak mau. Kata dokter aku harus makan makanan apa yang disediakan oleh dokter. Katanya, itu demi kesehatanku dan juga giziku."


Adam melihat sarapan yang diberikan dokter, terdapat banyak karbohidrat dan protein yang mereka berikan padanya. Serta vitamin untuk keseimbangan tubuh Devanya.


"Benar, kau harus makan yang banyak untuk mengembalikan berat badanmu dan juga gizim" sahut Adam.


"Devanya, setelah ini aku akan berbicara penting bersamamu" ucap Adam.


Devanyapun hanya mengangguk pelan. "Aku juga ada hal penting yang ingin aku bikin bicarakan denganmu" ucap Devanya.


"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita sarapan saja terlebih dahulu." ucap Adam.


Mereka berdua pun menyantap sarapannya masing-masing, sehingga waktu terus berjalan dan bumi terus berputar. Mereka menyelesaikan sarapannya tanpa ada kendala ataupun bicara.


.........

__ADS_1


Jakarta, Indonesia


Musa usah nampak tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, namun Ia lupa kantornya bukan berada di Indonesia. Ia hanya menepuk jidatnya dan kembali duduk di kursi ruangan kerjanya.


"Kenapa aku bisa lupa begini" gumamnya pada dirinya sendiri.


Ia meraih ponselnya yang berada di dalam saku celana, mencari kontak bernama arshaka di dalamnya. Ia pun menggeser tombol hijau untuk menghubungi sang mantan suami istrinya itu. Musa menunggu arshaka menjawab panggilannya.


"Ayolah cepat angkat panggilanku. Dasar Arsakha bodoh!"


Cukup lama Musa menunggu panggilan itu, panggilan pertama akhirnya tidak dijawab oleh Arshaka. Ia kembali memanggil Arshaka yang kedua kalinya, dan kata-kata penuh kekesalan itu harus keluar dari mulut Arsakha.


Arsakha langsung menjawabnya, namun dengan nada yang sedikit keras.


"Ada apa kau memanggilku pagi-pagi begini!" ucap tegas Arsakha di setiap kalimatnya.


Musa hanya tertawa tertawa kecil, mendengar Arsaka yang tengah mengamuk di pagi harinya itu.


"Kau baru bangun? apa kau tidak ke kantor Saka?" tanya Musa pada Arsakha.


"Aku tidak ke kantor" jawab Sakha spontan.


"Kenapa kau yang cerewet?! mau ke kantor atau tidak Itu kan urusanku bukan urusanmu!" ucap ketus Arshaka.


"Hahaha baiklah-baiklah tuan Arsaka, jika kau tidak sibuk aku ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu siang ini. Apa kau bisa?" tanya Musa


"Tidak, aku sibuk" jawab Arshaka.


Musa menghela nafasnya panjang. "Sakha, apa Soraya ada di rumahmu?" tanya Musa pada arshaka.


Arsaka pun mengangguk pelan."Iya, dia ada di rumahku. Entah angin apa yang telah merasuki tubuhnya, ia datang malam-malam ke rumahku sekitar jam 11.00 malam. Aku pikir, dia kabur dari rumahmu" ucap Arsakha.


"Iya, dia memang kabur" ucap Musa


"Wajar dia kembali, dia kan istrimu hahaha..." sambung Musa.


Ucapan musa berhasil membuat Arsaka geram. "Istri? dia saja baru kembali dari persembunyiannya. Lagi pun, aku belum bisa menerimanya sepenuhnya. Karena masalah waktu di masa lalu itu" ucap Arsakha


"Tidak ada masalah dengannya Arshaka, aku jamin. Dan soal masalah dengan istri praktik, biar nanti waktu yang menjawab. Dia bersalah atau tidaknya" ucap Musa.

__ADS_1


"Sudahlah, aku ingin bersiap-siap untuk menemui seseorang. Hubungi aku lain waktu bye!"


Sambungan telepon itu terputus dengan secara tiba-tiba, oleh arshaka yang memutuskannya. Musa hanya menghela nafasnya, mengingat perilaku Arsaka yang memang sangat menyebalkan baginya.


"Aku harus kembali kepada istriku" gumam Musa.


Ia berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang kantornya, sejenak bayangan-bayangan Medina terlintas di benak Musa.


"Aku sangat merindukanmu Meidinaku."


.........


Adam dan Devanya masing terlibat pembicaraan yang begitu serius.


"Jadi, kau memang benar diculik devanya?" tanya Adam.


"Iya, aku diculik dan aku disiksa di sebuah Villa dekat pulau yang aku sama sekali tidak tahu itu di mana. Aku menyeberangi pulau itu dengan kemampuan berenang sebisaku.


Kalau tahu Adam, aku sangat ketakutan dan aku tidak pernah menyangka jika aku masih hidup. Dan juga, selamat sampai saat ini. Baiknya tuhan, Ia mempertemukanku denganmu disini. Aku tidak pernah menyangka jika aku berada di negara ini.


Negara yang di mana kau pun ada di sini, selama 2 tahun belakangan itu aku disiksa dan dipukul menggunakan kawat dan juga besi." jelas Devanya.


"Kau tahu siapa dia yang dibalik semua ini?" tanya Adam.


"Aku hanya mendengar inisial namanya yang berinisial M, dia adalah ketuanya dan yang paling mengejutkanku lagi adalah dia adalah Ayah dari Soraya... Dia menuntut balas dendam kepada kita semua, keluargamu... keluargaku dan keluarga Arsaka juga.


Namun tidak dengan Niko, karena Niko adalah seorang mafia yang memiliki hubungan dengan banyak mafia lainnya. Jika ia berurusan dengan Niko, maka sudah hancurlah semua kerja kerasnya selama ini. Yang kita butuhkan sekarang adalah Niko, mencari perlindungan mafianya.


Dialah yang paling berkuasa di dunia mafia, aku takut jika lelaki berinisial M itu melukai keluargamu. Dia sempat menculik keluarga Musa dan mengatakan kepada Musa bahwa keluarga Soraya lah yang telah membunuh keluarga Musa.


Namun dengan catatan, dia tidak ikut dalam urusan tersebut dia sangat licik!" Jelas Devanya yang setengah ketakutan, ia tidak henti-hentinya meresan air matanya.


Adam hanya mengelus punggung Devanya sambil mencerna apa yang Devanya ucapkan tadi.


***


udah ada yang bisa tebak, M itu siapa?


see you di bab berikutnya....

__ADS_1


__ADS_2