
Setibanya di mansion Arsakha, Ayah Hamzah meminta Arsakha dan juga Soraya beristirahat. Tinggal lah mereka berdua di dalam kamar, sepi dan sunyi. Soraya hanya menatap sang suami yang tengah tertidur lelap di ranjang yang sama dengannya.
Tidak mungkin bagi Soraya mendapatkan cinta Arsakha, Soraya masih tetap menatap wajah Arsakha yang secara langsung berhadapan dengannya. Karena merasa terganggu, Arsakha terbangun dari tidurnya. Dengan sekejap, Soraya langsung menutup kedua mata-nya dan hal itu pun dilihat oleh Arsakha.
"Jangan berpura-pura tidur, aku tahu kau tidak tidur. Tapi kenapa kau belum tidur Soraya?" tanya Arsakha
Dengan suara berat khas orang tidur Sakha, membuat Soraya mabuk kepayang ketika mendengarnya. Soraya dengan pelan membuka matanya, mata mereka saling berhadapan hanya berjarak 15 Cm saja.
"Aku belum menantuk, tapi aku merasa sangat lelah" ucap Soraya yang mengatakan keluh kesahnya pada sang suami.
"Apa kau merasa lapar?" tanya Arsakha
Soraya menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Tidak Sakha, aku tidak lapar" jawabnya
"Lalu kau kenapa tidak tidur? Apa kau memikirkan perkataan dari Papa Rendra tadi? Aku rasa tidak, kau tidak akan memikirkan hal seperti itu kan" ucap Arsakha, ia membalikkan badannya dan membelakangi Soraya.
Sepertinya, Sakha juga memikirkan apa yang Soraya pikirkan.
"Sakha..." lirih Soraya, ia tetap menatap punggung suaminya itu dan berharap ia mau memutar balikkan badannya dan menghadap pada dirinya.
"Kau tahu, aku memikirkan apa yang Papa Rendra katakan." Arsakha memutar balikkan badannya, ia melihat intens mata Soraya yang tengah berair itu.
"Sakha, apa aku ini tidak pantas untukmu?" tanya Soraya dengan nada yang begitu serius.
"Arsakha, jawab aku!" tegas Soraya, air mata jatuh menuruni dan membasahi pipinya yang mulus itu.
"Tentu tidak Sora, sudahlah jangan menangis" ujar Sakha yang mengelus pelan rambut Soraya.
Ia mengecup pelan kening Soraya, cup.... detak jantung Soraya berdebar-debar Ia tidak menyangka jika akan menciumnya.
__ADS_1
'' jangan terlalu dipikirkan, jika kau tidak mau aku tidak akan memaksamu Sora lagipun kita masih punya banyak waktu untuk memikirkan yang lain jika kau memang tidak ingin. Tidurlah hari sudah semakin malam, besok kita harus pergi ke rumah sakit karena Moeza yang saat ini masih dalam keadaan tidak sadar" ucap Arsakha.
Ia mengambil selimut lalu menutup tubuh mereka berdua. "Selamat tidur Sora... Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, masih ada hari esok untuk kau jelajahi" sambung Arsakha yang pelan-pelan menutup kedua bola matanya itu.
Soraya semakin kalang kabut tentang suaminya yang bertingkah manis itu, Sakha masih saja bersabar menghadapi sifat Soraya yang seperti ini. Ia mengerti dan tidak mau memaksa Soraya, namun Soraya sebenarnya juga ingin.
Mungkin memang benar apa yang dikatakan Aya Hamzah, mereka ini saling mencintai namun karena egonya membuat mereka menjauhkan sama satu lain. Keesokan harinya, Bi Munah telah menyiapkan sarapan untuk kedua majikan besarnya itu.
Soraya turun dari lantai atas dengan menggunakan anak tangga, dengan pakaian yang sederhana namun terlihat elegan. Ia menggunakan rok hitam di atas paha dan juga Blazer warna coksu yang dikenakan olehnya sangat cocok untuk kulitnya yang kuning langsat tersebut.
"Selamat pagi non, sarapan sudah siap." sapa Bi Aminah yang melihat ke arah Soraya.
Soraya pun tersenyum kepada Bi Aminah. Ia adalah tokoh penting dalam hidupnya karena ia adalah kepala pelayan yang telah menjaga dan juga merawat Mansion agar tetap bersih.
"Selamat pagi juga Bi Aminah, apa bibi melihat suamiku?" tanya Soraya penuh kebingungan.
"tadi Tuan keluar nona, sepertinya Tuan berada di halaman belakang" ucap Bi Aminah yang menjelaskan pada Soraya.
Namun lebih tepatnya, ia juga tidak tahu di mana keberadaan Arsaka. Soraya pun mengeceknya ke belakang halaman, ternyata benar Arsakha berada di halaman belakang sedang menyirami tanaman mawar.
Tidak seperti Soraya yang sudah siap dan tinggal pergi, Arsaka masih menggunakan celana kolor yang yang hanya dinginnya seatas lutut dan kaos putih lekbong.
"Arsaka!" sahut Soraya yang memanggil nama suaminya, mendengar namanya dipanggil Arsakha pun langsung menoleh ke belakang.
Ternyata Soraga telah berdiri di belakangnya. "Kau mau ke mana?" tanya Sakha pada Soraya.
Ia begitu kebingungan melihat gaya dan pakaian Soraya yang begitu sangat formal.
"Aku akan pergi ke perusahaan GT Entertainment untuk melakukan sesi pemotretan majalah musim pertama. Apakah kau berkenan Arsakha? aku bisa mengundurkan diri jika kau tidak mau."
__ADS_1
Arsakha menaruh selang air itu dan mematikannya, ia berjalan mendekati Soraya. "Tidak Soraya, ini adalah karirmu. Aku juga memiliki karir dan aku tidak mungkin membiarkan wanitaku berhenti berkarir hanya karana gara-gara aku. Kejarlah mimpimu sampai Ke ujung dunia sekalipun, namun ingat pesanku agar kau selalu menjaga diri dan terus menjaga hati untukku." Ucapan Sakha membuat Soraya terpanah
'' Hatiku? Maksudmu kau memintaku untuk tidak selingkuh?" tanda tanya besar bagi Soraya.
Ia penuh penasaran akan jawaban dari arshaka, dan Arsakha pum mengganggukkan pelan kepalanya.
" Tentu saja, jika saja kau berselingkuh maka bersiap-siaplah untuk kutendang kau dan juga Lelakimu yang menjadi selingkuhanmu itu!'' ucapan Arsakha yang begitu mengancam.
Membuat Soraya menelan salivanya dalam-dalam, sebaiknya ia tidak main api di belakang karena arshaka adalah tipe orang yang tidak bisa diajak bercanda ataupun orang yang humoris.
"Tentu saja tidak, aku akan menjadi gelandangan jika tidak bersamamu hehehe" celetuk Soraya.
Ia pun pergi meninggalkan Arsaka dan rasa apapun berjalan mengikuti langkah Soraya di belakang.
'' Soraya " sapa Arsakha di belakang, dan bergantian Soraya pun yang melirik arshaka ke belakang.
'' Iya ada apa? " tanya Soraya pada suaminya itu.
" Aku harap kau bisa menyempatkan waktu sebentar saja untuk datang ke rumah sakit, karena aku ingin kau menjengukmu Moeza. Dan aku, ingin memperkenalkannya padamu karna sejauh ini kau daru dulu tidak terlalu dekat dengan keluarga Musa dan devanya"
"Menyangkut di masa lalu yang kelam saat itu, aku hanya bisa pasrah karena itu adalah keputusan dan juga dirimu sendiri yang harus bertindak, namun aku akan terus membimbingmu agar tetap di jalan yang benar suaranya "
Jelas Arsakha, Soraya pun teringat tadi malam Arsakha mengajak Soraya untuk pergi menjenguk Moeza pada siang harinya. Namun Soraya lupa, ia memiliki janji dengan CEO GT perusahaan Entertainment untuk pemotretan model terbaru musim ini.
'' Maaf Arsaka aku lupa, Aku akan menyusul siang ini jika pemotretan itu sudah selesai. "
Ucap Soraya yang sambil menepuk keningnya dengan pelan."Tidak apa-apa Soraya, kau juga harus bersemangat saat pemotretan itu, Maaf aku tidak bisa menemanimu karena aku juga tidak tahu kau akan melakukan pemotretan secara mendadak seperti ini" ucap Sakha
NB: tidak ada konflik lagi, hanya ada kebucinan
__ADS_1